32 Mitra Binaan Memperoleh Modal Usaha dari PTPN III (Persero)


Medan I Faktaonline.net - Sebanyak 32 mitra binaan memperoleh modal usaha dari PTPN III (Persero), Kamis (18/10/2018), di aula Kebun Aek Nabara Utara, Distrik Labuhanbatu III. Penyaluran dana Mitra Binaan tersebut merupakan program Kemitraan Triwulan III Tahun 2018.

Penyerahan dilakukan SEVP SDM dan Umum PTPN III (Persero), Ahmad Gusmar Harahap yang didampingi oleh Kepala Bagian PKBL, Unang Kuswono Manajer KANAS dan KANAU kepada 17 mitra binaan baru dan 15 mitra binaan lanjutan. Mitra binaan baru pada triwulan ketiga adalah UMKM yang berdasarkan survey dan penilaian yang dilakukan oleh tim dari bagian PKBL.  Para pengusaha kecil dan menengah yang dinilai tersebut kemudian dianggap mampu dan bisa mengembangkan sektor usahanya.

Gusmar Harahap dalam sambutannya mengatakan kepada para mitra binaan bahwa pada prinsipnya pinjaman hanya bisa diberikan sebanyak tiga kali kepada mitra binaan yang sama dan total pinjaman tertinggi sebanyak Rp 200 juta dengan harapan agar usaha para mitra binaan yang terdiri dari UMKM bisa berhasil dan menjadi mandiri.

Total dana kemitraan yang disalurkan pada periode ini mencapai Rp 1,035 miliar untuk mitra binaan yang berada di sekitar wilayah kerja di DLAB1, DLAB2 dan DLAB3, meliputi Kabupaten Labuhanbatu, Labura, Labusel dan Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Untuk meningkatkan kompetensi dalam berwirausaha, para mitra binaan juga diberikan pelatihan dan pengarahan selama 2 hari. “Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan pengelolaan keuangan dan kompetensi mitra binaan dalam berwira usaha sehingga bisa mampu bersaing di pasaran”, imbuh Gusmar.
  
Ahmad Gusmar Harahap, SEVP SDM dan Umum PTPN III mengharapkan usaha yang dikelola para mitra binaan dapat meningkat lebih baik dan menyicil angsuran secara tepat waktu.  Ia juga mengingatkan bahwa bila kedapatan para penerima pinjaman dana bergulir ini memberikan tips kepada para petugas akan dikenai tindakan khusus kepada kedua belah pihak. 

Dalam rangka menanggulangi risiko, PTPN III bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Tania, Tbk di Medan untuk mengikuti program asuransi jiwa.  Untuk jaminan agunan dari para mitra binaan ke perusahaan, maka digunakan jasa notaris melalui Kantor Notaris Dody Safnul, SH.(Rel)

Gubsu Edy Ajak Anggota DPD RI Bersama-sama Membangun Sumut

Medan I Faktaonline.net - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengajak seluruh anggota DPD RI asal Sumut untuk bersama-sama membangun daerah ini. Karena masih banyak persoalan yang ada di Sumut yang belum terselesaikan. Padahal, banyak sumber daya alam, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Hal itu disampaikan Gubernur Edy ketika menerima anggota DPD RI asal pemilihan Sumut, Senin (22/10) di Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan.
Anggota DPD RI yang hadir adalah Darmayanti Lubis, Dedi Iskandar Batubara dan Parlindungan Purba.

Gubernur Edy yang didampingi Wakil Gubernur Sumatera utara (Wagubsu) Musa Rajekshah dan Kepala Bappeda Irman, mengungungkapkan, ketika dirinya meninjau korban banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), masih melihat banyak masyarakat miskin di daerah itu. Padahal, Madina merupakan salah satu daerah yang sangat subur. "Sangat miris rasanya, di Madina masih ada rakyat yang kesehariannya hanya memakan 3 potong keladi, padahal Madina itu tanahnya subur," ungkap Edy.

Gubsu Edy juga menyampaikan, bahwa kebanyakan yang menjadi korban bencana banjir bandang adalah masyarakat yang tinggal di lembah. Di lokasi yang seharusnya tidak layak untuk dihuni masyarakat. "Banyak persoalan yang ada di Sumatera Utara ini. Untuk menyelesaikannya kami meminta dukungan dari para anggota DPD RI sebagai wakil masyarakat Sumatera Utara di pusat. Kita harus bekerjasama untuk mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat dan demi kesejahteraan masyarakat di daerah ini," ajak Edy.
Untuk itu pula, Edy dalam kesempatan itu meminta agar ada pertemuan rutin antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, pemerintah kabupaten/kota, DPR RI dan DPD RI, serta masyarakat guna membahas persoalah-persoalan yang ada di Sumut. “Bila memungkinkan kita mengadakan pertemuan tiga bulan sekali. Di sana kita masing-masing membawa persoalan-persoalan yang akan kita cari penyelesaiannya,” harap Edy.
Gubsu Edy bersama Wagubsu Musa Rajekshah menyakini, bahwa kolaborasi antara Pemda, baik itu Pemprov maupun Pemkab/Pemko, bersama DPR, DPD dan masyarakat, sangat diperlukan untuk mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat dan rakyat sejahtera. “Menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, mimpi kami adalah untuk membangun dan untuk kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara. Jika kita semua satu misi. Kami yakin ini akan terwujud,” katanya. 

Sementara itu, Anggota DPD RI Parlindungan Purba mengatakan, bahwa kunjungan tersebut adalah untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan Gubernur dan Wagub Sumut yang terpilih dan telah dilantik.
Dalam pertemuan itu,juga terungkap keinginan yang sama untuk saling mendukung dalam membangun Provinsi Sumut.
“DPD RI, DPR RI, Pemda dan masyarakat merupakan satu kesatuan untuk membangun Sumatera Utara yang bermartabat dan yang lebih baik,” ujar Parlindungan. Parlindungan juga sependapat dengan Gubernur Edy Rahmayadi tentang permasalahan yang cukup banyak di daerah ini yang belum terselesaikan.
Seperti persoalan listrik di Nias, serta berbagai persoalan lainnya. Namun dengan kesamaan visi dan misi dari DPD RI dan Pemda, pada tahun 2019 telah diprogramkan bahwa listrik akan masuk hingga ke desa-desa. “Kami juga menyambut baik usupan pertemuan tiga bulan sekali dengan semua pihak untuk penyelesaian masalah-masalah yang ada di Sumut. Dan kami siap mendukung terwujudnya Sumatera Utara Bermartabat dan Rakyat Sejahtera ke depan,” kata Parlindungan.(r)

Wagubsu Musa Rajekshah Kagumi Kolaborasi Musik Jazz dan Gordang Sambilan


Medan I Faktaonline.net - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah kagum dan mengapresiasi penampilan kolaborasi musik Jazz dan Gordang Sambilan yang ditampilkan pada North Sumatera Jazz Festival (NSJF), di Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hijau Nomor 10 Medan, Minggu malam (21/10/2018).
 "Menarik sekali ya, saat musik Jazz dipadukan dengan kesenian tradisional seperti Gordang Sambilan tadi. Ini salah satu bukti bahwa kita masih bisa memelihara kesenian tradisional kita di tengah zaman yang serba modern saat ini," ucap Wagubsu Musa Rajekshah saat diwawancara usai acara NSJF.

Wagubsu berharap para generasi muda penikmat musik di Sumut bisa terinspirasi dengan NSJF 2018. Sehingga, lahir kolaborasi-kolaborasi segar berikutnya. Khususnya yang menggunakan alat-alat kesenian tradisional Sumut. "Minggu depan juga akan diselenggarakan Samosir Jazz 2018. Saya dengar akan ada banyak penampilan penyanyi jazz internasional yang juga dikolaborasikan dengan lagu batak. Semoga berjalan lancar," ujar Musa Rajekshah yang juga akrab disapa Ijeck.

Ijeck juga mengapresiasi penyelenggara World Event Management (WEM) dan pihak Waspada Group.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bermanfaat dan menyegarkan khususnya bagi generasi muda yang haus berkreativitas. NSFJ dimeriahkan oleh penampilan Eva Celia dengan Vicky Geovaldy, Aldhan Prasetya, Wahyu Agung Munthe, Demas Narawangsa. Kemudian, musisi Jazz asal Medan Erucakra & CMan dengan Rusfian Karim, Radhian Syuhada, Heri Syahputra, Brian Harefa feat Bonita. Serta musisi Jazz junior Nikita Mawarni dan Toby.

Pada kesempatan itu, dilakukan juga penggalangan dana untuk korban bencana Palu, Sigi, Donggala, dan Mandailing Natal oleh Waspada dan Dompet Dhuafa.
Turut hadir dalam acara tersebut mantan Gubernur Sumut Erry Nuradi, Kepala Dinas Pariwisata Sumut Hidayati, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Direksi Waspada dan jajaran, pihak sponsor dan para undangan.(ril)

Penggalangan Dana Gempa - Tsunami Palu , Walikota Apresiasi Kwarcab Pramuka Kota Medan


Medan I Faktaonline.net - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Medan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh penggalangan dana yang dilakukan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan untuk para korban gempa bumi serta tsunami di Kota Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah di Lapangan Cadika Pramuka Jalan Karya Wisata Medan, Minggu (21/10/2018). 

Apalagi penggalangan dana yang dilakukan tersebut dibalut dengan kegiatan sosial dengan bertajuk, “Kopi Amal peduli Palu, Donggala dan Sigi”. Di mana dalam kegiatan itu siapa saja yang hadir boleh ngopi sepuasnya dengan membayar seikhlasnya.
Eldin berharap, langkah simpatik yang dilakukan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Medan itu dapat menggugah warga sehingga mau menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu para korban yang sampai saat ini masih membutuhkan bantuan tersebut.

Apresiasi dan dukungan Wali Kota ini disampaikan melalui Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan HM Husni selaku Kakwarcab Pramuka Gerakan Pramuka Kota Medan. Sebagai bentuk ungkapan apresiasi dan dukungannya, Wali Kota selanjutnya menyumbangkan bantuan sebesar Rp.5 juta rupiah. "Bapak Wali Kota sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan penggalangan dana tersebut. Beliau berpesan kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan tidak hanya oleh Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Medan tetapi semua pihak agar membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita yang ditimpa bencana gempa bumi dan tsunami baik di Kota Palu, Sigi dan Donggala,” kata Husni.
Selanjutnya Husni menjelaskan, kegiatan peduli amal ini bertujuan untuk membangun jiwa korsa dan kebersamaan di kalangan anggota pramuka. Di samping itu juga sebagai bentuk rasa sosial dan kepedulian terhadap para korban bencana gempa bumi dan tsunami. “Semoga penggalangan dana yang kita lakukan dapat membantu saudara-saudara kita yang ditimpa musibah tersebut,” ungkapnya. Selain kegiatan sosial, penggalangan dana yang dilakukan dengan melakukan lelang.
Selain pengurus dan seluruh jajaran Gerakan Pramuka Kota Medan, penggalangan dana huga dihadiri Kadispora Sumut Baharuddin Siagian mewakili Gubsu serta unsur Forkopimda Kota Medan. Semua hasil penggalangan selanjutnya akan diserahkan kepada para korban.

Sementara itu menurut Komandan Satgas Pramuka Peduli Medan Iskandar, kegiatan penggalangan dana ini dilakukan untuk membuka rasa empati dan simpati terhadap para korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Dikatakannya, penggalangan dana seperti ini juga telah dilakukan untuk membantu para warga yang menjadi korban erupsi Gunung Sinabung beberapa waktu lalu. "Seluruh hasil yang kita kumpulkan dari penggalangan dana ini selanjutnya akan didonasikan untuk para korban gempa bumi dan tsunami melalui Pramuka Peduli Sulawesi Tengah,” jelas Indra. (amd)

Walikota : Festival Pesona Lokal Dukung Pengembangan Budaya & Kemajuan Pariwisata


Medan I Faktaonline.net -  Festival Pesona Lokal yang digelar di halaman Istana Maimun Medan, dihadiri ribuan warga kota Medan Minggu (21/10/2018). Selain dimeriahkan dengan lomba karnaval budaya, event ini juga menampilkan fashion show Batik Medan hasil kreasi Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani sekaligus launching Tarian Ahoi.
Kegiatan hasil kerjasama Pemko Medan, dengan iNews TV dan PT Adira Dinamika Multi Finace diharapkan dapat menjadi momentum mengeliatkan sekaligus memajukan pariwisata di ibukota Provinsi Sumatera Utara. Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan Wakil Wali Kota Medan beserta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan ikut menghadiri Festival Pesona Lokal tersebut. Bahkan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota sempat ikut berjoget bersama dengan 428 penari saat Tarian Ahoi dilaunching. Tarian yang merupakan hasil kolaborasi seni dan musik Melayu serta gerakan tarian dan olahraga diharapkan dapat mem-booming seperti Tarian Poco Poco dan Tari Gemu Famire.

Festival Pesona Lokal dimulai dengan pelepasan perlombaan karnaval budaya yang diikuti ribuan peserta oleh Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota beserta Direktur PT MNC Group, Arya Sinulingga, Chief Financial Officer PT Adira Dinamika Multi Finance I Dewa Made Susila, unsur Forkopimda Kota Medan dan Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriomo.
Pelepasan dilakukan Wali Kota dari depan Istana Maimun, iringan pertama yang dilepas adalah mobil antik, becak bermotor, komunitas sepeda ontel, mobil hias, para peserta yang mengenakan pakaian tradisionil dari seluruh etnis yang ada di Kota Medan dan pakaian olahraga dengan selempang kain tradisionil dan drum band. Iringan karnaval budaya yang menggambarkan kondisi multikultural Kota Medan mendapat apresiasi dan aplaus meriah dari warga di sepanjang jalan yang dilintasi ,yakni Jalan Brigjen Katamso, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Multatuli , Jalan Juanda serta finish kembali di Jalan Brigjen Katamso (Istana Maimun).

Selesai perlombaan karnaval budaya, acara dilanjutkan dengan sejumlah pertunjukan yang diawali penampilan band dan tarian dari Pemko Medan dengan mengusung keberagaman etnis dan budaya di Kota Medan. Kemudian diikuti Tarian Perang dan Ombo Batu dari Pulau Nias, pertunjukan musik kecapi, Tarian 1000 Tangan serta fashion show dari sejumlah model dari Kota Medan yang mengenakan busana Batik Medan hasil karya Hj Rita Maharani.
Selanjutnya ribuan pengunjung disungguhi pertujuhan Tarian Ahoi yang sengaja dilaunching untuk pertama kalinya di ajang Festival Pesona Lokal. Tarian yang menggabungkan unsur gerakan olahraga dan tarian serta sentuhan musik Melayu dibawakan sebanyak 428 orang penari sebagai simbol simbol usia Kota Medan yang kini telah 428 tahun sejak didirikan pertama kali oleh Guru Patimpus.
Bahkan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota pun ikut menari bersama seluruh penari hingga berakhirnya Tarian Ahoi. Melihat tingginya antusiasme masyarakat Kota Medan yang hadir dan mengikuti seluruh kegiatan yang diperlombakan dalam Festival Pesona Lokal, Wali Kota pun mengaku sangat puas.

Eldin berharap agar Dinas Pariwisata dapat terus menjalin kerjasama dengan iNews TV dan PT Adira sehingga Festival Pesona Budaya Lokal dapat masuk dalam kalendet pariwisata karena diyakini dapat mendukung kemajuan pariwisata di Kota Medan. “Saya berharap agar festival ini menjadi momentum bagi kita dalam mengembangkan budaya yang ada di Kota Medan. Itu sebabnya saya sangat mengpresiasi dan mendukung penuh dilaksanakannya Festival Pesona Lokal ini. Melalui kegiatan ini, mari terus kita lestarikan seluruh budaya yang ada di Kota Medan,” kata Wali Kota. 

Selanjutnya Wali kota menyampiakan ucapan terima kasihnya kepada smeua pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Festival Pesona Lokal, terutama dan iNews TV dan PT Adira. “Semoga setiap tahunnya festival seperti ini digelar di Kota Medan dan jauh lebih meriah lagi. Tentunya ini sangat mendukung dalam pengembangan dan kemajuan pariwisata di Kota Medan,” ungkapnya seraya melakukan peninjauan terhadap sleuruh stand yang ada di halaman Istana Maimun. Selain perlombaan karnaval budaya, fashion show Batik Medan, launching Tarian Ahoi, Festival Pesona Lokal juga dimeriahkan dengan sejumlah perlombaan lainnya seperti lomba kreasi masakan daerah, lomba mural “pesona kotaku” serta lomba UMKM terbaik. Keseluruhan perlombaan menyediakan hadiah total ratusan juta rupiah. (amd)


Walikota Ajak Warga Kota Medan Melestarikan Lingkungan


Medan I Faktaonline.net - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi mengajak seluruh warga Kota Medan untuk ikut melestarikan lingkungan. Sebab, tanpa dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat upaya Pemko Medan untuk melestarikan lingkungan hidup.
Dukungan itu bisa diwujudkan dalam bentuk melakukan penanaman pohon, tidak membuang sampah sembarangan serta senantiasa menjaga kebersihan air.

Ajakan ini disampaikan Wali Kota ketika menghadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia Tingkat Kota Medan Tahun 2018 yang dipusatkan di halaman SD Swasta Model Al Azhar Jalan Pintu Air, kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (20/102018).
Dikatakan Wali Kota, kepedulian masyarakat untuk mendukung pelestarian lingkungan sangat penting. Di samping menjaga agar lingkungan tetap bersih dan sehat, juga mencegah diterpa bencana seperti tanah longsor maupun banjir. Itu sebabnya, semua harus terlibat dan mendukung pelestarian lingkungan di sekitar wilayah tempat tinggal masing-masing, tegas Walikota.
Sebagai contoh dukungan yang bisa dilakukan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan, , salah satunya menanam pohon di halaman rumah. Selain untuk penghijauan, pohon yang ditanam itu nantinya jika tumbuh dan berkembang dapat mengikat atau menyerap air serta menghasilkan oksigen yang bersih jelasnya.
“Melalui kegiatan ini, mari kita jadikan momentum untuk bersama-sama melestarikan lingkungan. Selain penanaman pohon, dukungan bisa kita lakukan untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama dalam parit maupun sungai. Ingat, lingkungan hidup yang terjaga kebersihannya menunjukkan jati diri bangsa Indonesia yang cinta lingkungan," kata Wali Kota.

Pelestarian lingkungan yang dilakukan Pemko Medan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup, akan terus dilakukan sehingga terwujud Medan Go Green. “Upaya ini akan sia-sia tanpa dukungan penuh sleuruh masyarakat. Jadi mulai hari ini, mari kita bersama-sama melestarikan lingkungan,” ajaknya.
Selanjutnya Wali Kota mengungkapkan, warga yang peduli dengan pelestarian lingkungan kian banyak. Namun jumlahnya tidak sebanding dengan volume harian sampah yang dihasilkan di Kota Medan. Itu sebabnya Wali Kota berharap kesadaran dan kepedulian masyarakat akan lingkungan masih perlu ditingkatkan, termasuk kesadaran tidak membuang sampah sembarangan.

Usai memberikan sambutan, Wali Kota selanjutnya menyematkan pin kepada Duta Lingkungan Hidup sekaligus menyerahkan bibit pohon kepada sejumlah siswa sekolah-sekolah Adiwiyata. Kehadiran duta lingkungan hidup ini sebagai upaya untuk mengajarkan sejak dini agar anak-anak cinta dan peduli dengan lingkungan. Setelah itu Wali kota bersama siswa yang menjadi duta lingkungan serta Pengelola Perguruan Al Azhar H Mahruzar Nasution melakukan penanaman pohon di sekitar lokasi acara. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran lingkungan hidup. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia tingkat Kota Medan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan berlangsung sangat meriah. Selain jalan santai disertai pengutipan sampah di sepanjang Jalan Pintu Air 4, juga diisi dengan lomba melukis tingkat SD/MI. Kemudian lomba fashion show dari bahan daur ulang, baca puisi pidato serta pameran lingkungan hidup.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Isya Ansyari SST, mengatakan , Peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini mengusung tema, “ Kendalikan Sampah Plastik”. Dengan tema ini, Isya mengatakan, pemko Medan wajib mensosialisasikan dan mengelola serta mengendalikan sampah plastik agar Kota Medan lebih bersih, indah dan rapi. “Sesuai dengan target Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) Kota Medan dari tahun 2018 sampai tahun 2020 berkurangnya 30% dan terkelolan 70% sampah di Kota Medan. Untuk itulah melalui kegiatan yang digelar hari ini, kita berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan sehingga Kota Medan menjadi lebih bersih, indah dan rapi,” harap Isya.(amd)

Pemko Medan Terima Bantuan CSR 5 Unit Becak Tangki Bermotor


Medan I Faktaonline.net - Pemko Medan menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bank Sumut senilai Rp.302.750.000 yang diberikan dalam bentuk 5 unit becak tangki bermotor untuk penyemprotan dan penyedotan. Selanjutnya kelima unit becak tangki bermotor itu diserahkan kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk mendukung penyiraman taman-taman yang ada di Kota Medan.

Bantuan CSR tersebut diberikan langsung Pimpinan Cabang Koordinator Medan PT Bank Sumut Julian Helmi kepada Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan HM Husni di Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (19/10/2018) pagi. Selain kelima unit becak tangki bermotor, PT Bank Sumut dalam tahun bersama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga akan memberikan dana CSR senilai Rp.1,2 miliar untuk merenovasi tugu di depan Kantor Pos Besar. Renovasi yang dilakukan dalam upaya mendukung penataan kota yang tengah gencar dilakukan Pemko Medan.

Atas nama Pemko Medan, Akhyar mengucapkan terima kasih atas bantuan CSR dari PT Bank Sumut. Diharapkannya, bantuan tersebut dapat dipergunakan dalam mendukung penataan taman kota yang ada di seluruh Kota Medan. Sebab, taman yang ada saat ini membutuhkan perawatan, terutama penyiramanan sehingga seluruh tanaman yang ada tetap subuh, hijau dan rindang.
"Atas nama Pemko Medan saya mengucapkan terimakasih kepada PT Bank Sumut atas bantuan CSR yang diberikan. Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur kota, khususnya dalam perawatan taman. Dengan demikian masyarakat nantinya dapat menikmati taman kota dengan tenang, nyaman dan santai bersama anggota keluarga,” kata Akhyar.
Selanjutnya, Wakil Wali Kota menghimbau dan mengajak seluruh stakeholder yang ada di Kota Medan ikut berkontribusi untuk bersama-sama membangun Kota Medan. “Untuk itulah saya mengajak kepada seluruh stakeholder maupun perusahaan yang ada di Kota Medan untuk berkontribusi bersama membangun kota tercinta ini. Jangan sungkan memberikan bantuan guna mendukung Pemko Medan untuk memperindah Kota Medan,” ajaknya.

Pimpinan Cabang Koordinator Medan PT bank Sumut Julian Helmi, menjelaskan , pihaknya hingga saat ini sudah menyalurkan CSR kepada Pemko Medan sebesar Rp.2,4 miliar yang dipergunakan untuk berbagai kegiatan, khususnya bidang kebersihan.
Dikatakannya, bantuan yang diberikan merupakan kelanjutan dari bantuan yang diberikan tahun lalu. “Tahun lalu kita juga telah menyerahkan bantuan 15 unit becak tangki bermotor kepada Pemko Medan. Oleh karenanya kita mengharapkan dukungan penuh dari Pemko Medan dan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan bisnisnya di Bank Sumut. Dengan demikian dana CSR yang kita berikan bisa lebih besar lagi,” jelas Julian.
Di samping itu tambah Julian lagi, PT Bank Sumut akan bekerjasama dengan Pemko Medan untuk merenovasi tugu yang terletak di depan Kantor Pos dan merevitalisasi taman Ahmad Yani Medan. “Renovasi tugu di depan Kantor Pos Besar akan kita lakukan tahun ini dengan nilai Rp.1,2 miliar, sedangkan revitalisasi Taman Ahmad Yani akan dilakukan setelah itu,” paparnya.

Usai penyerahan bantuan CSR dari PT Bank Sumut,Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni menyampaikan ucapan terima kasihnya, sebab bantuan itu sangat bermanfaat sekali dalam upaya mendukung penataan dan pemeliharaan seluruh taman di Kota Medan. “Bantuan becak tangki bermotor akan kita gunakan untuk menyirami taman-taman kota. Selain penyiraman, becak tangki bermotor juga akan kita gunakan untuk penyedotan,” ungkap Husni.
Dikatakan Husni, bantuan CSR dari PT bank Sumut itu tentunya sebagai satu langkah yang baik dalam mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada. “Terima kasih atas PT Bank Sumut yang telah membantu melalui penguatan CSR. Di samping itu kita berharap bantuan dari stakeholder, perusahaan maupun dermawan lainnya, sebab membangun Kota Medan sangat membutuhkan modal sosial dari semua pihak,” harap Husni. (amd)

Bupati Serahkan Bantuan Korban Gempa - Tsunami Palu dan Donggala


Deliserdang I Faktaonline.net - Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap Korban Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan menyerahkan Donasi Bersama Deli Serdang berupa dana bantuan untuk korban Gempa dan Tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah saat Apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Kantor Bupati,Senin (22/10/2018).

Penyerahan bantuan dana yang berasal dari ASN, Korpri, Siswa-Siswi, Pramuka, PGRI se - Deli Serdang, sebesar Rp 654.702.500,diserahkan Bupati didampinggi Sekdakab Darwin Zein kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara H Riadil Akhir Lubis untuk disalurkan ke Provinsi Sulawesi Tengah, yang disaksikan oleh para Staf Ahli, Asisten, pimpinan OPD, dan para ASN yang mengikuti Apel Gabungan.

Bupati Deli Serdang mengatakan bahwa , sesama anak bangsa tentunya kita sangat prihatin dan sedih melihat saudara kita yang berada di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. “Kita sangat prihatin melihat bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, seperti yang dialami oleh saudara-saudara kita yang berada di Kota Palu dan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, sebagai sesama anak bangsa tentunya hati kita sedih melihat saudara-saudara kita yang ada disana, karenanya kita terpanggil untuk mengulurkan tangan membantu dan meringankan beban penderitaan yang sedang dialami oleh saudara-saudara kita yang berda di Palu dan Donggala”, ucap Ashari Tambunan.

Bupati juga menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang ikut prihatin dan memberikan bantuan kepada saudara saudara kita yang terkena bencana di Sulawesi Tengah “Saya berdoa semoga amal baik saudara saudari menjadi amal ibadah yang diterima disisi -Nya dan semoga mendapat balasan pahala yang berlipat ganda dari yang maha kuasa dan semoga saudara-saudara kita yang berada di Palu dan Donggala dapat dipulihkan”,kata Bupati.(DS01).

FITRA Sumatera Utara Sorot Penggunaan Anggaran Pilgubsu 2018


Medan I Faktaonline.net - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumatera Utara menyoroti anggaran pelaksanaan Pemilihan Gubernur Sumut 2018 yang dikelola Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut.
Menurut Direktur Eksekutif FITRA Sumut, Rurita Ningrum, selaku penyelenggara pemilihan umum, KPU mesti transparan dalam hal penggunaan anggaran selama pelaksanaan Pilgubsu 2018, baik yang terserap maupun yang menjadi SiLPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) kepada publik.
 "Mungkin saat ini KPU baru saja selesai pelaporan dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), besar harapan kita semua ada inisiatif baik dari KPU untuk menyampaikan kepada publik anggaran Pilgubsu tersebut sebagai terobosan keterbukaan informasi publik, sebagai dokumen informasi serta sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas KPU dalam menyelenggarakan pemilu," katanya menjawab wartawan, Minggu (21/10/2018).

Hal ini diutarakan Rurita menyikapi Rapat Pimpinan (Rapim) KPU Sumut dengan agenda evaluasi hasil Pilgubsu 2018, di Hotel Niagara Parapat yang berlangsung tertutup mulai Kamis sampai Sabtu (18-20 Oktober).
"Kita beranggapan baik saja dulu, yang mereka lakukan adalah terkait evaluasi mungkin ada hal-hal sensitif yang jika dibuka di depan publik menjadi tidak etis, apalagi sebentar lagi akan ada pergantian (komisioner) KPU kabupaten/kota, ada yang masih terpilih dan ada yang tidak terpilih lagi," katanya. 

Meski belum mencium aroma 'pemborosan anggaran Pilgubsu' atas pelaksanaan rapim tersebut, Ruri, sapaan akrab Rurita Ningrum, menyarankan terkait kegiatan dimaksud supaya menanyakan langsung ke pihak sekretariat KPU. "Hal tersebut ditanyakan kepada sekretaris KPU saja. Beliau kan sebagai kuasa pengguna anggaran," sebutnya. Bahkan ia menambahkan, jika sudah mengetahui secara detil agenda kegiatan KPU selama tiga hari tersebut, pihaknya juga turut mempertanyakan anggaran yang digunakan apakah memakai anggaran hibah Pilgubsu atau dari APBN. "Memang, terkait anggaran pilkada, pilgub atau anggaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang dialokasikan memang tidak ada kewajiban mereka (KPU) untuk menyampaikan kepada publik. Yang diwajibkan itu mereka menyiapkan laporan keuangan untuk disampaikan kepada BPK, nanti BPK yang akan memeriksa laporan tersebut. Dan biasanya sebelum laporan kepada BPK selesai, pemerintah atau OPD terkait belum dapat membuka kepada publik, meski kita ingin memintanya melalui mekanisme UU No.14/2008 sekalipun," terang Ruri.

Seperti diketahui, hampir seluruh perangkat KPU Sumut termasuk ketujuh komisioner berangkat ke Hotel Niagara Parapat sejak Kamis pagi hingga Sabtu kemarin. Agenda yang terkesan tertutup tanpa melibatkan awak media ini, seolah mengindikasikan bahwa KPU ingin menutup-nutupi penggunaan anggaran Pilgubsu 2018 yang bernilai fantastis mencapai Rp 800 miliar lebih, beberapa waktu lalu, kepada masyarakat. Apalagi hingga sekarang, KPU Sumut belum ada mengumumkan berapa biaya yang telah habis digunakan dalam kegiatan Pilgubsu atau yang menjadi SiLPA. Bukan hanya itu, KPU Sumut juga cenderung merahasiakan berapa bunga anggaran Pilgubsu selama parkir di bank dan dananya diperuntukan ke siapa.

Ketika perihal Rapim KPU Sumut ditanyakan kepada Ketua KPU Sumut Yulhasni, ianya membenarkan Rapim di Hotel Niagara Prapat dengan agenda evaluasi pilgubsu 2018 lalu . " Memang benar bang, KPU Sumut mengadakan rapat evaluasi pilgub lalu,dan tahapan kabupaten/kota " kata Yulhasni lewat pesan Whatsapp, namun Yulhasni tidak menjawab ketika ditanyakan tentang anggaran yang telah digunakan maupun SiLPA.

Sekretaris KPU Sumut, Abdul Rajab Pasaribu mengatakan, anggaran kegiatan evaluasi Pilgubsu 2018 tersebut bersumber dari APBD Sumut melalui dana hibah pilgub. "Iya (anggaran) memakai dari APBD Sumut 2018," katanya saat dikonfirmasi, kemarin. Dia mengakui bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak Kamis lalu. Dan pelaksanaan kegiatan itu diperkuat melalui rapat pleno KPU Sumut beberapa waktu lalu.
Adapun salah satu poin yang dibahas dalam rapat evaluasi Pilgubsu, sambung Rajab, 33 KPU kabupaten/kota diwajibkan mengekspos seluruh pelaksanaan selama Pilgubsu. "Termasuk apa-apa saja kekurangan dan kelebihan. Jadi tiap-tiap kabupaten/kota mengekspos semua kegiatan terkait Pilgubsu, itulah kenapa kita gelar rapat evaluasi tersebut," katanya. (red)

Pelantikan Pengurus PLB Lampung Barat Berjalan Aman dan Kondusif


Lampung Barat | Faktaonline.net - Demi kemajuan Lampung Barat, Organisasi Paguyuban Lampung Barat Bersatu gelar acara Pelantikan Pengurus, Di Lapangan Semarang Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), minggu (21/10/2018)

Hadir dalam acara tersebut Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Edi Novial S.Kom selaku Pembina dari PLB, Pengurus, serta anggota PLB.

Teuku wahyu, selaku Ketua Paguyuban Lambar Bersatu (PLB) mengatakan pelantikan ini adalah untuk mengukuhkan semua pengurus PLB di bidangnya masing-masing agar bisa lebih bertanggung jawab dan amanah kedepanya atas jabatanya.

"PLB tersebut terbagi menjadi beberapa divisi, seperti divisi otomotif, divisi sosial, divisi seni dan musik, divisi pariwisata, divisi keanggotaan, divisi ekonomi kreatif dan divisi budaya."katanya.

Bupati menyampaikan bahwa dengan adanya Organisasi kepemudaan Paguyuban Lambar bersatu di harapkan semua pemuda-pemudi dapat melakukan hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat bagi masyarakat dapat bekerjasama untuk membantu program kerja pemerintah agar kabupaten lampung barat menjadi lebih hebat.

Selain itu, menurut Pembina Paguyuban Lambar Bersatu yang sekaligus Ketua DPRD Lambar, Edi Novial S.Kom berharap dengan adanya paguyuban tersebut dapat menjadi salah satu media untuk menyalurkan gagasannya untuk membangun Lambar.

"PLB ini diharapkan menjadi tempat atau wadah berkumpulnya seluruh komunitas yang ada di Lambar untuk menyalurkan aspirasinya demi kemajuan Lampung Barat. "katanya.

Hingga Usai acara tersebut tidak terjadi kendala yang menghambat pelantikan itu, kemudian mereka Foto bersama untuk dokumentasi.

Wagubsu Musa Rajekshah Hadiri Pembukaan TKN, TTG, dan PINDeskel 2018


BALI I Faktaonline.net - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menghadiri Pembukaan Temu Karya Nasional (TKN), Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX, dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDeskel) Tahun 2018 di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali, Jumat (19/10). Kegiatan yang akan berlangsung hingga 22 Oktober 2018 tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Kota Tebingtinggi merupakan salah satu daerah di Sumut yang terpilih finalis lomba TTG Tingkat Nasional tersebut. Rencananya, pemenang lomba akan diumumkan pada Sabtu, 20 Oktober 2018 di Kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Wagub Sumut Musa Rajekshah yang hadir bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, sangat mengapresiasi pelaksanaan TKN, TTG, dan PINDeskel 2018 di Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memberi inspirasi kepada masyarakat untuk terus mengembangkan inovasi yang juga berguna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bagus, selain mendorong pengembangan teknologi tepat guna, juga dapat menjadi inspirasi masyarakat untuk terus berinovasi menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan kekuatan Indonesia memang terletak pada perbedaan yang besar. “Perbedaan warna warni itu kelihatan dalam tarian yang kita lihat barusan. Kalau kekuatan ini bisa kita satukan kita akan memiliki kekuatan yang besar,” kata Jokowi.

Presiden berharap agar pembangunan bangsa dimulai dari desa. Menurutnya pembangunan di desa harus menggunakan bahan dari desa tersebut. Dengan menggunakan teknologi tepat guna dan aplikasi sistem yang semakin terjangkau, desa bisa dipasarkan berkat itu. “Saya lihat banyak desa berhasil mengangkat desanya menjadi tempat wisata baru dengan income tidak sedikit,” kata Jokowi.

Kegiatan ini sendiri merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Ditjen Bina Pemerintahan Desa (PMD) Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa PDTT. Tujuan kegiatan ini untuk mencari kreator dan inovator di daerah dalam pengembangan teknologi.

Temu karya nasional bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang perkembangan dan kemajuan administrasi pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa kelurahan. Selain itu juga temu karya merupakan sarana alih informasi tentang keberhasilan dan inovasi dalam membangun desa kelurahan antar berbagai pemangku kepentingan.

Sementara itu, kegiatan Gelar TTG bertujuan untuk mengenalkan berbagai jenis teknologi tepat guna dan produksinya kepada masyarakat. Acara pembukaan ditandai dengan pementasan kolosal berjudul “Bhinneka Tunggal Ika Maha Sakti” persembahan sanggar Mario Bros dari Kabupaten Badung.

Turut hadir pada acara tersebut Ny Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo, Gubernur Seluruh Indonesia, Kepala Dinas PMD seluruh Indonesia, serta peserta kegiatan.(ril) 

Wakil Walikota Kota Pimpin Rapat Manajemen Pengendalian dan Sinkronisasi Penanggulangan Banjir


Medan I Faktaonline.net - Guna menciptakan sinergitas dalam penanggulangan banjir, berbagai pemikiran, baik secara empirik maupun akademik haruslah disatukan untuk melahirkan rencana aksi dan konsep yang sama, sehingga hasil diperoleh benar-benar optimum. Oleh karena itu Pemko Medan mengundang berbagai narasumber yang berkompeten untuk mencari solusi terbaik untuk permasalahan banjir di Kota Medan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Kali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si saat memimpin rapat Manajemen Pengendalian dan Sinkronisasi Penanggulangan Banjir Kota Medan di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Jumat (19/10). Wakil Wali Kota mengatakan melalui rapat ini akan menjadi wadah menyinkronkan kerja yang selama ini dilaksankan dan juga tempat berkoordinasi rencana kerja mendatang. Karena ke depan akan ada tindakan nyata dan berfokus pada pembenahan terhadap Sungai Sikambing dan Sungai Babura.
“Dengan melibatkan seluruh stake holder dan narasumber yang berkompeten di bidang akademisi dan praktisi tentunya kita akan mendapatkan kajian serta rekomendasi yang lengkap dalam mengambil langkah-langkah untuk menaggulangi banjir di Kota Medan,” Ujar Akhyar.

Rapat diawali dengan pemaparan Kadis PU Medan, Ir. Khairul Syahnan tentang upaya penanganan banjir di Medan. Di antaranya normalisasi drainase atau anak-anak sungai yang ada di Medan, pembersihan endapan-endapan dalam saluran eksisting yang ada, pembangunan drainase primer maupun sekunder untuk mendukung drainase yang sudah ada, membuat database/gorong-gorong dan program rehabilitasi/pemiliharaan talut,serta berbagai studi kelayakan kolam retensi. Dalam rapat itu juga dikemukakan soal sungai-sungai yang mengaliri Medan dan berisiko menciptakan banjir di kawasannya.
Di antaranya genangan Simpang Gatot Subroto dan Helvetia serta Sungai Babura dengan kawasan genangan air kampus USU I & II, Dr. Mansyur, dan Padang Bulan.

Menurut Kepala Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Roy Panagon Pardede, penanganan sungai ini bisa dilakukan dengan normalisasi dan pembuatan tanggul. Salah satu hambatan adalah adanya pemukiman warga di pingiran sungai. Untuk itu, diperlukan langkah pembebasan lahan.
Menanggapi hal ini, pakar penataan kota, Budi D Sinulingga mengatakan, soal pembebasan lahan ini sudah lama dibicarakan. Namun, sampai sekarang belum ada langkah kongkret. “Saya menyarankan agar pembebasan lahan itu menggunakan pendekatan sosial yang melibatkan pegiat-pegiat sosial,”ungkapnya. 

Rapat ini menghasilkan keputusan pembentukan tim yang terdiri dari BWS, Pemprovsu, dan Pemko Medan yang memiliki kesatuan konsep dan langkah menanggulangi banjir akibat luapan Sungai Sikambing dan Babura, serta menunjuk Plh Kepala Bappeda Medan, Ir. Wirya Al Rahman, untuk memimpin tim tersebut. Rapat yang berlangsung di ruang rapat I kantor Wali Kota Medan itu diikuti Kepala Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Roy Panagon Pardede, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir Khairul Syahnan, juga perwakilan dari Pemprovsu. Selain itu, dalam memimpin rapat itu Wakil Wali Kota juga turut didampingi Sekda, Ir. Wiriya Al Rahman, MM, yang juga merupakan Plh Kepala Bappeda Medan. Rapat ini juga menghadirkan para pakar yakni Budi D Sinulingga, Makmur Ginting, dan Johanes Tarigan.

Plh Kepala Bappeda, Ir. Wirya Al Rahman, MM mengajak semua pihak terkait untuk menghadap kepada pemerintah pusat dengan memaparkan persoalan serta konsep penyelesaian yang komprehensif. Dia mengatakan, pemerintah pusat akan mendengar dan merespons positf jika Pemko, Pemprovsu, dan BWS sudah sepakat dan satu pemikiran dalam menanggulangi persoalan pembebasan lahan dan normalisasi sungai ini. Menambahi itu, Makmur Ginting, akademisi dari USU yang juga pernah menjadi birokrat mengatakan, untuk penanggulangan banjir ini semua harus menghilangkan ego sektoral. "Sesungguhnya yang harus jadi pegangan adalah batas hidrologi, bukan batas administrasi," tandasnya. (amd)

Mahasiswa IMM Gelar Aksi Damai , Pertanyakan Kinerja Polres Lampung Utara


Lampung Utara I Faktaonline.net - Untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, demi keamanan dan kenyamanan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM) Kotabumi Kabupaten lampung Utara menggelar aksi damai di depan kantor Polres Lampung Utara (Lampura) Jum'at,(19/10/2018)
Aksi tersebut dimulai sejak pukul 14.00 wib hinga pukul 16.30, dimulai dari halaman Islamic Center, kemudian berhenti di Tugu Payan Mas Kotabumi , dan berakhir di kantor kepolisian Lampura.
Aksi damai terkait kejadian yang di alami sejumlah masyarakat dan anggota IMM Kotabumi yang kehilangan kendaraan roda dua (sepedamotor) akhir-akhir ini, membuat ratusan mahasiswa turun ke jalan, dan pertanyakan kinerja pihak kepolisian setempat.
"Apa kerja kalian pak polisi, kenapa banyak masyarakat yang kehilangan sepedamotor dan kenapa sampai sekarang pelakunya belum tertangkap." kata Arif Rahman selaku Korlap aksi damai saat berorasi di Tugu Payan Mas.
Wakalpores Lampura, Yustam saat menerima tiga perwakilan dari IMM, menjelaskan tentang bagaimana mekanisme dalam membrantas Curanmor serta berharap untuk saling menjaga ketertiban dan keamanan Lampura. "Kita juga berharap untuk teman-teman IMM, mari kita ajak seluruh masyarakat agar tidak membeli kendaraan yang tanpa surat lengkap, agar bisa mengurangi tindak pidana curanmor."kata Wakalpores, Yustam.
Lanjut, pihaknya juga menghimbau pada seluruh pihak yang melihat tindak kejahatan untuk dapat melaporkan ke Kepolisian terdekat. "Jadi kata sama-sama untuk saling berkoordinasi, masyarakat, mahasiswa, dan wartawan. agar bisa mengurangi tingkat kejahatan di Lampung Utara ini. Harapan kita semua untuk kedepannya Lampung Utara bisa lebih kondusif dan aman."pintanya. (Syah99)

Komisi E DPRD SU Minta PTPN 2 Hibahkan Lahan Untuk Pembangunan Sekolah


Percut Sei Tuan I Faktaonline.net - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD SU) meminta kepada pihak PTPN 2 untuk memberikan lahan untuk pembangunan sekolah yang sangat dibutuhkan untuk memajukan dunia pendidikan di Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Deli Serdang. Tanah yang sangat dibutuhkan untuk membangun sekolah tersebut lebih kurang 2 Ha dan tentunya setelah nantinya dimohonkan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) selanjutnya diajukan kepada PTPN 2 dan PTPN 3 sebagai holding dari PTPN 2. Apalagi setelah dilakukan pertemuan dengan Kemendagri dan Mentri BUMN maka lahan yang diharapkan tersebut bisa didapatkan.

Hal tersebut terungkap ketika rombongan Anggota Komisi DPRD SU , yang dipimpin langsung H.M Dahril Siregar selaku Ketua Komisi E DPRD SU,serta anggota lainnya yakni ,Darmawansyah Sembiring,Reki Nelson,Drs Syafaruddin Siregar,Arota Lase dan seluruh anggota Komisi E, saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Deliiserdang yang dipusatkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang, Kamis (18/10/2018)

" Setelah dihibahkan kepada Pemprovsu maka nantinya pememerintah Sumatera Utara akan membagikan kepada pihak kabupaten dan dunia pendidikan untuk dibangun sekolah khususnya yang sudah mendesak untuk menambah sarana dunia pendidikan" kata Dahril Siregar.
DPRD Sumatera Utara khususnya komisi E telah berkordinasi dengan Meneg BUMN terkait pembangunan sekolah SMA Negeri di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang," kata Dahril Siregar dihadapan Kepala Sekolah SMA/SMK Negeri se - Kabupaten Deliserdang. .

Selanjutnya Dahril Siregar mengakui pihaknya (DPRD SU,red) telah meminta kepada Kemeneg BUMN untuk segera memberikan lahannya kepada pihak sekolah SMA Negeri Beringin Kabupaten Deliserdang dalam waktu dekat ini , karena selama ini ketika Sekolah tersebut masih dibawah wewenang Pemkab Deliserdang , tanah untuk pembangunan sekolah masih pinjam pakai. " Oleh karenanya ketika sekarang ini seluruh SMA/SMK Negeri dan SLB sudah dibawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara maka akan dihibahkan kepada pihak sekolah untuk dibangun sekolah" sebutnya..

"Apalagi saat ini Pemprovsu sudah melakukan berbagai upaya untuk menambah gedung sekolah dilahan PTPN 2 seperti di Langkat,Binjai dan Deli Serdang dan diharapkan semua akan bisa terlaksana dengan baik," ujar Dahril.

Sementara ketika disinggung soal PPDB (penerimaan peserta didik baru) yang sekarang mempergunakan sistem online , pihaknya (DPRD SU,red) mengakui bahwa dari berbagai masukan dari Kepala Sekolah , harus ada upaya yang lebih baik terutama dalam bentuk pilihan serta operatornya agar penerimaannya tidak merugikan sekolah, tegas Dahril.
."Sebab pada sistem online ini ketika jarak dan pilihan sering menjadi masalah apalagi dengan daerah kita yang tidak sama antar satu Kabupaten," terangnya.

Sebagai wakil rakyat asal daerah pemilihan  Deli Serdang , dirinya juga salut dan bangga melihat keberadaan Sekolah SMKN 1 Percut Sei Tuan dengan jumlah 2300 siswa yang dipimpin seorang Kepala Sekolah yang berkemampuan membuat terobosan terobosan baru , begitu tamat langsung bisa diperdayakan bekerja di lapangan terutama di Bidang Dunia Usaha sesui bakat dan kemampuan siswa,.ujarnya.

Acara kunjungan kerja Komisi E DPRD SU turut dihadiri Kacabdis Lubuk Pakam Agus Sinaga serta para kepala sekolah antara lain Kepsek SMK N 1 Percut SeiTuan Kasni MPd, Kepsek SMK N 1 Lubuk Pakam,Sahrun MPd, Kepsek SMK N 1 Beringin Ilyas MPd, serta Kepsek SMA Negeri , SMK Negeri serta Sekolah Luar Biasa se Kabupaten Deliserdang. (DS01).

Personil Satlantas Polrestabes Medan Bersama Dishub Tertibkan Parkir Liar

Medan I Faktaonline.net - Personil Satlantas Polrestabes Medan bersama dengan Dinas Perhubungan Kota Medan melakukan menertibkan parkir liar dan parkir berlapis yang berada di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, di antaranya Jalan Jambi sampai Jalan Cokroaminoto, Jalan Veteran, serta Jalan Letda Sujono, Jum'at (19/10/2018).

Sebanyak 46 kenderaan yang terdiri dari 16 unit roda empat dan 30 unit roda dua langsung di gembosi oleh petugas, serta 3 unit roda empat yang di tilang oleh pihak Kepolisian di karenakan melakukan pelanggaran. Warga pengguna jalan sudah lama mengeluhkan kondisi ini di mana pengendara memarkirkan kenderaannya di atas trotoar, bahu jalan hingga badan jalan yang berlapis 3 (tiga) yang menyebabkan akses pengguna jalan sangat terganggu. Warga berharap para juru parkir seharusnya dapat membantu menata dan mengatur parkir kenderaan dengan baik dan benar, serta tidak menyimpang dari aturan yang telah di tetapkan yakni memarkirkan kenderaan hanya di satu baris sebelah kiri, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. (Az/r)