GK Jokowi Sumut, GK Ladies Sumut, GK Milenial Sumut Relawan Siap Menangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin

Medan I Faktaonline.net - Pelantikan dan deklarasi relawan Galang Kemajuan (GK) Jokowi Sumatera Utara (Sumut), GK Ladies Sumatera Utara, GK Milenial Sumatera Utara, di Deli Room, Hotel Danau Toba, Jum’at malam (16/11/2018), terselenggara dengan sukses.

Di acara itu, Ivan Iskandar Batubara selaku Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi- KH Ma’ruf Amin Provinsi Sumatera Utara menegaskan Galang Kemajuan (GK) Jokowi Sumatera Utara, GK Ladies Sumatera Utara, GK Milenial Sumatera Utara menjadi relawan terdepan dan bersama-sama dengan TKD memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 nanti.”Di Pilpres 2019 nanti, Jokowi-KH Ma’ruf Amin, ikut menang di Sumatera Utara,”tegas Ivan Iskandar Batubara.
Di saat deklarasi, Ketua GK Ladies Sumatera Utara Jenny RL Berutu, Ketua Galang Kemajuan (GK) Jokowi Sumatera Utara Dr Remigo Yolanda Berutu, MBA dan Ketua GK Milenial Sumatera Utara Wilson Alatas Habeahan menyatakan sikap untuk memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 mendatang.

Ketua Umum GK Jokowi Pusat Kelik Wirawan Widodo menyarankan agar Galang Kemajuan (GK) Jokowi Sumatera Utara, GK Ladies Sumatera Utara, GK Milenial Sumatera Utara senantiasa bekerjasama dengan TKD Sumatera Utara untuk memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Usai acara pelantikan dan deklarasi, kepada wartawan Ketua GK Ladies Sumatera Utara Jenny RL Berutu menghimbau agar kaum perempuan di Sumatera Utara mensukseskan dan berpartisipasi di Pilpres 2019 mendatang. ”Kita menghimbau agar kaum perempuan di Sumatera Utara berpartisipasi di Pilpres 2019 mendatang,”saran Jenny. (fajaruddin batubara)

Komisi V DPR RI Dorong Pemerintah Libatkan Kontraktor Lokal dalam Proyek APBN


Surabaya I Faktaonline.net - Komisi V DPR RI mendorong pemerintah melibatkan kontraktor lokal dalam mengerjakan proyek-proyek yang didanai APBN.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo mengungkapkan hal itu dalam Rapat Koordinasi Bidang Jasa Konstruksi Kementerian PUPR dengan asosiasi profesi bidang jasa konstruksi nasional dan wilayah Jawa Timur di Surabaya, Kamis (15-11).

 “Salah satu tujuan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi bertujuan memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan Jasa Konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha yang andal dan berdaya saing tinggi. Dan kita perlu mendorong kontraktor lokal untuk bersaing dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mengerjakan proyek-proyek APBN,” kata Sigit.

Dengan anggaran infrastruktur yang meningkat setiap tahun, kata Sigit, pendistribusian proyek-proyek infrastruktur APBN bisa lebih tersebar dan tidak didominasi 8 BUMN karya. “Dari 2014—2015 anggaran infrastruktur yang sudah disepakati pemerintah dan DPR sebesar Rp1,892 Triliun. Proyek infrastruktur sebanyak itu tentu tidak bisa dikerjakan semuanya oleh BUMN Karya seperti Waskita. Buktinya, kecelakaan kerja bidang konstruksi makin banyak. "Berikan kesempatan kepada kontraktor lokal untuk bisa ikut mengerjakan proyek-proyek ini.” Kata Sigit. 

Seperti diketahui, sejumlah kontraktor lokal mengeluhkan sulitnya mendapatkan proyek infrastruktur yang dibiayai dan APBD karena sebagian besar diberikan kepada BUMN Karya. Akibatnya, puluhan ribu perusahaan kontraktor mengalami kebangkutan dalam 3 tahun terakhir. 

Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mencatat sebanyak 37.000 perusahaan kontraktor swasta mengalami kebangkrutan. Data tersebut dilihat dari penurunan jumlah anggota Gapensi dari sekitar 80.000 saat ini tinggal 43.000 anggota. Saat ini, perusahaan kontraktor swasta telah mengantongi porsi 45% dari total proyek infrastruktur yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah. Porsi tersebut masih kecil dibandingkan dengan porsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang menggenggam 55% proyek infrastruktur dan hanya dibagi kepada 8 BUMN Karya.(fo/r)

Kapoldasu Irjen Agus Andrianto Pimpin Sertijab Enam PJU Serta Tujuh Kapolres


Medan I Faktaonline.net - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Agus Andrianto memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) enam Pejabat Utama (PJU) Polda Sumatera Utara (Poldasu) serta tujuh Kapolres di Mapolda Sumut, Jumat (16/11) pagi.

 Adapun 6 PJU yang dilantik tersebut, yakni , Kombes Pol Eko Kristianto sebagai Irwasda Polda Sumut menggantikan Kombes Pol Lilik Arga Tjahjana. Kemudian Kombes Pol Teguh Slamet Karyono sebagai Kabidkeu Polda Sumut menggantikan Kombes Pol Erdi Rahardian.
Lalu, Kombes Pol Rony Samtama sebagai Dirreskrimsus Polda Sumut menggantikan Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan, serta AKBP Maruli Siahaan sebagai Kabidkum Polda Sumut menggantikan Rony.

Selanjutnya, AKBP Yofie Girianto Putro sebagai Kabid Propam Polda Sumut menggantikan Kombes Pol Syamsudin Lubis. Dan terakhir, Kombes Pol Yusuf Hondawantri Naibaho sebagai Dir Binmas Polda Sumut menggantikan Kombes Pol Ery Susanto.

Sementara untuk 7 Kapolres yakni, AKBP Irwa Zaini Adib sebagai Kapolres Tapsel yang menggantikan AKBP Mohammad Iqbal. AKBP Ganda MH Saragih sebagai Kapolres Tapteng menggantikan AKBP Hary Setyo Budi.
Kemudian AKBP Leonardo David Simatupang sebagai Kapolres Pakpak Bharat menggantikan AKBP Ganda MH Saragih. AKBP Faisal Florentinus Napitupulu sebagai Kapolres Asahan menggantikan AKBP Yemi Mandagi. Lalu, AKBP  I Gede Nakti Widhiarta sebagai Kapolres Nisel menggantikan AKBP Faisal Florentinus Napitupulu.

Selanjutnya, AKBP Doddy Hermawan sebagai Kapolres Langkat menggantikan AKBP Dedy Indriyanto, serta AKBP Heribertus Ompusunggu sebagai Kapolres Pematang Siantar menggantikan AKBP Doddy Hermawan.

Kepada wartawan usai acara tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan pelantikan dan serah terima jabatan ini sesuai dengan surat telegram Kapolri. "Ini merupakan angin segar baru. Mereka segera akan melakukan orientasi wilayah. Mudah-mudahan mereka bisa langsung bekerja," sebut Agus didamping Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja. Pelantikan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para Pejabat Utama dan Kapolres di wilayah Polda Sumut. (mtc/h3ri)

Pemprovsu Harapkan Prestasi Atlet Sumut Terus Meningkat


Medan I Faktaonline.net - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berharap prestasi olah raga atlet Sumut terus meningkat. Juga semakin banyak atlet Sumut yang mengukir prestasi yang membanggakan di tingkat nasional dan internasional.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah ketika membuka Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olah Raga se Sumut tahun 2018, Jumat (16/11) di Aula Raja Inal Siregar, kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan. “Kita berharap prestasi atlet Sumut terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Apalagi, tahun 2024 kita dan Aceh menjadi tuan rumah PON,” ujar Wagub.

Wagub Musa Rajekshah mengharapkan, melalui pelatihan pelatih dan instruktur olah raga yang diikuti perwakilan dari beberapa kabupaten/kota tersebut, dapat mendorong semangat para pelatih dan atlet untuk terus mengukir prestasi yang membanggakan. “Melalui prestasi olah raga yang membanggakan itu, kita mampu mewujudkan Sumut yang bermartabat,” ujarya.

Terkait persiapan PON 2024, Wagub mengatakan, Pemprov Sumut saat ini telah melakukan berbagai persiapan. Diantaranya dengan melakukan pelatihan secara rutin dan seleksi yang ketat. “Persiapan atlet sudah kita lakukan saat ini. Karena hal itu tidak bisa dilakukan dalam setahun atau dua tahun. Dilakukan secara berjenjang dan ada prosesnya,” kata Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck. 

Begitu juga dengan venue dan fasilitas pendukung PON 2024, Pemprov Sumut sudah melakukan berbagai persiapan. Terutama lahan dan anggaran untuk membangun venue dan fasilitas pendukung. “Kita terus melakukan berbagai persiapan, termasuk lahan dan anggaran untuk venue. Karena kita ingin PON 2024 nantinya adalah PON yang terbaik di seluruh Indonesia,” ujar Ijeck.

Sebelumnya, Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan, pelatihan para petalih dan instruktur olah raga tersebut diikuti oleh para guru olah raga atau pendidikan jasmani (Penjas) dari SD, SMP dan SMA. Ini merupakan pelatihan yang ketiga, dan akan digelar selama tiga hari, yakni mulai 16-18 November 2018. “Ini merupakan bagian dari program nasional pelatihan 100.000 pelatih olah raga. Dari jumlah itu Sumut mendapat jatah 1.500 pelatih. Yang digelar secara bertahap di tiga daerah, yaitu Medan, Pematangsiantar dan Labuhanbatu,” ujarnya.

Pelatihan ini, kata Jhon, diharapkan dapat meningkatkan semangat para pelatih dan instruktur untuk mebangkitka kembali semangat olah raga para atlet untuk meraih prestasi terbaik. Karena, para pelatih adalah ujung tombak pembinaan atlet olah raga di daerah ini.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut Baharuddin Siagian, para nara sumber dari Kemenpora dan Unimed, serta ratusan peserta dari berbagai daerah di Sumut.(fo/r)

Wagubsu Musa Rajekshah : Pemprov Sumut Dukung Usaha Pengolahan Sampah


Medan I Faktaonline.net - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu)  mendukung usaha pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat secara swadaya. Apalagi, selain dapat mengatasi pencemaran lingkungan, juga bisa menjadi penghasilan tambahan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah ketika menerima audiensi pelaku usaha pengolahan sampah Rena di Ruang Rapat Lt IX Kantor Gubernur Sumut, Jumat (16/11).

Turut hadir mendampingi Wagub, Asisten Administrasi Umum dan Asset Setdaprovsu Ibnu S Hutomo. “Pada prinsipnya, Pemprovsu  mendukung usaha pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat. Karena, selain lingkungan menjadi bersih dan sehat, juga dapat menjadi penghasilan tambahan,” kata Wagub Musa Rajekshah.

Karena itu, Wagub meminta Dinas Lingkunan Hidup dan Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Sumut untuk menjalin kerja sama dengan kelompok-kelompok usaha masyarakat yang bergerak di bidang pengolahan sampah. Juga melakukan pembinaan dan pendampingan, sehingga kelompok-kelompok usaha tersebut semakin produktif melakukan pengolahan sampah.

Upaya pengolahan sampah tersebut, menurut Musa Rajekshah, juga perlu disosialisasikan lebih luas ke masyarakat. Agar semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin banyak sampah yang dapat diolah, lingkungan semakin bersih dan sehat, serta semakin banyak pula masyarakat yang akan terbantu perekonomiannya.

Sebelumnya, salah satu pengolah sampah di Medan Rena, menyampaikan selama ini pihaknya sudah berhasil melakukan pengolahan sampah lingkungan menjadi produk bernilai jual, salah satunya arang. Namun masih menggunakan peralatan manual, yaitu ditumbuk dan diayak, kemudian disimpan serta dikumpulkan sebelum dijual. “Karena masih menggunakan alat manual, jadi kapasitas pengolahannya masih terbatas. Juga sulit untuk memenuhi permintaan pasar,” ujar Rena, yang memiliki unit pengolahan sampah di Komplek ITM Jalan Bajak II Marindal.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut Parlindungan Pane menyampaikan, bahwa pada 29 Nopember - 2 Desember 2018 akan diadakan Festival UKM Kuliner dan Olahan Kopi, yang dimeriahkan Harley Devidson di Lapangan Benteng Medan. Para pelaku pengolahan sampah diharapkan dapat bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut..(fo/r)

Gubsu Edy Rahmayadi : Meski Minoritas , Keberadaan Islam di Tanah Nias Merupakan Kemakmuran.


Gunung Sitoli I Faktaonline.net - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bersilaturahmi dengan masyarakat, usai shalat Jumat di Masjid Jami' Shalehin, Desa Miga, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Jumat (16/11). Gubernur menyampaikan bahwa Islam di Nias harus rahmatan lil alamin atau membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. “Islam di Nias ini harus Rahmatan Lil Alamin. Membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi kepada jamaah Masjid Jami' Shalehin.

Dalam kunjungan kerjanya yang ke dua di Pulau Nias ini, Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Sumut Arsyad Lubis, dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Aspan Sofian Batubara. Meski minoritas, kata Gubernur, keberadaan Islam di tanah Nias merupakan kemakmuran. "Jadi Islam di tanah ini harus membawa rahmat di tempat ini, jangan nanti ada di sini membuat kacau, itu berarti bukan Islam," kata Edy Rahmayadi.

Selain itu, Edy juga mengajak jamaah dan masyarakat untuk terus memakmurkan masjid. Tidak hanya membangun gedung masjid yang megah, tetapi yang terpenting adalah beramai-ramai melaksanakan shalat berjamaah di dalamnya. "Khususnya laki-laki, tak boleh ia jika sudah masuk waktu shalat tak bermakmum di masjid," katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memberikan bantuan untuk renovasi masjid. Menurutnya, banyak yang perlu dibenahi dari masjid yang didatanginya itu. Masjid harus sejuk, nyaman, dan teduh. "Saya menumpang shalat Jumat kemari, dibawa ke masjid ini, alangkah tak baiknya, kalau saya sudah lihat tempat ini perlu direnovasi, tapi tidak saya betulkan," kata Edy.

Ketua Badan Kenaziran Masjid Jami' Shalehin Jamal Nasir Tanjung mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Edy Rahmayadi yang telah hadir dan memberikan bantuan untuk renovasi masjid. "Semoga bantuan ini berguna dan bisa memberi kemakmuran pada masjid kami," ujarnya.. (fo/r)

Wakil Walikorta : Kepling Harus Lebih Peka Dan Peduli Terhadap Warga


Medan I Faktaonline.net - Wakil Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si tegaskan, Kepala Lingkungan (Kepling) harus lebih peka dan peduli terhadap warga. Untuk itu setiap Kepling jangan pernah berkantor di Kantor Lurah, namun harus di wilayahnya masing-masing. ”Saya minta Bapak dan Ibu Kepling jangan ada lagi yang berkantor di Kantor Lurah. Kepling harus berkantor di wilayahnya masing-masing agar informasi maupun keluhan dan yang menjadi kebutuhan dari warganya,” tegas Wakil Wali Kota.

Ketegasan ini disampaikan Wakil Wali Kota saat menutup kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepling se - Kota Medan, di Taman Wisata Merci, Jumat (16/11) sore.
Diketahui acara yang melibatkan 2001 Kepling se Kota Medan ini telah berlangsung selama 5 hari dimulai Senin (12/11). Disamping itu, Wakil Wali Kota berpesan untuk selalu menjaga lingkungannya masing-masing baik itu dari segikebersihan, keamanan dan ketertibanya serta memberikan pelayanan dengan tulus ikhlas kepada masyarakat.

Karenanya Akhyar memberikan 3 hal utama terkait pekerjaan yakni mengajak masyarakat mewadahi sampah. "Tugas Kepling mengajak masyarakat untuk mewadahi sampah mereka masing-masing nanti akan ada petugas yang mengangkutnya, jangan biarkan diletakkan begitu saja, saya tidak ingin melihat banyak tumpukan sampah di pinggir jalan."tegas

Wakil Wali Kota. Selanjutnya, tugas lain Kepling ialah menghimbau masyarakat untuk mau membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Karena menurut Wakil Wali Kota sehebat apapun rencana pembangunan bila PBB nya tidak di tagih maka pembangunan tersebut tidak akan berjalan lancar. "Sehebat apapun rencana pembangunan kalau PBB tidak di minta, maka akan percuma, karena itu kepling juga harus mengingatkan masyarakat untuk membayar PBB."ungkap Wakil Wali Kota.

Tidak hanya itu saja, Wakil Wali Kota juga meminta agar Kepling menjaga keamanan wilayahnya dari maraknya aksi pencurian dan peredaran narkoba. Sebab kedua hal ini dinilai sangat di risaukan oleh masyarakat. "Pantau keamanan wilayah saudara, karena terkadang kerap terjadi pencurian utilitas kota, karena barang-barang ini sangat gampang dijual oleh pencuri, selain itu pantau juga peredaran narkoba, jadikan tiap-tiap sudut gang itu seperti kampung selfie yang dulunya terkenal sebagai sarang naroba kini berubah menjadi tempat wisata."tegas Wakil Wali Kota .

Diakhir arahanya, Wakil Wali Kota Medan yang hadir didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial, Drs.Musaddad Nasution,M.Si Kabag Agama, S.Pd,MM dan Camat Medan Barat Rudi Faizal Lubis,AP.M.Si ini berpesan agar Kepling bersikap netralitas dalam pilpres mendatang, jangan mau ditarik oleh salah satu pasangan calon. (fo/r)

Tak Mengenal Lelah , Petugas Satpol PP Pemko Medan Kembali Tumbangkan 10 Unit Papan Reklame Bermasalah


Medan I Faktaonline.net - Papan reklame bermasalah terus jatuh bertumbangan menyusul kian gencarnya Tim Gabungan Pemko Medan melakukan penertiban di seluruh ruas jalan di Kota Medan. Kali ini penertiban dilakukan di empat ruas jalan, sebanyak 10 papan reklame bermasalah kembali ditumbangkan tim gabungan, Kamis (15/11) malam.
Pembongkaran kesepuluh papan reklame ini dilakukan karena tidak memiliki izin. Meski hampir setiap malam hingga menjelang pagi melakukan penertiban, namun tim gabungan tidak terlihat lelah sedikit pun. Dengan penuh semangat mereka bahu membahu membongkar satu persatu papan reklame bermasalah tersebut.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan Medan Rumah Kita yang tertata dan memiliki nilai estetika. Pembongkaran dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, ada empat ruas jalan yang menjadi objek pembongkaran yakni Jalan Gajah Mada sebanyak 3 unit ukuran 6 x 12 meter, 4 x 8 meter dan ukuran 4 x 6 meter, Jalan Perintis Kemerdekaan sebanyak 1 unit ukuran 4 x 8 meter, Jalan Merak Jingga sebanyak 5 unit ukuran 4 x 8 meter dan 4 x 6 meter serta 1 unit di Jalan Putri Hijau ukuran 4 x 6 meter.

Seperti biasa guna mendukung kelancaran pembongkaran, tim gabungan didukung 1 unit mobil crane serta peralatan mesin las. Sebelum melakukan pembongkaran, tim gabungan lebih dahulu memutuskan aliran listrik. Setelah itu dilanjutkan dengan membuka materi iklan dan diteruskan dengan ‘pemotongan’ menggunakan mesin las. Begitu papan reklame terputus dari tiang utama, mobil crane perlahan-lahan menurunkannya di atas permukaan jalan yang dilanjutkan dengan ‘pencincangan’. Kemudian diikuti dengan pemotongan tiang utama hingga rata dengan tanah, guna mencegah pengusaha advertising mendirikan kembali di lokasi semula. Pembongkaran kesepuluh unit papan reklame berakhir hingga Jumat (16/11) sekitar pukul 05.30 WIB.
Selanjutnya seluruh material bongkaran papan reklame, termasuk tiang utama dibawa menuju Lapangan Cadika Pramuka di Jalan Karya Wisata Medan untuk digabungkan dengan hasil pembongkaran yang dilakukan selama ini.

Sementara itu di tempat terpisah, sejumlah pengusaha advertising membuka sendiri papan reklame miliknya yang bermasalah sebanyak 6 unit. Keenam papan reklame itu berada di 3 lokasi berbeda yakni Jalan Gajah Mada sebanyak 1 unit ukuran 6 x 12 meter, Jalan Iskandar Muda ukuran 5 x 10 meter, Jalan Merak Jingga sebanyak 4 unit ukuran 4 x 6 meter. Material hasil pembongkaran papan reklame yang dilakukan dibawa pemilik advertising masing-masing.

Menurut Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra Harahap, pembongkaran dilakukan terhadap 10 unit papan reklame dilakukan karena tidak memiliki izin. Atas dasar itulah Rakhmat menghimbau kepada seluruh pengusaha advertising agar mengurus izin terlebih dahulu sebelum mendirikan papan reklame serta memenuhi aturan dan ketentuan yang berlaku terkait pendirian papan reklame.

Terkait dengan penertiban papan reklame bermasalah, Rakhmat menegaskan akan terus melakukannya. “Sesuai dengan komitmen Bapak Wali Kota, penertiban akan terus kami lakukan hingga Kota Medan yang kita cintai ini bersih dari papan reklame bermasalah” tegas Rakhmat. Selanjutnya mantan Camat Medan Petisah ini menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pengusaha advertising yang telah membongkar sendiri papan reklamenya. Rakhmat berharap langkah ini dapat diikuti pengusaha advertising lainnya sehingga keinginan Wali Kota untuk mengembalikan estetika Kota Medan secepatnya terwujud. (fo/r)

Keduakalinya , Walikota Terima Penghargaan Nakamukti Tahun 2018


Tangerang I Faktaonline.net - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menerima Penghargaan Natamukti 2018 dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI bekerjasama dengan International Council for Small Buniness (ICSB) di Graha Widya Bhakti, Gedung 123 Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (15/11).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan upaya yang telah dilakukan Walikota dalam rangka mendorong sekaligus memajukan UMKM di ibukota Provinsi Sumatera Utara.
Penghargaan membanggakan itu diserahkan langsung Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Puspayoga didampinggi Chairman ICSB Hermawan Kartajaya pada Puncak Panganugerahan Gebyar UKM Indonesia 2018. , Penghargaan ini merupakan kali keduanya diterima Wali Kota, sebab tahun 2017, Wali Kota juga mendapat Penghargaan Natamukti.

Menurut Chairman ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya, penentuan penerima Penghargaan Natamukti melalui proses panjang. Dimulai dari riset yang dilakukan tim ICSB dari berbagai daerah, yang kemudian diverifikasi dilapangan oleh tim ahli ICSB dengan mengacu pada Model Natamukti, yaitu bagaimana melakukan pengembangan UMKM yang terpercaya, terdepan, dan teratur. Dari hasil riset dan verifikasi yang telah dilakukan ICSB, Kota Medan terpilih bersama sejumlah Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia dinilai berhak mendapatkan Penghargaan Natamukti 2018. “ Semoga dengan penghargaan yang diberikan ini dapat menjadi inspirasi para institusi pemerintah lain untuk memajukan UMKM di daerahnya masing-masing,” kata Hermawan.

Ditemui usai menerima Penghargaan Natamukti 2018, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang baru diterimanya tersebut. Dikatakannya, Penghargaan Natamukti 2018 tidak terlepas dari kerja keras dan dukungan penuh dari semua pihak dalam memajukan dan mengembangkan UMKM di kota Medan. “Alhamdulillah, Kota Medan kembali mendapatkan Penghargaan Natamukti. Tentunya penghargaan ini sangat membanggakan dan menjadi motivasi bagi kita untuk terus memajukan UMKM di Kota Medan.

Selanjutnya penghargaan ini saya dedikasikan kepada seluruh pelaku UMKM di Kota Medan. Mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk terus melakukan kreasi dan inovasi guna memajukan dan mengembangkan UMKM yang ada di kota tercinta ini,” kata Wali Kota.
Mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan itu selanjutnya mengingatkan kepada seluruh jajarannya, terutama OPD terkait agar tidak cepat puas dengan penghargaan yang diterima tersebut. Justru keberhasilan itu dijadikan spirit dan motivasi untuk terus melayani dan membina seluruh pelaku UMKM yang ada di Kota Medan.
Dengan demikian UMKM di Kota Medan akan lebih maju sekaligus menggeliatkan perekonomian. Terakhir, Wali Kota berpesan kepada sleuruh pelaku UMKM di Kota Medan agar terus menghasilkan produk yang berkualitas. Ditegaskannya, Pemko Medan siap mendukung melalui pembinaan, pengembangan serta pelatihan sekaligus membantu memasarkan hasil produk sehingga dapat bersaing dengan produk daerah lain di Indonesia, termasuk mancanegara. (fo/r)

Melalui Perlombaan, Kejari Dan Disdik Beri Edukasi Bahaya Korupsi Kepada Siswa SD/SMP se Deliserdang


Deliserdang I Faktaonline.net - Kejari Deliserdang bersama Dinas Pendidikan Deliserdang memberi pelajaran tentang bahaya korupsi dan anti korupsi kepada ratusan siswa siswi SD di aula PGRI Kamis (15/11).

Pembelajaran anti korupsi itu diberikan dalam rangka peringatan Hari Korupsi Internasional dengan tema membangun generasi anti korupsi menuju genersi emas tahun 2045 dengan sub tema sekolahku kawasan bebas korupsi juga dengan beberapa perlombaan tentang anti korupsi.

Kejari Deli Serdang Asep Maryono didampingi Kasi Intel Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pendidikan anti korupsi itu tidak bisa dilaksanakan maupun diberikan kepada para remaja maupun masyarakat saja tetapi bisa juga kepada siswa SD /SMP maupun anak usia dini. " kalau nanti pembelajaran ini bisa diterapkan kepada siswa SD dan SMP maka ini bisa menjadi cikal bakal membedakan mana perbuataan politik dan tidak politik tentunya dengan bahasa dan meteri yang dapat dicerna dalam tingkat SD dan SMP, oleh karena itu kami sudah menemukan bahan yang nantinya dibentuk dalam Tim antara Disdik dan Kejari diharapkan ini nanti ada sebuah payung hukum yang dimasukan dalam level pendidikan SD SMP berupa peraturan Bupati" kata Asep saat membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Asep mengatakan bahwa hal ini sangat penting karena pemberian pengajaran tentang anti korupsi ini kepada tingkat SD SMP dengan SMA akan beda, oleh karena itu bagaimana tata cara penyampaiayannya kepada siswa SD /SMP ini agar diharapkan nantinya anak anak dapat memmberikan dan meneruskan tentang edukasi ini kepada orangtuanya keluarga ataupun masyarakat di lingkungannya. "nantinya anak anak SD maupun SMP dapat memberitahukan hal ini kepada orang tuanya ataupun saudara dan teman temannya apa arti tentang bahaya korupsi " tandas Asep.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan Deliserdang Miska Gewasari ,mengatakan bahwa melalui pendidiakan dan aksi ini berharap akan semakin terminimalisir hal hal tidak diharapkan terjadi. "hari ini saya pikir sebagai sebuah tonggak dan komitmen untuk kita sama sama memperbaiki meluruskan sikap sikap yang selama ini barang kali belum pas kalau kita tidak berusaha untuk memperbaiki maka kita akan membiarkan kehancuran itu, kami berharap dengan apa yang menjadi inisiatip dari kejari untuk menjadikan pelajran anti korupsi salah satu muatan lokal dikabupaten Deliserdang ini merupakan upaya yang benar benar untuk kita bisa bersama sama mengedukasi anak anak diusia dini" kata Miska

Disebutkan Miska anak anak nantinya bisa bercerita kepada orang tuanya di rumah sebagai upaya kita mendidik masyarakat melalui sekolah pendidikan adalah komponen terpenting untuk pembentukan prilaku. "proses pendidikan dirumah sekolah dan masyakat bahwa pendidikan adalah strategi untuk mewujudkan hal ini sangat penting agar generasi mulai sekarang untuk membudayakan anti korupsi ini harus disiapkan mulai sejak dini, agar anak anak memiliki konsep budaya anti korupsi tentang penegakan anti korupsi " tandas Miska. 

Kemudian Kajari Deliserdang Asep Maryono bersama Plt. Kadis Pendidikan Miska Gewasari meninjau perlombaan anti Korupsi diantaranya Cerdas Cermat , Pidato dan Mewarnai dikantor Dinas Pendidikan Deliserdang.(DS01).

Kembangkan UMKM , Pemkab Deliserdang Raih Penghargaan Nakamukti



Deliserdang I Faktaonline.net - Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dibawah kepemimpinan Bupati H Ashari Tambunan dan Wakil Bupati H Zainuddin Mars terus menuai prestasi gemilang, kali ini penghargaan di Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yakni Penghargaan “Natamukti 2018” dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menegah RI yang bekerja sama dengan International Council for Small Business (ICSB) Indonesia.

Penghargaan Natamukti diserahkan Menteri Koperasi dan UKM AA Gedhe Puspayoga didampinggi Chairman ICSB Hermawan Kartajaya kepada Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars pada acara Gebyar UKM Indonesia 2018 di Graha Widya Bhakti, Kota Tanggerang Selatan Provinsi Banten, Kamis (15/11) siang, kata Kabid Informasi Publik Dinas Kominfo Deli Serdang Ari Mulyawan melalui telefon selulernya dari Tanggerang Banten. 

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Deli Serdang Ahmad Tarmizi ketika dihubungi menjelaskan diterimanya penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM yang bekerjasama dengan ICSB Indonesia sebagai bentuk apresiasi kepada Kabupaten Deli Serdang yang berhasil dalam memasarkan, mendorong peningkatan kualitas, membangun ekosistem Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM ) serta mendorong keberlangsungan UMKM di Kabupaten Deli Serdang. “Pemkab Deli Serdang di bawah kepemimpinan Bupati H Ashari Tambunan dan Wabup H Zainuddin Mars memang sangat serius dan mendukung penuh pertumbuhan UMKM di Deli Serdang, dan Pemkab Deli Serdang melalui Dinas Koperasi akan terus mengembangkan dan meningkatkan UMKM terutama bagi perkembangan ekonomi untuk produk local khas Deli Serdang”, tambah Ahmad Tarmizi.

Kadis Koperasi meyatakan bahwa sebagai penggerak roda perekonomian utama di Indonesia, UMKM menjadi perhatian Pemerintah dan Lembaga Internasional saat ini, ekosistem UMKM yang kondusif hanya bisa dicapai dengan kontribusi dari berbagai pihak seperti praktisi bisnis, akademisi dan peneliti, selain itu peran pemerintah daerah dalam mendukung UMKM menjadi pilar pendorong utama ekonomi local. 

Chairman ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya pada acara tersebut menjelaskan bahwa Penghargaan Natamukti ini melalui proses yang Panjang, dimulai dari riset yang dilakukan Tim ICSB di berbagai Daerah yang kemudian diverivikasi dilapangan oleh Tim ahli ICSB dengan mengacu pada model Natamukti yaitu bagaimana melakukan pengembangan UMKM yang terpercaya, terdepan dan teratur.

Selain Kabupaten Deli Serdang, beberapa Kabupaten/Kota yang menerima Penghargaan Natamukti 2018 ini diantaranya Kota Medan, Kota Bandung, Kota Surakarta, Kota Pontianak, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Gowa.(DS01)

Selama Operasi Zebra 2018 Unitlantas Percut Seituan Tindak 582 Pelanggaran.


Percut Seituan I Faktaonline.net - Operasi Zebra Toba 2018 yang berlangsung sejak 30 Oktober hingga 12 November 2018, dilakukan serentak di Wilayah Hukum Poldasu, razia juga dilaksanakan di wilayah hukum Polrestabes Medan termasuk di jajaran hokum Polsek Percut Sei Tuan. Razia yang dilaksanakan di wilayah hokum Polsek Percut Sei Tuan dalam sepekan petugas berhasil menindak 582 pelanggaran lalulintas, pengendara roda dua dan empat, baik surat berkenderaan SIM maupun STNK dan lainnya. 

Hal ini disampaikan Kanit Lantas Polsek Percut Sei Tuan IPTU JH Panjaitan (foto), diruang kerjanya, Kamis (15/11) pagi.
Menurutnya Sesuai data rekapitulasi laporan hasil Operasi Zebra Toba 2018 Unitlantas Polsek Percut Sei Tuan 478 unit kenderaan roda dua. Sedangkan pelanggaran melawan arus, menggunakan HP saat berken­dara, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan tidak didapatkan pelanggaran sehing­ga saaty ini tren angka 0 %.

Disamping itu, lanjut Panjaitan, petugas juga menindak 16 unit kenderaan roda 4 serta memberikan tindakan langsung (tilang) 88 SIM dan STNK kepada para pengendara pelanggaran lalu lintas dijalanan, baik itu pengendara roda dua maupun pengendara roda empat . 

Dikatakannya, kenderaan yang ditahan bukan berarti kejahatan, tapi saat diberhentikan petugas pengendara tidak bisa menunjukkan SIM atau STNK kenderaannya dengan berbagai macam alas an. "Demi kenyamanan dan keamanan di jalan, para pengendara diminta mematuhi peraturan lalu lintas dan melengkapi dokumen kenderaan bermotor," ujarnya.

IPTU JH Panjaitan menghimbau masyarakat agar sebelum bepergian terlebih dahulu memeriksa perlengkapannya. Dengan banyaknya para pengendara yang ditilang menunjukkan kesadaran berlalulintas para pengendara di Kota Medan masih kurang.

Untuk itu, lanjut Kanit Lantas, meminta para pengendara lalu lintas mematuhi peraturan lalu lintas. "Meskipun operasi zebra sudah selesai pada tanggal 12 November 2018 kemarin, namun untuk pelanggaran tidak pakai helm dan melawan arus serta menggunakan HP dijalan yang bisa berdampak kepada patalitas korban kecelakaan tetap kita tindak", ujarnya.

Kendati seperti itu, sambung Kanitlantas, pihaknya juga mengapresiasi pengguna jalan yang taat berlalulintas. "Apresiasi kami kepada pengguna jalan yang saat ini sudah tertib berlalulintas. Moto kita Tertib Medan Lancar," kata mantan Kanitlantas Medan Barat ini. Kepolisian tetap melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan mejelang akhir tahun yaitu pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2018. Hal tersebut dilakukan untuk terwujudnya Keamanan, Keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. (Firdaus Tanjung).

Gubsu Edy Rahmayadi Tinjau Korban Banjir di Simpang Gambir , Warga Setuju Pindah dari Bantaran Sungai


Madina I Faktaonline.net - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meninjau korban banjir di Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (14/11).

Sedikitnya 53 rumah warga hanyut dan 39 rumah rusak parah, akibat banjir yang terjadi pekan lalu. Warga korban banjir yang kini tinggal di tempat pengungsian menyataan setuju untuk pindah. Juga setuju menghentikan aktivitas penambangan emas tradisional (dompeng) di pinggir sungai, yang dinilai merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan.


Hal itu disampaikan langsung oleh warga Simpang Gambir kepada Gubernur Edy Rahmayadi yang datang bersama istrinya Nawal Lubis, dalam pertemuan di Pasar Simpang Gambir.

Hadir dalam pertemuan itu Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, OPD Pemprov Sumut dan Pemkab Madina, camat, lurah, Kapolsek, Danramil dan ratusan warga. “Bantaran sungai adalah tempat yang tidak layak dan berbahaya untuk dijadikan tempat tinggal. Apakah bapak-bapak dan ibu-ibu semua setuju untuk pindah dari pinggir sungai?” tanya Gubernur, yang langsung disambut jawaban “setuju” oleh ratusan warga yang hadir.

Gubsu Edy menyampaikan, bahwa untuk mendirikan rumah tempat tinggal, warga harus mencari tempat yang layak dan benar-benar aman untuk anak-anak dan keluarganya. Tempat yang layak itu bukan di pinggir sungai atau tebing.

Untuk rencana relokasi warga korban banjir, Gubernur meminta Bupati Madina menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, termasuk proses pendataan dan persiapan lainnya. “Warga sudah setuju, saya minta Bupati untuk bantu segala sesuatunya, untuk relokasi ini,” katanya

Gubernur. Edy Rahmayadi juga mengingatan warga, bahwa penambangan emas (dompeng) sangat membahayakan kesehatan, serta merusak lingkungan. Karena, dalam prosesnya menggunakan zat kimia berbahaya merkuri. “Zat kimia ini bisa menyebabkan tubuh menjadi kerdil dan kecerdasan menurun. Apakah bapak-bapak dan ibu-ibu semua setuju untuk menghentikannya?” tanya Edy Rahmayadi dan disambut jawaban “setuju” oleh warga.

Selain itu, Edy juga meminta warga untuk menghentikan meminta-minta bantuan di pinggir jalan. Karena Pemprov Sumut dan Pemkab Madina sudah memberikan bantuan yang cukup untuk warga korban banjir. “Sebagai Gubernur saya bertanggungjawab. Bantuan pasti diberikan. Karena itu janganlah meminta-minta lagi di pinggir jalan. Malu kita,” katanya.

Sementara itu, Bupati Madina Dahlan Hasan menyampaikan, sebanyak 53 rumah warga hanyut dan 39 rumah rusak parah, akibat banjir yang terjadi Rabu (7/11) lalu. Para korban banjir akan dibantu oleh Pemprov Sumut dan Pemkab Madina untuk mendirikan rumah. “Semua akan dibantu, tapi bukan di pinggir sungai. Pemprov Sumut dan Pemkab Madina akan menyiapkan tampat relokasi untuk warga korban banjir. Karena itu diharapkan semuanya setuju, jangan ada yang macam-macam lagi. Biar cepat prosesnya,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, jika semua warga sudah setuju dan maka proses relokasi akan secepatnya dilakukan. Karena, Pemprov Sumut dan Pemkab Madina berharap para korban banjir tidak lebih dari 20 hari tinggal di pengungsian. D

Di hari yang sama, Gubernur bersama rombongan juga meninjau korban banjir di Dusun Simarobu, Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal dan Desa Taluk Kecamatan Natal, Madina. Sepanjang perjalanan Gubernur juga sesekali berhenti di posko bencana yang berada di sepanjang jalan yang dilalui rombongan. Kepada warga yang ditemui, Gubernur selalu mengingatkan untuk tidak lagi tinggal di tepi sungai.(fo/r)

Dibawah Pimpinan dr Budi Puskesmas Tanjung Rejo Siap Melayani Masyarakat


Percut Seituan I Faktaonline.net - Dibawah kepemimpinan Ka UPT dr,H,Budi Afriyan.M.Kes, Puskesmas Tanjung Rejo yang terletak di Jalan Lembaga, Dusun II, Desa Tanjung Rejo Kec Percut Seituan Kab Deliserdang, dinilai sudah cukup mapan untuk menuju era milenial mengemban tugas kesehatan secara profesional dan proposinal.

Gedung Puskesmas yang saat ini berdiri megah dan menawan persis didepan Kantor Desa Tanjung Rejo tersebut ditopang segenap fasilitas medis seperti peralatan kesehatan, ruangan rawat inap, ruangan laboratorium medis dan modernisasi sistem elektronik. Bahkan tenaga ahli kedokteran dibantu bidan bidan dan perawat yang piawai dalam dunia kesehatan membuat Puskesmas Tanjung Rejo ini menjadi super maju dan pilih tanding berdaya saing dengan puskesmas terbesar lainnya di Kabupaten Deli Serdang.

Demikian diungkapkan Firdaus Tanjung, salah seorang tokoh pers Deli Serdang, saat berkunjung di Puskesmas Tanjung Rejo, Rabu (14/11). Menurut mantan Ketua PWI Reformasi Kabupaten Deli Serdang ini, dari beberapa Puskesmas di Deli Serdang, Puskesmas Tanjung Rejo yang sangat signifikan dan drastis perubahannya. Bagaimana tidak.?, dari tahun 2012 lalu saat dr.H.Budi Afriyan M kes mulai memimpin, keberadaan Puskesmas Tanjung Rejo sangat bersahaja dengan fasilitas minim dan gedung yang memprihatinkan bahkan sebahagian masih berdindingkan papan kayu. Jauh berbeda dengan sekarang ini, apa lagi bangunan permanen yang kokoh dengan u
ornamen yang apik dibangun Pemkab Deli Serdang ditambah beberapa taman bunga dan pepohonan yang tertata rapi membuat pesona keindahan tersendiri di Puseksmas ini.

Bukan itu saja, Ka UPT Puseksmas Tanjung Rejo dr H Budi Afriyan M Kes sangat luwes dalam pergaulan dan terbuka menerima masukan masukan dari masyarakat. Semua ini dilakukannya untuk perbaikan dan kemajuan Puskesmas Tanjung Rejo itu sendiri.

Hal ini juga diakui Jumi’in salah seorang tokoh masyarakat Dusun II, Desa Tanjung Rejo, menurutnya jika dilihat perbandingan pelayanan kesehatan dari dahulu sampai sekarang sudah mengalami perubahan yang sangat positif dan menggembirakan.

Ketua BKM Mushola Al-Falah ini juga mengatakan banyak masyarakat desa Tanjung Rejo sekitarnya yang mengungkapkan kesan memuaskan, termasuk dari segi pelayanannya sudah banyak yang dirasakan masyarakat perubahannya yang menggembirakan.

Jika dahulu, lanjutnya, masyarakat yang berasal dari Paloh Merbau jauh jauh berobat ke Puskesmas ini sering kurang mendapat perawatan, bahkan petugas medisnyapun jarang berada ditempat. Jauh beda dengan sekarang yang sudah aktif melayani masyarakat.

Demikian juga dengan administrasi di Puskesmas Tanjung Rejo ini dinilai sudah cukup lengkap didukung sumber daya petugas tata usaha (administrasi) dan petugas medisnya yang profesional membuat Puskesmas ini lebih maju dan berdaya saing. “Saya lihat dengan mata saya sendiri, pelayanan disini sudah cukup bagus dan memuaskan, masyarakat juga sudah mengakuinya. Kalau dulu fisik Puskesmas saja tidak memadai, centang prenang terlihat masih kumuh jika dibanding sekarang”, ujar Jumi’in. 

Kalau sekarang ini, tambah Mi’in, Alhamdulillah sudah cukup sehat, apa lagi dengan adanya ruang rawat inap yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan petugas medis yang selalu standby ditempat sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Mantan pengurus LKMD Tanjung Rejo ini mengungkapkan, jika dinilai dari dahulu sampai sekarang sudah sangat jauh berbeda. Baik bidang pelayanan, administrasi, fasilitas medis dan fisik bangunan Puskesmas, semua sudah sangat berbeda dan menggembirakan. “Pelayanannya pun bagus, para perawat dan tenaga medisnya ramah penuh senyum saat melayani pasien dan tamu. Komunikasi dengan masyarakat juga cukup baik, semua ini tidak terlepas dari kepiawaian dr H Budi Afriyan M kes yang memimpinnya”, ungkap Mi’in.

 “Saya juga melihat petugasnya dengan sabar dan telaten melayani para pasien, jangan ada sampai ada pelayanan yang tidak baik. Dari dahulu sampai sekarang masih terus saya pantau. Intinya, saya merasa senang dengan keberadaan Puskesmas Tanjung Rejo dibawah kepemimpinan dr H Budi Afriyan M Kes ini”, sebutnya. (Firdaus Tanjung).

Walikota Apresiasi HIPMI Kota Medan Selenggarakan Diklat,Seminar dan Talk Show


Medan I Faktaonline.net - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengapresiasi dan mendukung penuh para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Medan untuk menggelar Diklat, Seminar dan Talk Show tentang Digital Enterpreneur dan Prospek Bisnis di Kota Medan Tahun 2019.

 Apresiasi dan dukungan ini disampaikan Wali Kota ketika menerimna pengurus HIPMI Kota Medan di Rumah Dinas Wali kota Medan, Selasa (13/11).

Kepada Wali Kota, Ketua HIPMI Kota Medan, Rio Febrian Sukma dan Ketua Panitia Tengku Edriansyah Rendy menyampaikan. perhelatan ini direncanakan berlangsung pada 22 November mendatang di Le Polonia Hotel Medan. “Acara ini kita gelar bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pengusaha muda atau pengusaha pemula di Kota Medan.

Di samping itu kami juga meminta dukungan Bapak Wali Kota agar para pengusaha muda dapat tumbuh dan berkembang di Medan,” kata Rio.

Wali Kota menyambut kegiatan yang akan diselenggarakan Hipmi Medan ini. Dia berharap, kegiatan ini dapat memberikan informasi serta memperluas cakrawala pengetahuan pengusaha muda yang berusaha di era digital ini. “Di samping itu kami berharap agar HIPMI Kota Medan dapat memperhatikan dan membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar dapat tumbuh dan berkembang hingga akhirnya akan semakin meningkatkan perekonomian di Kota Medan yang kita cintai ini,” harapnya.(fo/r)