Info Lowongan Kerja :

DPRD Kabupaten Muba Kunker ke Pemko Medan


Medan,faktaonline.net - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Medan, Ristanto SH SPn menerima kunjungan kerja  Komisi I DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di Kantor Walikota Medan, Kamis (28/7). Kunjungan tersebut dalam rangka menggali sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada di kota Medan.
Rombongan Komisi I DPRD Kabupaten Muba dipimpin Ziadatul Her SE MH, dimana rombongan terdiri dari Fraksi Hanura, PAN, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB dan PDIP.
Dalam sambutannya, Ristanto menjelaskan, Kota Medan adalah Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara, memiliki luas 26.510 hektar, yang terdiri dari 21 kecamatan dengan 151 kelurahan dan 2001 kepala lingkungan. Penduduk tetap Kota Medan lebih kurang 2,4 juta jiwa dengan arus komuter lebih kurang 500 ribu, yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama.
“Namun syukur Alhamdulillah semuanya dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai, sehingga Kota Medan selama ini relatif dalam suasana kondusif” ungkapnya.
Lebih lanjut Ristanto menjelaskan, Kota Medan sebagai salah satu pusat perekonomian regional terpenting di Pulau Sumatera dan salah satu dari tiga kota metropolitan baru di Indonesia, memiliki kedudukan, fungsi dan peranan strategis sebagai pintu gerbang utama bagi kegiatan jasa perdagangan dan keuangan secara regional/internasional di kawasan barat Indonesia. Karenanya pembangunan Kota Medan diarahkan menjadi kota jasa, industri, perdagangan dan juga kota pendidikan.
Sementara itu Ziadatul Her selaku ketua rombongan DPRD Muba juga menjelaskan, Muba adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi  Sumatera Selatan dengan ibu kota Sekayu. Kabupaten ini memiliki luas wilayah ±14.265,96 km². Kabupaten Muba sangat besar peranannya bagi kabupaten di sekitarnya sebagai pusat industri hilir, jasa distribusi produk sumber daya alam baik pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, serta pertambangan.
“Sektor pertambangan dan energi merupakan sektor unggulan di Muba, dan memberikan peranan yang cukup besar terhadap perekonomian Muba. Hasil tambang yang potensial di Muba meliputi minyak bumi dan gas alam, sedangkan hasil tambang lainnya adalah batubara, gambut dan bahan galian golongan C, tanah urug, tanah liat, pasir dan koral” jelasnya.
Disamping itu, Bahrul Sofyan selaku anggota DPRD Kabupaten Muba Fraksi Golkar mengungkapkan, Kabupaten Muba memiliki PAD sebanyak 185 M dan APBD sebesar 2,8 Triliun. Untuk gaji pegawai di kabupaten ini dibutuhkan anggaran 750 Milyar sedangkan untuk Tenaga Kerja Sukarela (TKS) sebanyak 250 M.
“Untuk gaji TKS saja, PAD kabupaten Muba tidak mencukupi. SDA yang ada di Muba seperti pertambangan dan energy lah yang membantu untuk menutupinya. Kita tidak bisa terus menerus berharap dari SDA itu, karena seiring berjalannya waktu, SDA yang ada akan habis” ungkapnya.
Menanggapi tujuan kunker DPRD Kabupaten Muba dalam rangka menggali sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada di kota Medan, Dermawan selaku perwakilan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan mengatakan, untuk meningkatkannya, Pemko Medan menggali pajak melalui 9 sektor, yaitu hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak air dan tanah.
“Primadona penyumbang pajak terbesar di Kota Medan adalah PBB, yang mampu memberikan pendapatan sebesar 386 M, sedangkan yang kedua adalah BPHTB, menyumbangkan sebanyak 335 M untuk pendapatan Kota Medan” ujarnya.
Selanjunya, menurut Popi selaku perwakilan Dispenda Kota Medan, banyak cara-cara yang dilakukan Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Medan untuk meningkatkan PAD Kota Medan, beberapa diantaranya dengan cara menaikkan tarif PBB dan mengawasi langsung restoran dengan menugaskan tim.
“Tim ini memili SK dari kepala dinas dan memiliki surat tugas. Mereka turun langsung ke restoran untuk menghitung harga makanan dan minuman dan jumlah pengunjungan restoran tersebut” ungkapnya.
Acara diakiri dengan saling bertukar cinderamata antara Pemko Medan dengan Kabupaten Musi Banyuasin.(red)

KEITI Korea Ingin Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Sumut


Medan,faktaonline.net - Korea Environmental Industy dan Technology Instute (KEITI)berniat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Danau Toba dan Nias Sumatera Utara. Untuk tahap awal, KEITI berminat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung kapasitas 10 MW di Danau Toba.

Hal itu diungkapkan utusan KEITI Kyung Nam Shin dalam kunjungan ke Kantor Gubsu, Kamis (28/7) yang diterima Sekdaprovsu Hasban Ritonga. Rombangan KEITI didampingi Angota DPD RI Parlindungan Purba dan pegusaha TOmi Wistan.
Hadir pada kesempatan itu Staf Ahli Gubsu Ir Dinsyah, Kaban BLH Dr Hidayati dan jajaran, Plt Kadis Kominfo M Ayub, Kabag dari Biro Perekonomian Setdaprovsu dari PLN Sumut.
Kyung Nam Shin mengatakan bahwa pihaknya siap bekerjasama dengan pemerintah maupun swasta. Dia mengatakan pihaknya didukung pendanaan dari bank Korea dengan bunga yang sangat rendah. "Untuk poyek awal kami menyiapkan anggaran senilai 200 juta USD dan bisa dikembangkan  untuk selanjutnya.
KEITI merupakan lembaga di bawah kementerian lingkungan hidup Korea yang mengidentifikasi project-project di bidang (perubahan iklim (climate chance). Dalam perkenalan itu Kyung Nam Shin menceritakan bahwa dirinya saat ini berada di KEITI dan sebelumnya merupakan PNS di kementerian Keuangan Korea dan di ADB (Asian Development Bank) dan dirinya datang bersama Ketua KEITI Sung Sik Moon yang sangat paham dengan infrastruktur masalah lingkungan hidup. Dirinya juga hadir bersama kolega Cho Won Hui
Dikatakan Kyung bahwa KEITI telah bertemu dengan beberapa kementerian di Jakarta beberapa hari yang lau.  Dan untuk Sumatera Utara pihaknya ingin fokus pada pembangunan pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung yang ramah lingkungan. Untuk Sumatera Utara KEITI ingin fokus untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung ini di Danau Toba dan Nias.
Teknologi ini lanjut dia telah diterapkan di beberapa bendungan di Korea yang menghasilkan hingga 2 MW energi listrik.  Bahkan di Jepang juga sudah dibangun.
Dia juga mengatakan keuntungan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung ini akan mengurangi pengerusakan lahan baik hutan dan pertanian, penghematan penggunaan lahan, dapat menaikkan tenaga dan mengatur temperatur karena di air dan juga menjaga ekosistem di air dan juga mengembangkan ikan-ikan yang ada di danau. "Diharapkan pemerintah provinsi Sumatera Utara dapat memberikan masukan bagi KEITI untuk selanjutnya melakukan kerjasama dibidang energi ramah lingkungan ini dan bidang bidang lain selanjutnya," harapnya.
Sekdaprovsu pada kesempatan itu menyambut baik kunjungan dari Korea Environmental Industy dan Technology Instute (KEITI) dari korea yang sangat konsen terhadap perubahan iklim (Climate change) dan ramah lingkungan.  Kedatangan mereka lanjut Sekda diharapkan bisa secara langsung  melihat dan mempetakan infrastruktur mana yang bisa di kerjasamakan.  "Sepanjang kerjasama itu saling menguntungkan dan dibangun sesuai ketentuan, apa salahnya. Pemprovsu wellcome," ujar Hasban.
Dikatakan Hasban Teknologi pembangkit listrik tenaga surya yang ditawarkan pihak KEITI sangat baik. Karena teknologi ini ramah lingkungan. Dimana lanjutnya akan dibangun pembangkit listrik tenaga surya terapung dan tidak menggunakan alat-alat atau bahan yang merusak lingkungan laut. "Lingkungan dan hewan yang menjadi tempat pembangunan proyek ini bahkan tidak merusak lingkungan dan ekosistem sekitarnya," ujar Sekda pada saat menerima Korea Korea Environmental Industy dan Technology Instute (KEITI), Kamis (28/7) di ruang beringin lt.8 Kantor Gubsu. Hadir pada kesempatan itu Staf Ahli Gubsu Ir Dinsyah, Kaban BLH Dr Hidayati dan jajaran, Plt Kadis Kominfo M Ayub, Kabag dari Biro Perekonomian Setdaprovsu.
Pada kunjungan tersebut Sekda juga menawarkan pihak korea dapat memanfaatkan infrastruktur KEK Sei Mangkei untuk mengolah CPO menjadi bio mass.
Ketua Komite 2 DPD RI mengatakan bahwa kunjungan mereka datang ke Provinsi Sumatera Utara untuk mengidentifkasi peluang-peluang yang dapat dikerjasamakan di bidang lingkungan hidup. Sebelumnya lanjut Parlindungan bahwa pihaknya telah membawa KEITI  untuk road show ke beberapa kementerian di Jakarta seperti Kementerian, Lingkungan Hidup, Energi, Kelautan, Bappenas, Keuangan dan BKPM.
Untuk itu kami dari DPD RI membawa KEITI ke Provinsi Sumatera Utara untuk melihat dan mengembangkan potensi danau Toba. "Sebagai putra Sumatera Utara kami sangat berkeinginan agar potensi danau Toba yang merupakan danau kebanggaan kita dapat dikembangkan. Apalagi teknologi yang ditawarkan ramah lingkungan," sebut Parlindungan Purba. (red)

Kelurahan Silalas Juara I Kelurahan terbaik Tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2016


Medan,faktaonline.net - Wakil Walikota Medan Ir.Akhyar Nasution, M.Si didampingi Asisten Kesejahteraan dan Kemasyarakatan H.Erwin,SH,MM, dan  Kepala Badan Pemberdayaan masyarakat kota Medan H.Dammikrot,S.Sos, M.Si menerima audensi dari Kementerian Departemen Dalam Negeri DR.Hene Saksono, Wili Siagian dan juga hadir dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Pusat Elly Sarmawati, G.B Sasongko, Rusmaini didampingi Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sumatera Utara Bobby Darmansyah dan Sofiaddar T, dalam rangka klarifikasi Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat yang telah terpilih sebagai juara I Kelurahan terbaik Tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2016, Kamis ( 28/7) di Balaikota Medan.
Menurut Hene Saksono, kedatangan mereka dari Jakarta sebagai Tim Evaluasi dan Validasi khusus untuk melakukan klarifikasi di Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat. Karena Kelurahan Silalas ini terpilih sebagai juara I Kelurahan terbaik tinkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2016. 
Besok Jumat,(29/7) di Kantor Lurah Silalas akan kita lakukan klarifikaksi dibidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan Kewilayahan dan sekaligus bertatap muka dengan beberapa tokoh-tokoh masyarakat di Kelurahan tersebut.” Ujar Saksono.
Ir.Akhyar Nasution, selaku Wakil Walikota Medan merasa senang dan bangga atas kedatangan Tim Evaluasi Desa/Kelurahan dari Jakarta.                                                                                                      Dijelaskannya, bahwa program Walikota Medan Drs HT Dzulmi Elldin S,M.Si peningkatan pelayanan public baik di Kecamatan-kecamatan maupun di Kelurahan-Kelurahan. Karena menurut Akhyar, baik buruknya pemerintahan kota tersebut tidak terlepas dari peran Kelurahan. Dikatakannya, pada saat ini Kelurahan yang berjumlah 151 di Kota Medan, 75 % sudah mengalami perubahan prilaku baik dari mindset, kemampuan melayani public dan keramah tamahannya .
Akhyar, berharap dengan terpilhnya Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat sebagai juara 1 Kelurahan terbaik pada tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2016 ini, kita harapkan dapat menjadi  pemicu bagi kelurahan-kelurahan lainnya di Kota Medan. Hadir pada audensi tersebut juga Camat Medan barat Rido Nasution, Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Zain Noval,SSTP, dan Lurah Silalas Baharuddin Ritonga.(red)

Pemko Medan Terima Kunjungan Delegasi KEITI Korsel


Medan,faktaonline.net - Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution didampingi Kepala Dinas Bina Marga Khairul Syahnan ST, Kepala Dinas  Sosial Dan Tenaga Kerja Syarif Armansyah Lubis SH, menerima kunjungan Delegasi Korean Enviromental Industri and Tehnologi Institute (KEITI), Mr Moon Sung IK, Mr Shin Kyung Nam dan Mr Echon Won Hui, mereka didampingi anggota DPD RI asal Sumut Partlindungan Purba SH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut Ir Idahayati, Kamis (28/7) di balai Kota Medan, kunjungan ini dimaksud untuk menawarkan kerja sama di dibiang lingkungan hidup dengan Pemko Medan
Mr Moon Sung Ik selaku pimpanan Delegasi menjelaskan, kunjungan ini terkait melakukan riset sehubungan adanya kerja sama KEITI dengan Bappenas di bidang pengelolaan limbah sampah yang akan membangun 3  pulau sampah di Indonesia guna memperoduksi energy, salah satu dari pulau sampah tersebut berada di Sumatera Utara tepatnya di Pulau Nias.
“ Kami menyempatkan diri untuk menawarkan kerja sama dengan Kota Medan khususnya di bidang limbah sampah,dahulu Korea juga menghadapi masalah besar tentang limbah sampah, namun dengan adanya peraturan dan administrasi serta invest riset, limbah sampah dapat diatasi dan kami ingin berbagi kepada negara yang membutuhkan, “ ujar Mr Moon Sung Ik.
Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution menyambut baik tawaran kerja sama ini, namun dia menjelaskan bahwa pemerintah Kota Medan sudah banyak melakukan kerja sama tentang pengelolaan sampah di Kota Medan dengan para investor negara lain, saat ini Pemko Medan sudah melakukan kesepakatan dari  investor dari negara Jepang sampai saat ini sedang menunggu, namun samapai saat ini belum ada jawaban dari investor tersebut.
“ Sampai saat ini kami sedang menunggu dari Investor negara Jepang, dan kami menyambut baik tawaran kerja sama tersebut, tentang kesepakatan dengan investor yang sampai saat ini belum ada jawaban memang perlu di evaluasi, mengingat produksi sampah di Kota Medan mencapai 2000 ton setiap hari, sampah di Kota Medan harus segera diatasi dikelola menjadi sumber energy. Di harapkan pertemuan ini menjadi transfer  pengalaman dan ilmu untuk kemanjuan pembangunan di Kota Medan, “ ujar Akhyar.( red)

Pemko Medan Jalin Kerjasama Jaringan Lintas Perkotaan Dengan Pemko Bandung


Medan,faktaonline.net - Pemerintah Kota Medan  menjalin kerjasama Jaringan Lintas Perkotaan  dengan Pemerinta Kota  Bandung.
Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dengan  Wali Kota Bandung, Mochamad Ridwan Kamil ST M.UD di  sela-sela Munas V APEKSI 2016 di Abadi  Convention Centre Jalan HMO Bafadhal, Jambi, Kamis (28/7).
Kerajsama ini dilakukan dalam rangka mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Adapun kerjasama Jaringan Lintas Perkotaan yang ditandatangani ini, meliputi kerjasama pengembangan smart city, ekonomi kreatif, koperasi dan UMKM, kebudayaan dan pariwisata, promosi dan pengembangan industri,perdagangan dan investasi serta kemetrologian. 
Selain itu bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, pertanian, ketahanan pangan dan budi daya laut serta kebersihan dan pertamanan.
Eldin menjelaskan , maksud  dilakukannya penandatanganan kerjasama ini yakni sebagai komitmen dan pedoman melaksanakan alih pengetahuan dan pengalaman best practice antar apratur pemerintahan (city sharing). Kemudian menciptakan keterpaduan pembangunan antar kawasan perkotaan.
"Di samping itu melalui kerjasama ini, kita ingin mewujudkan efisiensi, efektifitas serta sinergitas dalam penyelenggaraan pembangunan dan penyediaan pelayanan umum kepada masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan pemgembangan ekonomi kreatif yang dimiliki masing-masing daerah, guna mendukung pembngunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Eldin.
Sedangkan inti tujuan dilakukannnya penandatanganan kesepakatan bersama  ini, jelas Eldin, untuk percepatan pembangunan daerah. Lalu, peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. “Insya Allah apa yang menjadi keinginan ini dapat terwujud,” harapnya.
Dengan penandatanganan kerjasama yang dilakukan ini, Edin berkeinginan Medan sebagai salah satu kota besar di Indonesia dapat menjadi pintu gerbang kemajuan Indonesia bagian barat. Atas dasar itulah arah pembangunan yang diprioritaskan Pemko Medn saat ini dengan meningkatkan daya saing, peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakat melalui pendidikan, perekonomian, industri, UMKM, pariwisata serta beberapa hal penting lainnya.
Penandatanganan kerjasama bersama antara Pemko Medan dengan Pemko Bandung ini disaksikan oleh seluruh peserta Munas V APEKSI 2016. Selain dengan Pemko Medan, Pemko Bandung juga menandatangani Jaringan Lintas Perkotaan dengan Pemko Menado, Pemko Pekanbaru, PemkoMakasar, Pemko Banjarmasin, Pemko Banjar Baru dan Pemko Jogyakarta.
Penandatangan kerjasama antar kota ini merupakan salah satu agenda APEKSI dalam upaya untuk memajukan seluruh kota yang tergabung dalam APEKSI. Melalui kerjasama ini terjadi humbungan yang saling menguntungkan, terutama dalam upaya peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat masing-masing kota.(red)

Dinas PU Deliserdang Dinilai Lamban Dan Pilih Kasih Dalam Perbaikan Infrastruktur Jalan


Lubuk Pakam,Faktaonline.Net – Banyaknya infrastruktur yang rusak parah di Kabupaten Deliserdang menimbulkan pandangan yang negatif dari masyarakat atas kinerja Dinas Pekerjaan Umum ( PU ) Deliserdang
Masyarakat merasa seperti adanya pilih kasih perbaikan infrastruktur di Kabupaten deliserdang. Hal ini  disampaikan Ketua LSM LIMA ( Lembaga Independen Monitoring Anggaran ),Putra
di Lubuk Pakam , Rabu (27/7/2016)
Putra juga menambahkan " sampai saat ini belum ada kerjaan yang di jalankan Dinas PU Deliserdang,sementara infrastruktur sudah sangat parah kondisinya.” Sudah sampai bulan juli ini belum juga ada kerja PU Deliserdang.
Banyak jalan yang sudah sangat rusak parah ataupun belum di aspal sama sekali,seperti halnya jalan Selamat Ketaren Ujung / Keprekan.Jalan ini sudah cukup lama di ratakan dengan material sertu,tapi sampai saat ini belum juga di aspal sehingga material sertu yang ada sudah mulai menipis kembali “ ungkapnya kepada wartawan Faktaonline.
Putra juga menambahkan kalau Dinas PU Deliserdang seperti pilih kasih dalam pembuatan/peningkatan jalan baru,seperti jalan yang benar – benar sangat butuh di aspal tapi tidak di aspal,malahan jalan yang tidak benar – benar butuh yang diaspal.Sehingga kita bertanya – tanya mekanisme pembuatan jal;an baru / peningkatan jalan baru,paparnya.

Sementara Kepala Bidang Peningkatan Jalan dan Jembatan PU Deliserdang,Ismail Akbary.ST mengatakan semua sudah dijalankan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang benar.
” Kita sudah menjalankan semuanya dengan mekanisme dan prosedur yang benar.Mekanisme pembuatan jalan baru bukan langsung kita yang menunjuk,semuanya dari permohonan masyarakat.Kita tidak bisa membuat jalan baru begitu saja tanpa adanya permohonan dan persetujuan dari masyarakat.Kita juga memperbaiki jalan yang dengan yang sudah di musrembangkan dan yang sudah dianggarkan tapi jika ada jalan yang memang sangat butuh cepat di perbaiki,kita juga bisa langsung mengerjakannya “ jelasnya ketika dihubungi via telepon.
Mengenai jalan Selamat Ketaren Ujung,Ismail mengatakan bahwa jalan tersebut akan dikerjakan pada anggaran tahun ini.Kita bekerja sesuai dengan peraturan dan proses yang ada,jadi bukan kita lambat dalam kinerja, kita selalu kerja secara maksimal.Kepada masyarakat,LSM,Wartawan dan siapapun,kita minta kejasamanya jika ada infrastruktur yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan agar melaporkan kepada kami,kami selalu siap menerima segala laporan dan permohonan dari publik.( anwar/11n )

Pemko Medan Ikuti Pawai Budaya Nusantara Pada Pembukaan Indonesia City Expo Memeriahkan Munas APEKSI V tahun 2016 di Kota Jambi.


Medan,faktaonline.net - Pemko Medan ikut Pawai Budaya Nusantara yang digelar untuk mengawali  pembukaan Indonesia  City Expo sebagai rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Munas APEKSI V tahun 2016 di Kota Jambi. Dengan mengusung Medan sebagai kota yang multikulural, Pemko Medan menampilkan keberagaman etnis yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Utara dalam pawai yang dilepas dari halaman Kantor Wali Kota Jambi tersebut, Rabu (27/7) petang.
Rombogan pawai Pemko Medan ini mendapat apalus meriah  dari warga Kota Jambi yang berdiri di pinggir jalan.  Apalagi tidak sedikit warga Kota Medan yang bermukim di kota berjuluk Tanah Pilih Pusako Bertuah.  Tentunya kehadiran rombongan pawai Pemko Medan ini mengobati kerinduan mereka akan kampong halaman.
Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi didampingi  sejumlah Wali Kota menyambut rombogan pawai dari Kota Medan padn a saat melintasi panggung kehormatan. Dengan mengenakan pakaian daerah, rombongan pawai ini menampilkan tarian multi etnis dengan menonjolkan  boneka  sigale-gale yang memiliki daya tarik dari Pulau Samosir tersebut.
                Dikatakan Eldin, penduduk Kota Medan berasal dari berbagai suku, etnis dan agama. Meski berbeda namun hidup berdampingan dengan penuh kedamaian. Itu sebabnya Kota Medan dijuluki miniaturnya Indonesia. “Alhamdulillah sampai saat ini Kota Medan tetap aman dan kondusif. Itu sebabnya keberagaman etnis inilah yang menjadi tema kita dalam Pawai Budaya Nusantara ini,” kata Eldin.
                Tak jarang  deerah maupun kota lain di Indonesia bilang Eldin, datang mengunjungi Kota Medan hanya untuk belajar tentang keamanan dan kekondusifan yang terjalin dengan baik sekalipun Medan merupakan kota  multikulural. Itu sebabnya Eldin menilai pawai budaya yang diikuti Pemko Medan ini sangat strategis dalam rangka memperkenalkan Kota Medan, sehingga diharapkan dapat menjadi  magnet  untuk mengunjugi Kota Medan.
               “Melalui Pawai Budaya Nusatara ini, kita ingin menunjukkan bahwasannya  Kota Medan merupakan kota yang kaya akan budaya dan masyarakatnya sanggup hidup berdampingan dengan aman  meski berlatar suku, etnis dan agama berbeda. Selain itu melalui budaya ini juga  kita harapkan dapat mempererat antar kotaseluruh  anggota APEKSI,”paparnya.
                Pawai Budaya Nusantara ini diikuti seluruh peserta Munas V APEKSI. Selain mengenakan pakaian daerah masing-masing, peserta pawai juga mebawakan kesenian tradisional mereka guna memeriahkan pawai tersebut. Selanjutnya barisan pawai ini bergerak menuju Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Baru Jalan H Agus Salim untuk mengikuti pembukaan Indonesia City Expo.
                Event yang mempromosikan prodk-produk unggulan dari masing-masing  kota di Indonesia yang tergabung dalam APEKSI ini, dibuka Gebernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli. Even ini diikuti 84 stand dari 57 kota, termasuk Kota Medan ditambah 2 stand dari BUMN. Indonesia City Expo ini berlangsung selama 5 hari. Pemko Medan sendiri dalam pameran ini menmpilkan produk-produk unggulan UMKM yang merupakan binaan Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan.(H)