Hari Pertama Idul Fitri Walikota Gelar Open House


Medan I Faktaonline.net - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi beserta keluarga menggelar open house di hari pertama Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan, Jumat (15/6/2018).
Open house ini merupakan kegiatan rutin yang digelar Wali Kota guna memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin bertemu sekaligus merayakan lebaran bersama. Itu sebabnya open house digelar seharian penuh mulai pagi hingga malam hari. Masyarakat ramai menghadiri open house tersebut. Selain bertatap muka dan bersalaman langung dengan Wali Kota, warga juga menggunakan momen spesial itu untuk foto bareng dengan Wali Kota beserta keluarga. Sebab, selama ini sulit untuk bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Pemko Medan tersebut. Di samping agendanya cukup padat, juga harus melalui prosedur keprotokelaran Sebagai penerima tamu yang datang, Wali Kota pun menunjuk pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan bersama camat didampingi istri masing-masing untuk bertugas menyambut setiap tamu yang datang. Hal itu sengaja dilakukan Wali Kota agar para pejabatnya dekat dengan masyarakat. Tidak hanya masyarakat, open house yang digelar usai Shalat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Medan turut dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpaw, Waka Poldasu Brigjen Pol Agus Andrianto, Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi, Danlanud Soewondo Medan Kol Pnb Daan Sulfi, Dandenpom I/5 Medan Letkol CPM Sudarso, Dandim 0201/BS, alim ulama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda. Seluruh tamu yang datang langsung disambut Wali Kota bersama istri dengan hangat dan penuh kekeluargaan.
Usai bersalaman dan bersilaturahmi, Wali Kota pun mempersilakan kepada seluruh tamu untuk menyantap aneka makanan dan minuman yang tersedia.
Sekitar pukul 10.30 WIB, Wali Kota bersama istri dan ketiga buah hatinya mendatangi Rumah Dinas Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo berlokasi di sebelah Rumah Dinas Wali Kota, yang juga menggelar open house di hari pertama lebaran tersebut. Petang harinya, giliran Pangdam I/BB yang mendatangi rumah Dinas Wali Kota.
Dikatakan Wali Kota, selain merayakan lebaran dan membangun kebersamaan, open house ini digelar sebagai ungkapan rasa terima kasih Wali Kota kepada seluruh warga Kota Medan karena selama ini selalu menjaga kekondusifan Kota Medan. “Alhamdulillah, berkat dukungan penuh seluruh warga Kota Medan sampai saat ini senantiasa aman dan kondusif. Mari terus jaga Medan Rumah Kita sehingga menjadi tempat hunian yang aman, nyaman dan tentram. Dengan dukungan penuh seluruh warga, insha Allah Kota Medan akan menjadi lebih baik lagi ke depannya,” kata Wali Kota. Oleh karenanya melalui melalui momentum Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Wali Kota ingin terus membangun kebersamaan dengan seluruh lapisan masyarakat. Mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan itu menyadari, kebersamaan merupakan modal sekaligus energi besar dalam menghadapi berbagai dinamika maupun tantangan pembangunan kota.

OPEN HOUSE di KEDIAMAN WAKIL WALIKOTA

Sementara itu Wakil Wali Kota Medan Ir H. Akhyar Nasution MSi beserta keluarga menggelar open house di hari kedua Hari Raya Idul Fitri 1439H di kediamannya Jalan Intertip Komplek Wartawan Medan, Sabtu (16/6/2018).
Sejak pagi hari banyak tamu dari berbagai kalangan, baik keluarga besar maupun masyarakat sekitar datang berkunjung serta bersilaturrahmi denganorang nomor dua di Pemko Medan tersebut. Tepat pukul 14.00 WIB, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin beserta istri Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH hadir di kediaman Wakil Wali Kota dengan membawa serta anak-anaknya. Kedatangan Wali Kota beserta keluarga ini disambut dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan oleh Wakil Wali Kota didampingi sang istri Hj Nurul Khairani Lubis. Selain Wali Kota dan keluarga, open house juga turut dihadiri oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan, beberapa tokoh politik dan tokoh agama diantaranya anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih, pimpinan dan anggota DPRD Medan, serta Uskup Agung Monsinyur Anicetus B Sinaga. Tidak hanya para tokoh, masyarakat umum, termasuk para tetangga di kediaman Wakil Wali Kota juga antusias menghadiri acara open house tersebut. Wakil Wali Kota pun menyambut kedatangan masyarakat ini dengan penuh keakraban serta menyuguhkan aneka makanan dan minuman khas lebaran. (amd)

Sambut Idul Fitri , Pawai Takbiran Kenderaan Hias Berlangsung Meriah


Medan I Faktaonline.net - Diiringi lantunan gema takbir, Gubsu Ir H T Erry Nuriadi bersama Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut dan Kota Medan melepas pawai takbiran kenderaan hias dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1Syawal 1439 H di Jalan Pulau Penang Medan, Kamis (14/6/2018).
Pawai yang diikuti ratusan kenderaan hias yang berasal dari kelurahan, kecamatan dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan berlangsung cukup meriah. Pawai ini merupakan kegiatan rutin yang digelar Pemko Medan untuk melantunkan asma Allah SWT untuk merayakan kemenangan usai sebulan penuh berpuasan Pelepasan pawai takbiran kenderaan hias ditandai dengan pemukulan bedug. Setelah itu satu persatu kenderaan hias berjalan melewati panggung kehormatan untuk selanjutnya menyusuri rute yang telah ditetapkan sambil terus melantunkan kalimah takbir. Pawai takbiran kenderaan hias ini mendapat apresiasi warga. Lebih seribuan warga datang membawa anggota keluarga berkerumun di seputaran Lapangan Merdeka guna menyaksikan pelepasan pawai kenderaan hias yang kental dengan motif bernuansa Islami tersebut. Dalam sambutan singkatnya, Gubsu atas nama pribadi dan seluruh unsur Forkopimda Sumut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H kepada seluruh warga Sumut, terutama Kota Medan. Gubsu mengajak semua untuk menjadikan hari kemenangan ini untuk mensucikan diri seperti bayi yang baru dilahirkan. "Ibarat kertas putih yang polos tanpa noda sedikit pun," kata Gubsu. Selanjutnya Gubsu juga menjadikan momen itu untuk pamit kepada seluruh masyarakat Sumut, sebab masa tugasnya bersama Wagubsu telah berakhir.
Diharapkannya, masyarakat Sumut senantiasa kompak dan terus menjaga kekondusifan Sumut. Apalagi sebentar lagi masyarakat akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Gubsu dan Wagubsu periode 2018-2023. "Jangan jadikan pemilihan itu untuk menebar fitnah sehingga kita terpecah belah. Mari kita terus jaga kekondusifan Sumut," pesannya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubsu tak lupa mengingatkan kepada seluruh peserta pawai untuk menjaga kedisiplisan berlalu lintas selama pawai berlangsung sehingga sumut, khususnya Kota Medan menjadi contoh ketertiban berlalulintas di Indonesia.
Sementara itu Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi mengatakan, pawai kenderaan hias ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Pemko Medan setiap menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Selain di seputaran Lapangan Merdeka, pawai kenderaan hias juga dilaksanakan di kawasan Medan Bagian Utara yang dipusatkan di Kecamatan Medan Belawan. "Untuk kawasan Lapangan Merdeka, peserta pawai berasal dari 17 kecamatan dan OPD, sedangkan pawai di Medan Bagian Utara diikuti empat kecamatan yakni Medan Belawan, Medan Marelan, Medan Deli dan Medan Labuhan, " jelas Wali Kota.
Wali Kota juga menghimbau kepada seluruh peserta pawai untuk menjaga dan mentaati peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. "Jangan ugal-ugalan di jalan, selalu jaga ketertiban berlalulintas guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan, " harapnya.
Selain di seputaran Lapangan Merdeka, Pemko Medan juga menggelar pawai takbiran kenderaan hias di depan Kantor Kejaksaan negeri Belawan. Pelepasan pawai takbiran kenderaan hias dilakukan Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution Msi. Pawai takbiran ini diikuti lebih kurang 60 kenderaan hias bernuansakan Islami yang berasal dari empat kecamatan di Medan bagian Utara yakni Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Marelan. Selain kenderaan roda empatm, pawai takbiran kenderaan hias ini juga diikuti masyarakat dengan mengendarai sepeda motor. Seluruh peserta pawai tampak bersuka cita menyambut datangnya hari kemenangan tersebut sambil terus mengumandangkan takbir diserta dengan tabuhan bedug. (H)

Wali Kota Shalat Ied Bersama Ribuan Warga Di Lapangan Merdeka Medan


Medan I Faktaonline.net - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi bersama ribuan masyarakat melaksanakan Shalat Idul Fitri 1439 H di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (15/6/2018) pagi. Bertindak sebagai khatib Dr H Ahmad Zuhri Lc MA, sedangkan qori nasional Drs H Syaifuddin Hazmi Lubis bertindak sebagai Imam.
Pelaksanaan Sholat Ied dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, seluruh jamaah pun dengan khusyuk melaksanakan Shalat Ied.
Usai Shalat, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada seluruh warga Kota Medan karena selama Ramadhan sebulan penuh, ibu kota Provinsi Sumatera Utara tetap terjaga kekondusifannya. Hal itu tidak terlepas karena seluruh warga meski multikultural namun senantiasa hidup damai berdampingan, saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi. "Toleransi umat beragama yang dimiliki Kota Medan merupakan anugerah dan harus terus dipertahankan," kata Wali Kota.
Selanjutnya Wali Kota berharap seluruh umat muslim Kota Medan yang telah menjalankan ibadah puasa tetap qona’ah dan berserah diri tanpa adanya rasa iri dan dengki kepada sesama manusia. "Semoga amal ibadah kita selama bulan suci Ramadhan dapat diterima oleh Allah SWT dan dapat dipertemukan kembali dengan Ramadhan selanjutnya, " harapnya.
Sementara itu Dr H Ahmad Zuhri Lc MA selaku Khatib menyampaikan khutbah berjudul, “Idul Fitri Sebagai Momentum Peradaban Kota Medan”. Dari awal peradaban yang dibentuk Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah, jelas Ahmad Zuhri, dapat diambil pelajaran beharga tentang hubungan Idul Fitri dengan awal sebuah peradaban Kota Madinah ketika itu yang dapat dipelajari dan diterapkan di Kota Medan sebagai kota majemuk dan plural di bawah slogan “Medan Rumah Kita”. Dosen Tafsir Al Qur’an Univesitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Medan itu menjelaskan, peradaban yang dibangun Rasullahberpondasikan empat pilar yang dibangun atas dasar kesadaran dan kebersamaan. Adapun keempat pilar itunmeliputi pembentukan pranata sosial, kebersamaan, Keshalehan sosial serta toleransi. “Keempat pilar itu insha allah dapat kita terapkan di Kota Medan yang tercinta ini,” ungkapnya. Ahmad Zuhri selanjutnya memaparkan, merupakan sunatullahi bhwa menuasia dicipatakan Allah SWT dalam bentuk keragaman baik kuluit, bahasa, budaya, suku dan agama. Oleh karenanya Allah SWT mengajarkan kepada hamba-Nya untuk senantiasa saling mengenal antar sesama manusia, saling menghargai dan tolong menolong dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, secara naluri dan fitrah kecendrungan manusia bermasyarakat. “Fenomena ini sudah tercermin dalam kehiduopan masyarakat dan warga Kota Medan yang sangat beragam etnis, suku, bahasa, budaya dan agama. Kendati demikian seluruh warganya dapat hidup berdampingan dalam suasana rukun dan damai di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi,” paparnya.
Dikatakan Ahmad Zuhri lagi, toleransi antar umat beragam, suku dna golongan di Kota Medan bukan barang jadi karena bisa terwujud berkat kerja keras dan keseriusan pemerintah dalam menangani sejumlah persoalan keagamaan di Kota Medan. Di samping itu yang tidak kalah pentingnya lagi, jelasnya, peran tokoh agama yang senantiasa memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang betapa pentingnya kedamaian dan saling menghargai atar sesama, terutama antar sesama umat beragama. (amd)

Dr HT Erry Nuradi, MSi : Terima Kasih kepada Seluruh Masyarakat Sumut


Medan I Faktaonline.net - Acara silaturahmi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi, MSi dengan berbagai lapisan masyarakat Sumatera Utara berlangsung dengan khidmat. Silaturahmi Gubsu dirangkaikan dengan acara perpisahaan Gubsu Dr HT Erry Nuradi, MSi dan Wakil Gubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung yang telah berakhir masa jabatan.Kegiatan acara berlangsung di halaman kantor Gubsu, Minggu (17/6/2018).
Di acara itu, berbagai testimoni dikemukakan. Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Sumatera Utara (Sumut) Zainul Akhyar mengatakan Gubsu Dr HT Erry Nuradi, MSi sangat peduli dengan Desa.”Kami sangat sedih karena berpisah dengan orangtua kami. Dr HT Erry Nurtadi, MSi sangat peduli dengan Desa. Semoga Gubsu yang akan datang tetap memperhatikan Desa,”tegas Zainul.
Hal senada juga dikemukakan Kepala Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Drs Hidup Simanjutak. ”Perpisahaan ini sangat terharu bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Gubsu. Semoga langkah Bapak Gubsu diridhoi Tuhan Yang Maha Esa,”tegas Hidup Simanjuntak.
Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Sumatera Utara Dr Kaiman Turnip mengungkapkan seorang pemimpin harus arif dan bijaksana. “Gubsu Dr HT Erry Nuradi, MSi banyak melakukan perubahan. Gubsu Dr HT Erry Nuradi, MSi pernah melakukan kebijakan kenaikan TPP tiga kali selama setahun. Selain itu, SK kenaikan pangkat guru pernah diserahkan langsung oleh Gubsu Dr HT Erry Nuradi, MSi kepada guru,”papar Kaiman.
Kepala Bappeda Sumatera Utara Irman Dj Oemar menjelaskan selama kepemimpinan Gubsu Dr HT Erry Nuradi, MSi, APBD Sumut meningkat.”Di 2016, APBD Sumut mencapai angka 10 triliun dan di 2018 mencapai 13 triliun.” Gubsu Dr HT Erry Nuradi, MSi lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi,”papar Irman.
Di acara itu, dalam kata sambutan, Gubsu Dr HT Erry Nuradi, MSi mengatakan Sumut sebagai Provinsi yang multi, segala macam ada di Sumut. Dinamikanya tinggi. “Tapi saya berusaha untuk bergandengan tangan dengan siapa pun. Saya melihat masyarakat Sumut mendukung. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumut”tegas Erry Nuradi. ( fajaruddin batubara)

Jalin Silaturahmi Dengan Masyarakat Gubsu Erry Gelar Halal Bi Halal



Medan I Faktaonline.net - Banyak cara menjaga tali persaudaraan dan menguatkan hubungan yang baik. Cerminan ini terlihat dari cara Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi, memelihara silaturahim kepada masyarakat. Satu momentum seperti Hari Raya Idul Fitri yang dikemas dalam acara Halal Bi Halal, saling bertatap muka bersama. Kebiasaan ini mungkin bukan saat Idul Fitri atau hari besar saja dilakukan seorang Erry, Gubernur Sumut yang juga mantan Bupati Sergai dua periode. Namun pada setiap kesempatan, setiap kegiatan, silaturahim menjadi bungkus yang mengemas tali persaudaraan dan kekeluargaan setiap langkahnya. Hal yang lazim dilakukan oleh seorang insan tauladan. "Yang seperti ini hanya dapat di Indonesia, tidak ada di negara lain. Karena silaturahim itu bisa membawa keberkahan, memperpanjang usia dan memperbanyak rezeki," itulah sekilas pesan Erry di banyak kesempatan bertemu, baik dalam posisi formal sebagai Gubernur, Pimpinan Partai maupun seorang pribadi. Dan lapangan apel Kantor Gubernur menjadi saksi bagaimana silaturahim terus dijaga, bahkan di hari-hari terakhir seorang Tengku Erry, menjalankan peran, amanah dan tugasnya sebagai pemimpin masyarakat Sumatera Utara. Pesan verbal dan non verbal dari adik Tengku Rizal Nurdin (mantan Gubsu), betapa pentingnya hubungan baik berbunga senyum kepada orang lain, dan kepada semua insan. Barangkali pesan ini juga yang ingin disampaikannya kepada seluruh handai tolan yang hadir di momentum perayaan Idul Fitri 1439 H Gubernur Sumut di lapangan apel yang biasa ia gunakan sebagai inspektur upacara. Ribuan orang pun hadir memadati lokasi sejak pagi, Sabtu (16/6), hingga sore hari lalu. Salam, selamat, bermaafan, doa hingga harapan masyarakat tertuju pada sosok Erry, yang berharap agar tokoh panutan sekaligus politisi sejati menurut berbagai pihak itu, mendapati langkah lebih baik. Tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk Sumatera Utara, Agama, Bangsa dan Negara. Di luar kantor Gubernur Sumut, juga terpasang sejumlah poster di sepanjang jalan Diponegoro, menyampaikan salam terimakasih kepada Tengku Erry, yang telah membawa kemajuan di provinsi ini, mengantarkan pembangunan untuk dilanjutkan di masa mendatang. Tak sungkan Tengku Erry menyapa dan menyalami masyarakat yang hadir. Bahkan beberapa kali Tengku Erry dan sang istri Evi Diana Erry mempersembahkan lagu untuk para hadirin. Selain masyarakat, tampak hadir juga Bupati Serdangbedagai Soekirman, Walikota Binjai HM Idaham SH MSi, Sekdaprovsu Dr Hj R Sabrina, para pimpinan OPD Provsu dan undangan lainnya. Foto bersama pun menjadi pilihan utama masyarakat yang antusias hadir di acara tersebut. Meskipun terbilang sederhana, namun nuansa kekeluargaan dan kedekatan warga dengan pemimpin terlihat jelas, sejak pagi hingga sore hari. Memelihara silaturahim ala Tengku Erry Nuradi. (ril)

Halal bi Halal di Rumah Dinas Gubsu Erry Penuh Keakraban dan Kegembiraan


Medan I Faktaonline.net - Suasana penuh keakraban dan kegembiraan mewarnai acara Halal bi halal Idul Fitri 1439 H yang digelar Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi di Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman No 41 Medan, Jumat (15/6/2018), usai shalat Ied bersama ribuan masyarakat Medan. Selain Gubsu Erry, tampak Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurajizah Marpaung SH MH dan Sekdaprovsu Dr Ir Hj R Sabrina MSi bersama Ketua TP PKK Provsu Ny Hj Evi Diana Erry terlihat kompak menyambut para tamu dari berbagai kalangan yang mulai hadir sejak pagi. Terlihat unsur Forkopimda Provsu seperti Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo SIP dan Wakapoldasu Brigjend Pol Drs Agus Andrianto SH, Konjen/Konsul Negara Sahabat, Kepala Kanwil Instansi Vertikal serta Kepala OPD di lingkungan Pemprovsu.
Dalam acara tersebut, Gubsu Erry menghibur para tamu dengan menyanyikan beberapa lagu kesayangannya, diantaranya 'Sio Mama' dan 'Pergi untuk Kembali'. Dalam penampilannya Erry Nuradi juga menyelipkan pesan agar semua pihak menjaga Sumut tetap aman dan kondusif, khususnya menghadapi pesta demokrasi yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Tidak hanya menyanyikan lagu, Gubsu Erry ternyata sudah menyiapkan CD rekaman lagunya, untuk dibagikan kepada para tamu yang hadir sebagai cinderamata. Usai membawakan 4 lagu, Gubsu Erry mengundang Kapoldasu Paulus Waterpauw untuk bersama naik ke panggung. Kapoldasu bersama istri membawakan 2 lagu yang berjudul 'Sio Mama' dan 'Anakku na Burju'. Suasana semakin riuh, ketika Djarot Saiful Hidayat bersama rombongan datang ke acara halal bi halal. Gubsu, Wagubsu dan Kapoldasu serentak menyambut. Acara semakin ramai karena Kapoldasu meminta Djarot dan istri bernyanyi untuk menghibur para tamu. Satu buah lagu daerah Jawa dan sebuah lagu dangdut Terajana membuat sebagian yang hadir turut bergoyang menikmati keriangan lagu. Semua tamu yang hadir antusias saling bersalaman dan berfoto bersama Gubsu Erry. Halal bi halal di gubernuran itu berlangsung hingga menjelang shalat Jumat.
Usai Shalat Jumat, Gubsu Erry bersama Ketua TP PKK, Sekdaprovsu dan rombongan kemudian lanjut ber halal bi halal ke Rumah Dinas Wakapolda Sumut. Ditempat ini Gubsu Erry beserta rombongan disambut hangat Wakapolda dan istri, beserta jajarannya. Meski tidak lama, Gubsu Erry sempat menikmati aneka hidangan yang disuguhkan sambil diiringi lantunan lagu-lagu. Usai dari rumah dinas Wakapoldasu, rombongan melanjutkan ber Halal bi halal ke kediaman Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo SIP, Danlantamal I Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto SE MSi dan Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI Ir Tri Bowo Budi Santoso MM Mtr (ril).

Gubsu Erry dan Ribuan Masyarakat Shalat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Medan


Medan I Faktaonline.net - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi shalat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H bersama ribuan warga Kota Medan di Lapangan Merdeka, Jumat (15/6/2018).
Hadir juga Wakil Gubernur Sumut Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution serta unsur Forkopimda Provsu dan Pemko Medan. Shalat Idul Fitri yang digelar Pemerintah Kota Medan, diimami Ustadz Drs H Syaifuddin Hazmi Lubis (qori internasional), dengan khatib Dr H Ahmad Zuhri Lc MA (dosen Tafsir AlQuran UINSU Medan).
Dalam khutbahnya, H Ahmad Zuhri mengusung tema 'Idul Fitri sebagai mementum perubahan peradaban Kota Medan'. "Ramadhan telah berlalu, sebagai umat muslim tentunya bulan suci itu merupakan momen yang sangat penting, karena bulan penuh pengampunan, maka ramadhan selalu ditunggu menjadi ladang pahala,"paparnya.
Untuk itu, kata Dosen UINSU ini, seluruh umat muslim harus kembali memohon kepada Allah SWT, agar tahun depan bisa bertemu kembali di bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah.
Usai melaksanakan Shalat, Gubsu Erry Nuradi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir Batin untuk seluruh jamaah shalat Ied. "Saya atas nama pribadi, atas nama keluargaan juga atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mohon maaf lahir batin. Mari kita jadikan momentum ini menjadi media untuk saling bermaafan, "ujar Gubsu.(ril)

SATGAS YONIF 121/MK Laksanakan Takbiran Dan Sholat IED Serta Halal Bi Halal Bersama Masyarakat


Keerom Papua I Faktaonline.net - Setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Islam akan mendapatkan hari kemenangan, yakni Idul Fitri. Dipenghujung puasa, tepatnya malam hari, banyak dijumpai orang-orang membaca takbir, baik itu berkeliling maupun di tempat ibadah. Kegiatan semacam ini biasa dikenal dengan sebutan Takbiran.
Demikian juga yang dilakukan oleh Satgas Yonif 121/MK disamping tugas dan tanggung jawabnya melaksanakan pengamanan perbatasan negara di Sektor Utara Papua Indonesia dan setelah melaksanakan puasa di bulan ramadan selama satu bulan penuh bersama dengan warga melaksanakan Takbiran berkeliling kampung di daerah perbatasan negara. Tepatnya dipenhujung bulan Ramadhan tanggal 15 Juni 2018 malam setelah maghrib mengambil titik awal di Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Yonif 121/MK yang berada di Kampung Wonorejo Kabupaten Keerom Papua personel Satgas Yonif 121/MK bersama warga setempat melaksanakan takbiran mengelilingi kampung. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 121/MK Letkol Inf Imir Faishal bersama-sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kampung Wonorejo. Takbiran dilaksanakan dengan aman dan tertib hingga pukul 24.00 WIT dengan titik akhir di Masjid Miftahul Huda Kampung Wonorejo. Warga Kampung Wonorejo yang mengikuti Takbiran merasa senang dengan mendapatkan pengawalan oleh Satgas Yonif 121/MK sehingga Takbiran dapat berjalan denga aman dan tertib.

Keesokan harinya tanggal 16 Juni 2018 tepatnya 1 Syahwal 1439 H kegiatan dilanjutkan kembali dengan melaksanakan Sholat Idul Fitri bersama-sama denga masyarakat bertempat di Masjid Miftahul Huda Kampung Wonorejo. Sholat Idul Fitri berjalan dengan hikmat dan penuh dengan kekhusyukan serta dengan cuaca yang cerah. Setelah selesai melaksanakan Sholat Idul Fitri masih di Masjid Miftahul Huda personel Satgas Yonif 121/MK melaksanakan jabat tangan dan saling bermaaf-maafan dengan warga setempat dan dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah-rumah penduduk untuk bersilahturahmi dengan penuh keakraban. Selanjutnya dibawah pimpinan Dansatgas Letkol Inf Imir Faishal kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi pos-pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) yang ada di bawah jajaran Satgas Yonif 121/MK yang berada di wilayah kabupaten Keerom Papua. Kegiatan merayakan hari raya Idul Fitri di pos-pos Pamtas lainnya juga terasa dengan penuh suka cita walaupun dilaksanakan dengan sederhana. Bagi prajurit Satgas Yonif 121/MK hal semacam ini bukan pertama sekali dilaksanakan dengan merayakan hari raya Idul Fitri di daerah operasi tanpa keluarga dekat mendampingi seperti halnya yang diungkapkan salah seorang personel Satgas Yonif 121/MK Lettu Inf Erwin Nugraha Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Satgas Yonif 121/MK yang telah dua kali melaksanakan operasi Pamtas di wilayah Papua ini dimana dua kali berturut-turut juga merasakan hari raya Idul Fitri tidak bersama keluarga terdekat. ?Memang rasa sedih ada di hati dimana yang seharusnya dapat merayakan hari kemenangan ini bersama-sama dengan keluarga terdekat, namun apa boleh buat karena tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara saya harus dapat mengorbankan waktu saya dengan jauh dari keluarga dan saya juga harus tetap bersemangat?, ungkap Erwin.(ril)

Pangdam I/BB Bersama Ratusan Warga Laksanakan Sholat Ied



Medan I Faktaonline.net. - Panglima Kodam (Pangdam) I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo,didampingi Kasdam I/BB Brigjen TNI T. Beny Firmansyah dan segenap warga Makodam I/BB,melaksanakan Sholat Idul Fitri 1439 H bersama ratusan masyarakat sekitar di Lapangan Apel Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Jumat(15/6/2018).
Dalam khutbahnya Imam/Khotib mengatakan bulan ramadahan merupakan yang penuh berkah dan rahmat serta bulan pembinaan kaum muslimin menuju derajat muttaqiin dan hari ini kita merayakan kemenangan di bulan Syawal dengan mengumandangkan gemuruh takbir, tahlil, tahmid untuk mengumandangkan asma Allah. Banyak sudah pelajaran dan kesadaran yang telah didapatkan. Kita sadar, saat berpuasa meski di tempat yang sangat sepi dan kita sendirian tak mungkin kita minum air meski hanya seteguk. Bahkan air setetes pun kita jaga agar tidak sampai ke dalam tenggorokan kita. Mengapa? Karena kita sadar bahwa Allah melihat kita. Meski kita sendirian tetap dilihat Allah. Sungguh luar biasa, puasa telah menyadarkan kita akan pengawasan Allah atas diri kita hingga pada tingkat yang sekecil-kecilnya. Puasa ramadhan membuktikan bahwa kebersamaan (berjamaah) adalah penuh berkah dan menjadikan sesuatu yang berat menjadi sangat ringan. Kita ummat Islam adalah ummat yang satu. Andaikan semangat dan spirit kebersamaan ini benar-benar kita wujudkan maka pasti menjadi yang paling baik, kuat dan hebat. Kemudian kita sadar bahwa dalam hidup ini hendaknya saling cinta mencintai. Puasa telah mengajarkan kita empati dan berbagi terhadap sesama. Kita berpuasa tapi ada makanan untuk berbuka. Kita berpuasa tapi hanya dalam hitungan beberapa jam saja. Ada di antara kita yang berpuasa tapi tidak ada makanan untuk berbuka dan tanpa batas waktu karena memang tak ada. Itulah maka semuanya kita diakhir Ramadhan diwajibkan menunaikan zakat fitrah, untuk kaum fakir dan miskin
Hadir dalam sholat Idul Fitri tersebut Para Staf Ahli Pangdam I/BB dan Staf Khusus Pangdam I/BB, Pa LO TNI AL Kodam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB, Para Dansat BS wilayah Medan dan Ketua Persit KCK PD I/BB serta Wakil Ketua Persit KCK PD I/BB beserta Pengurus Persit KCK PD I/BB.(red)

H Zainuddin Mars Bersama Ribuan Jamaah Sholad Ied di Lapangan Tengku Raja Muda


Deliserdang I Faktaonline.net - Plt Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars dan keluarga serta ribuat umat muslim Kecamatan Lubuk Pakam dan sekitarnya melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah, di Lapangan Tengku Raja Muda Lubuk Pakam, Jumat (15/6/2018) pagi. Zainuddin yang mengenakan bajo koko lengan panjang lengkap dengan kopiah hitam dan keluarga tiba di lokasi shalat pukul 07.15 WIB bersama Istri Hj Asdiana Zainuddin serta anak, menantu dan cucu. Sesampainya Lapangan Tengku Raja Muda Lubuk Pakam, Plt Bupati dan keluarga langsung menempati saf,sementara, sang istri Hj Asdiana Zainuddin menuju ke barisan terdepan jemaah perempuan. Shalat Idul Fitri dimulai tepat pukul 07.30 WIB. Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Medan Sumatera Utara Dr H Akmaluddin Syahputra M.Hum bertindak sebagai khatib dan bertindak sebagai Imam Sholad Idul Fitri Alustad H Khairul Bahri. Unsur FKPD, Sekdakab Deli Serdang Darwin Zein dan Asisten serta sejumlah Kepala Dinas dan Badan tampak ikut shalat, antara lain Kadis Dukcapil Mahruzar, Plt Kadis Kesehatan dr Ade Budi Krista, Kadis Perkim Khairom Rizal.
Dr H Akmaluddin Syahputra M.Hum dalam khutbahnya menyampaikan bahwasannya tanpa terasa sebulan sudah kita melaksanakan ibadah Ramadhan,disiang hari kita berpuasa dan di malam hari melaksanakan qiyamul lail serta tadarus Al Quran dan diakhir Ramadhan kita diwajibkanunutk suatu perbuatan yang punya makna sosialyang mendasar yaitu mengeluarkan zakat fitrah terhitung pada awal malam syawalhingga selesai shalat ied ini,sebagai pembersih bagi kita yang berpuasa dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin.
Usai melaksanakan Sholad Idul Fitri, Plt Bupati H Zainuddin Mars bersama keluarga mengadakan open House di Kediaman dinasnya di Komplek Kantor Bupati, tampak hadir tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh Pemuda unsur FKPD, Pimpinan OPD dan Staf. Sebelumnya ribuan masyarakat dari 22 kecamatan se Deli Serdang tumpah ruah mengikuti pawai takbir Idul Fitri yang dilepas Plt Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars dari Jalan T Imam Bonjol (depan Lapangan Tengku Rajamuda) Lubukpakam,Kamis (14/6/2018) malam. Pawai takbir yang diikuti ribuan tersebut begitu meriah dengan berbagai kenderaan hias.Bahkan,tak sedikit pula peserta yang membawa obor dengan berjalan kaki. Hal ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Lubukpakam dan sekitarnya untuk melihat pawai takbir.Buktinya disisi kiri kanan jalan Jalan T Imam Bonjol,jalan Sutomo,jalan Sudirman dipadati warga.(DS 01)

Pilgubsu 2018 , Saat Pemilih Mencoblos Tetap Tunjukkan KTP -Elektronik

KPU Sumut: Pemilih Tetap Wajib Tunjukkan E-KTP Saat Mencoblos

Medan I Faktaonline.net - Anggota Komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara, Ir Benget Manahan Silitonga, menjelaskan arti surat edaran KPU RI yang bernomor 574/PL.03.6-SD/06/KPU/VI/2018 tentang Penyelenggaraan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan 2018.Dalam poin 2 (a) Surat Edaran KPU RI tersebut dijelaskan, saat memberikan suara di TPS pemilih yang terdaftar dalam DPT menunjukkan formulir Model C6-KWK dan menunjukkan KTP-Elektronik atau surat keterangan (suket) dari Disdukcapil kepada KPPS."Poin 2 (a) itu merupakan ketegasan dari bunyi pasal 7 ayat (2) PKPU Nomor 8/2018. Jadi saat masyarakat menggunakan hak pilih wajib menunjukkan formulir C6-KWK dan KTP-El atau suket dari Disdukcapil," katanya kepada Analisadaily.com, Senin (11/6/2018).
Akan tetapi, terang Benget, jika saat menggunakan hak pilih nanti sebagaimana poin 2 (a) tersebut si pemilih yang terdaftar di DPT tidak dapat menunjukkan KTP-El atau Suket maka, tetap dapat menggunakan hak pilihnya di TPS.
poin 2 (b) surat edaran KPU RI, seandainya saat hendak mencoblos KTP Elektronik atau suketnya hilang tetap dapat menggunakan hak pilih dengan menunjukkan formulir Model C6-KWK kepada petugas KPPS.Dan, petugas KPPS harus memastikan, formulir yang dibawa sesuai dengan pemilih yang bersangkutan."Artinya petugas KPPS itu harus jeli dan mengenali dengan benar, pemilih yang hanya menunjukkan formulir C6-KWK benar-benar warga sekitar yang dekat dengan lokasi TPS," tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, keterangan tersebut merupakan opsi bagi pemilih agar tetap terjamin hak pilihnya saat hari pemungutan suara Pilkada, 27 Juni 2018.Sebab, kata Benget, surat edaran KPU RI bukan instruksi langsung agar pemilih tidak wajib menunjukkan KTP Elektronik atau suket saat menggunakan hak pilihnya."Menunjukkan KTP atau suket itu tetap wajib saat memilih karena itu sudah ditegaskan dalam PKPU 8/2018. Akan tetapi, surat edaran ini semacam kelonggaran jika misalnya KTP atau suket itu hilang," ungkapnya.
Jadi intinya, sambung Benget, jangan langsung salah menafsirkan poin 2 (b) surat edaran tersebut bahwa tidak wajib menunjukkan KTP-El atau suket dan datang ke TPS hanya menunjukkan formulir C6-KWK.
.Lebih lanjut ia berharap seluruh KPU kabupaten/kota di Sumut tetap mensosialisasikan kepada pemilih untuk tetap membawa dan menunjukkan KTP-El atau suket ke TPS saat menggunakan hak suara.(amd)

Safari Ramadhan di Air Joman , Wagubsu Nurhajizah Didoakan Ratusan Ulama dan Anak Yatim


Medan I Faktaonline.net - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH bersama rombongan mengadakan Safari Ramadhan dan buka puasa bersama warga Air Joman di Masjid Besar Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan,Selasa (12/6/2018). Kedatangan Wagubsu Nurhajizah mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Bahkan, seratusan ulama, anak yatim dan masyarakat mendoakan orang nomor 2 Sumut ini, agar terus mendapat kesehatan dan berkarya untuk Sumut, khususnya di tanah kelahirannya Asahan. Ketua MUI Kecamatan Air Joman Mulia Sakti Siregar dalam sambutannya mengatakan, bahwa keberadaan Nurhajizah sebagai Wakil Gubernur Sumut membuat warga Asahan bangga, karena sangat peduli pada masyarakat Sumut, terlebih Kabupaten Asahan. "Untuk itulah masyarakat Asahan masih berharap agar Ibu Nurhajizah tetap memperhatikan Kabupaten Asahan meski tak lagi menjabat sebagai Wagubsu," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wagubsu Nurhajizah menyampaikan terimakasih atas sambutan yang sangat baik dari warga Air Joman.
Dikatakannya, Safari Ramadhan selain menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakatnya. "Dari silaturahmi kita punya keuntungan mulai dari menambah rezeki, kesehatan, juga kita bisa mengetahui keberadaan masyarakat atau saudara kita," katanya.
Nurhajizah mengakui, Safari Ramadhan ini merupakan yang ketiga kalinya ia lakukan di Asahan. Karena sebagai putri daerah sangat prihatin dengan maraknya kasus narkoba di kalangan remaja di kampung halamannya (Asahan). "Kita tahu kalau Asahan dan Tanjung Balai sangat dekat dengan pintu masuknya bahan-bahan narkotika, untuk itu saya berharap kepada semua instansi terkait termasuk aparat penegak hukum untuk menutup atau terus mengawasi jalur atau pintu masuk narkoba tersebut," harapnya.
Dikatakan Nurhajizah, kasus narkoba tidak hanya melanda orang dewasa, tapi juga para remaja putra dan putri. "Saya melihat sendiri jumlah pengguna dan korban narkoba sangat banyak di Lapas Tanjung Gusta, khususnya remaja putri, dan info yang saya dapat awalnya mereka adalah korban, hingga menjadi pemakai. Oleh karena itu, mari kita jaga dengan mengawasi prilaku sehari-hari anggota keluarga kita agar tidak terjerumus ke narkoba," katanya.
Disampaikan juga, telah dibangun kantor balai pengawasan makanan dan minuman untuk mengetahui kualitas dari produk makanan dan minuman, kosmetik impor yang beredar di Kota Tanjung Balai. "Mengingat Kota Tanjung Balai juga merupakan pintu masuk makanan dan minuman juga kosmetik impor tak perlu lagi ke Medan untuk mengetahui kandungan dari produk impor tersebut,"ujarnya.
Sementara Safari Ramadhan yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan itu juga diisi dengan pemberian tali asih dan cinderamata kepada para ulama dan anak yatim. Turut hadir dalam acara itu Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu Hj Nurlela, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas S Sitorus SE MPd, Ketua MUI Kecamatan Air Joman Mulia Sakti Siregar, para ulama dan tokoh masyarakat.(red)

Walikota : Pemko Medan Gelar Pawai Takbiran Mobil Hias


Medan I Faktaonline.net - Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan menggelari pawai takbir dengan mengendarai kenderaan hias di Jalan Pulau Penang, persisnya seputaran Lapangan Merdeka Medan, Kamis (14/6/2018) malam.
Pawai takbiran ini dilakukan sebagai ungkapan rasa kegembiraan untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H. “Pawai takbiran ini akan dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Ratusan kenderaan hias akan mengikuti pawai tabiran .Kita harapkan pawai takbiran ini berjalan dengan lancar dan tertib sehingga tidak menyebabkan terjadinya kemacetan,” kata Wali Kota Medan Drs H T Dzuli Eldin S MSi di Medan, Rabu (13/4/2018).
Untuk itulah kata Wali Kota mengingatkan, selama belangsungnya pawai takbiran, seluruh peserta diminta senantisa tertib, mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas serta selalu menjaga keselamatan di jalan. Yang lebih penting lagi, para peserta dilarang ugal-ugalan di jalan. “Jangan sampai pawai takbiran ini sampai mengganggu kemacetan arus lalu lintas, sebab dapat menghilangkan makna kebesaran Asma Allah yang dikumandangkan. Jadi marilah kita jaga ketertiban berlalulintas selama berlangsungnya pawat takbiran,” pesannya.
Wali Kota menjelaskan, pawai takbiran yang dilakukan sebagai upaya untuk mensiarkan keberasan Asma Allah. Sebab bagi umat Islam, terangnya, disunahkan membesarkan Asma Allah setelah menyelesaikan ibadah puasa selama sebulan penuh baik itu di masjid, surau maupun langgar. Agar pelaksanaan pawai takbiran berjalan dengan lancar, Wali Kota minta kepada seluruh peserta agar dapat berkumpul mulai pukul 16.00 WIB di Jalan Pulau Penang dan Jalan Stasiun. Kepada seluruh panita yang terlibat, Wali Kota mengingatkan agar mengelola pawai takbiran dengan sebaik-baiknya sehinga berjalan dengan tertib dan lancar serta tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Adapun rute pawai takbiran ini start dimulai dari Jalan Pulau Penang-Jalan Balai Kota-Jalan Guru Patimpus-Jalan Gatot Subroto-Jalan Iskndar Muda-Jalan Gajah Mada-Jalan S Parman-Jalan Sudirman-Jalan Ir H Juanda-Jalan Sisingamangaraja (seputaran Stadion Teladan) dan finish di Jalan Pulau Penang kembali,terang Walikota.
Selama persiapan dan pelaksanaan pawai berlangsung, Wali Kota pun tak menutupi kemungkinan akan mengurangi kenyamanan masyarakat pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut. Oleh karenanya atas nama pribadi dan Pemko Medan, Wali Kota menyampaikan permintaan maaf. “Atas kekurang nyamanan masyarakat pengguna jalan yng terjadi, saya mita maaf. Selanjutnya saya juga menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan yang ingin melintasi kawasan Lapangan Merdeka, saya harap bisa mengambil jalan alternative karena kenderaan di kawasan itu akan memadat. Atas perhatian dan pengertian warga, saya ucapkan terima kasih,” ungkapnya.(amd)

SATGAS YONIF 121/MK LAKSANAKAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI BULAN RAMADHAN


Keerom Papua I Faktaonline.net - Bagi umat Islam bulan Ramadhan memberi banyak berkah dan sangat istimewa. Pertama, tentu karena ada ibadah puasa yang menjadikan muslim dapat membina dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat menghindari diri dari perbuatan yang buruk. Puasa juga memberi kemampuan bagi muslim untuk meninggikan derajat diri, juga memberi motivasi bagi diri untuk menjadi hamba Allah yang berbakti dan tentunya lebih dekat. Tidak hanya puasa, bulan Ramadhan juga biasa diwarnai dengan pelaksanaan ibadah shalat taraweh, tadarus dan juga ibadah lainnya yang pahalanya berlipat ganda. Ibadah tersebut selain menghasilkan pahala yang berlipat, juga meningkatkan silaturahmi antar manusia. Itulah kenapa bulan suci ini selalu ditunggu-tunggu. Masih ada keistimewaan dari bulan Ramadhan lainnya. Antara lain, fakta bahwa kitab suci umat Islam, Al Quran diturunkan pada bulan Ramadhan. Tepatnya, pada tanggal 17 Ramadhan. Momentum istimewa tersebut selalu diperingati dengan menggelar tadarus atau baca Al Quran bersama-sama di masjid atau di rumah masing-masing, sampai menjelang sahur. Selain agar tetap terjalin hubungan silahturahmi dengan masyarakat serta dalam rangka menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa di bulan Ramadhan ini Satgas Yonif 1221/MK melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan bersama masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain Pengajian dan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, pemberian Kuliah Tujuh Menit (Kultum) dan pertunjukan seni musik Marawis.serta menyelenggarakan buka puasa bersama dengan masyarakat. Pada pemberian Kultum yang rutin diisi oleh prajurit-prajurit Satgas Yonif 121/MK dilakukan secara bergantian dengan masyarakat di masjid-masjid yang ada di sekitar pos-pos perbatasan selama bulan Ramadhan ini, seperti halnya di Masjid Miftahul Huda di Kampung Wonorejo Keerom Papua.
Sementara itu di Masjid Al Irsyad Kampung Wambes personel Satgas Yonif 121/MK menggelar pengajian rutin dan mengajar mengaji kepada anak-anak dan remaja. Demikian juga untuk seni musik Marawis yang dimiliki Satgas Yonif 121/MK yang terus mengisi kegiatan-kegiatan di masjid-masjid yang ada di sekitar pos perbatasan, dimana sebelumnya juga pernah diundang di Polres Keerom dalam acara buka puasa bersama, dan di Koramil Arso serta di Masjid Kuba Arso Kota bersama-sama dengan masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan untuk mempertebal keimanan dan ketaqwaan prajurit Satgas Yonif 121/MK kepada Tuhan Yang Maha Esa serta juga menjalin silahturahmi kepada masyarakat di sepanjang garis batas negara, karena bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan kebahagiaan, bahagia karena pintu ampunan dan keberkahan makin terbuka lebar. Selain itu bulan Ramadan juga membawa umat dalam kehidupan religius yang lebih dalam, iman yang lebih kuat dan meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.(ril)

Ketum IWO Minta Penegak Hukum Usut Kematian Muhammad Yusuf


Jakarta I Faktaonline.net - Ihwal meninggalnya Muhammad Yusuf di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Baru, Kalimantan Selatan, Minggu (10/6/2018), tak ayal kembali membuat mata insan pers di tanah air terbelalak. Pernyataan duka dan simpati mengalir dari kalangan insan pers, tak terkecuali dari jajaran anggota Ikatan Wartawan Online di sejumlah daerah.
Muhammad Yusuf diketahui merupakan tersangka Polres Kotabaru, Kalimantan Selatan, terkait kasus pencemaran nama baik menyusul pemberitaan  yang dituduhkan merupakan bagian dari provokasi dan menghasut, sehingga dianggap merugikan PT Multi Sarana Agro Mandiri ( PT MSAM).
Muhammad Yusuf disangkakan dan dituduh telah melanggar Pasal 45 A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik berkaitan dengan pemberitaan tentang adanya dugaan kisruh PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) sebuah perusahaan milik pengusaha terkemuka di Kalimantan Selatan dan berdasarkan laporan Staff Humas PT. MSAM (Multi Sarana Agro Mandiri) sejak Maret lalu.
Bertalian dengan perkara yang mendera Muhammad Yusuf sekaligus kasus kematian almarhum, Pengurus Pusat IWO sebagai bagian dari masyarakat pers, pertama kali menyatakan rasa prihatin dan duka mendalam terhadap meninggalnya almarhum Muhammad Yusuf. Di samping itu, sebagai sebuah refleksi terhadap peristiwa ini,
Pimpinan Pusat (PP) IWO merasa berkepentingan untuk menyatakan sikap atas peristiwa tersebut dikarenakan hal ini adalah salah satu persoalan genting menyangkut isu kebebasan pers yang juga merupakan parameter dalam sebuah negara hukum yang berdemokrasi.
Pertama, kematian Muhammad Yusuf yang ditahan di  Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Baru, Kalimantan Selatan, diketahui adalah berstatus tahanan Kejaksaan. Adapun pihak Lapas adalah pihak yang menerima titipan tahanan dari Kejaksaan Negeri setempat. Dengan perkataan lain, dua lembaga ini terlibat dalam hal pertanggungjawaban terhadap kematian Muhammad Yusuf.
Pertanggunggungjawaban itu menyentuh aspek pelaksanaan tugas pihak LP maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara tersebut. Dalam pada itu, apakah pihak Kejaksaan cq Jaksa penuntut umum telah menangani tahanannya secara patut dan layak ? Lantas ketika dalam masa tahanan, APAKAH TIDAK TERLACAK KONDISI MUHAMMAD YUSUF YANG BERADA DALAM KONDISI TIDAK SEHAT ? APAKAH PERNAH ADA DOKTER YANG MEMERIKSA MUHAMMAD YUSUF? DAN YANG TERPENTING PULA, APAKAH TIDAK DIJADIKAN PERTIMBANGAN SEDARI AWAL MENGENAI KONDISI MUHAMMAD YUSUF SEBELUM PADA AKHIRNYA DIPUTUSKAN UNTUK DITAHAN ?
Kedua, pada bagian akhir uraian pertanyaannya di point satu di atas, mencuat pula pertanyaan tertuju kepada  kepada pihak Polres Kotabaru yang menyidik perkara ini. Bahwa di dalam perkara yang melibatkan insan pers dalam menjalankan fungsinya berdasarkan Undang-Undang No.40 Tahun 1999, acapkali insan pers khususnya dari kalangan media online dibayang-bayangi oleh jerat pidana sebagaimana pengaturan Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sebagai sebuah konsekwensi dari negara hukum, keberadaan UU ITE tetaplah harus dihormati. Namun, yang perlu disadari dan perlu dikritisi adalah menyangkut penerapannya. Dalam pada itu, sudahkah penerapan daripada undang-undang tersebut memang telah menyentuh aspek filosofi daripada tujuan pembentukan undang-undang ? Benarkah ketentuan Undang-Undang ITE secara serta merta dapat menjerat wartawan dalam menjalankan fungsinya ? Dalam pada itu, IWO mengkhawatirkan, penegak hukum tidak dapat membedakan antara pelaksanaan tugas pers dengan pelaku tindak pidana yang memiliki sikap kalbu yang secara jelas merupakan bagian dari subjek hukum yang menjadi pelaku tindak pidana di dalam undang-undang ITE.
Ketiga, PP IWO memang menyadari ada hal-hal di dalam ketentuan Undang-Undang ITE secara dogmatik tak dapat terelakkan mampu menjerat insan pers. Namun kalangan penegak hukum yang secara ongebreideld (merajalela) tanpa memperhatikan sistematika hukum, menciptakan kekhawatiran akan redupnya kembali kondisi kebebasan pers yang diharapkan hingga matinya iklim demokrasi di negeri ini ke depan. Bertalian dengan penerapan UU ITE terhadap wartawan, delik yang kerap digunakan yakni delik pencemaran nama baik, maka di dalam penerapannya penegak hukum hendaknya merujuk kepada Pasal 310 KUHP, dimana pada ayat (3) Pasal 310  termaktub benteng perlindungan bagi wartawan dalam menjalankan fungsinya. Penerapan UU ITE terhadap insan pers selama ini cenderung mengabaikan hal itu.
Keempat,  mengenai keberadaan UU Pers dalam kaitannya dengan adanya unsur pidana dalam suatu kegiatan pers. PP IWO tidak dapat menyangkal bahwa UU Pers, tidak melakukan pengaturan mengenai pertanggungjawaban pidana atas sebuah kegiatan pers yang terkategori sebagai tindak pidana. Meskipun pada akhirnya diterapkan undang-undang lain untuk menjerat insan pers, UU pers tetaplah memiliki semangat restoratif justice guna melindungi pihak-pihak yang beritikad baik dengan adanya sarana hak jawab dan hak koreksi.(r/syah99)