Info Lowongan Kerja :

Menhub RI Ignasius Jonan : Jalur Rel KA Menghubungkan Antar Provinsi Se Sumatera Diharapkan Rampung Sesuai Target


Binjai.faktaonnline.net

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan, proyek pembangunan rel kereta api yang menghubungkan antarprovinsi di Sumatera diharapkan bisa rampung sesuai target sekitar 2018-2019.
  

"Pembangunan jalur kereta api untuk memenuhi kebutuhan salah satu moda transportasi di Indonesia harus dikerjakan sesuai jadwal dan itu perlu dukungan semua pihak," ujarnya di Binjai, Kamis (4/2).
Dia mengatakan itu di sela peninjauan pembangunan  reaaktivasi jalur rel kereta api lintas Binjai - Besitang di KM  3+300  bersama Pelaksana tugas Gubernur Sumut H T Erry NIradi dan pejabat Perkeretaapian.
Menurut dia, Kementerian Perhubungan akan terus memantau pelaksanaan pembangunan rel kereta api yang akan menyambungkan Sumut-Aceh dan rel kereta api lain di provinsi lain sehingga konektivitas jalur kereta api antarprovinsi di Sumatera akan benar-benar terwujud dan sesuai jadwal.
Kepala Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumbagut Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hendy menjelaskan, panjang rel kereta api Binjai-Besitang (perbatasan Sumut-Aceh itu) sepanjang 85 km.
Anggaran pembangunan rel itu sebesar Rp640 miliar yang bersumber dari dana APBN dimana sekitar Rp360 miliar sudah dipergunakan untuk melaksanakan proyek itu. Dari 85 km panjang rel itu, sepanjang 50 km sudah dan sedang dikerjakan sejak Juli 2015.

"Dari 50 km yang sedang dikerjakan, sepanjang 10 km yakni Binjai- Kualabegumit sudah selesai di pasang rel." Katanya. Proyek Rel Kereta Api Binjai-Besitang itu diharapkan selesai pada tahun 2017.
 Pelaksana tugas Gubernur Sumut H T Erry Nuradi mengatakan, pembangunan jalur rel kereta api Binjai-Besitang yang akan terkoneksi ke Aceh dipastikan akan mendorong peningkatan perekonomian dan pengembangan wilayah Sumut.

Untuk itu, kata dia, pembangunan rel itu perlu didukung semua pihak termasuk masyarakat.
Apalagi, kata dia, biaya pembangunan rel kereta api itu memakan  biaya cukup besar. "Kepedulian Pemerintah Pusat dan program peningkatan perekonomian di Sumatera dimana Sumut jadi andalan, perlu diapresiasi dengan memberi dukungan penuh," katanya.
Pemprov Sumut, ujar dia akan membantu
manajemen Kereta Api Indonesia mengatasi hambatan-hambatan dalam pembangunan rel itu.
"Koordinasi akan semakin ditingkatkan karena pembangunan sarana transportasi akan sangat membantu mendorong perekpnomian," katanya.
Dalam kesempatan itu, dia menghimbau seluruh masyarakat Sumatera Utara mendukung program pembangunan infrastruktur. Pemerintah pusat menurutnya sudah banyak mengucurkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur termasuk kereta api. Oleh karena itu sudah selayaknya program didukung  diantaranya dengan tidak menghambat pembebasan lahan. (riil/red )

Jazuli Juwaini : Perlu Kearifan Dalam Tetapkan Harga BBM

Ketua FraksiPKS DPR RI,Jazuli Juwaini ( kemeja Hitam pakai peci )

Medan,faktaonline.net
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini minta pemerintah perlu bersikap arif dalam menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sikap arif pemerintah tersebut dapat tercermin saat menaikkan harga, memberikan kompensasi bagi rakyat, serta menyeimbangkan subsidi dengan kemandirian ekonomi. 

“Memberi subsidi terlalu besar, menjadi beban negara. Menghilangkan sama sekali, bukan sikap yang arif dan bijaksana. Pengurangan subsidi harus diimbangi kemandirian ekonomi, dan itu terukur. Bukan hanya dengan memberikan bantuan tunai,” papar Jazuli saat memberikan keynote speech dalam Focus Group Discussion "Fenomena Kejatuhan Harga Minyak Dunia; Menyingkap Harga BBM Pro Rakyat", di Ruang Pleno Fraksi PKS DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2).

Legislator PKS dari Dapil Banten III ini mengakui sulit bagi pemerintah, khususnya Pertamina, untuk segera menurunkan harga minyak di tengah harga dunia yang sedang menurun. Tapi, setidaknya, tambah Jazuli, PKS mendorong pemerintah agar mencari perhitungan yang tepat agar keuangan pemerintah tidak defisit, dan beban rakyat tidak semakin berat.

“Kalau harga minyak dunia turun, wajar harga BBM kita turun. Pasti ESDM pun bicara bahwa harga minyak dunia ini fluktuatif. Memang tidak mungkin, jika saat ini harga minyak dunia turun, langsung hari ini juga kita turunkan harga BBM," ungkap Jazuli.

FGD ini menghadirkan beberapa pemapar, seperti Enny Sri Hartati (INDEF), Wiraatmaja Puja (Dirjen Migas Kementerian ESDM), dan Wianda Pusponegoro (Vice President Corporate Communication). Selain itu, dalam FGD ini pula, Fraksi PKS DPR RI secara khusus menyerahkan hasil riset Bidang Industri dan Pembangunan (Inbang) tentang Perhitungan Harga Keekonomian BBM kepada Dirjen Migas Kementerian ESDM. ( riil/red ) 

Camat Se Kota Medan Harus Data Eks Gapatar


Medan,faktaonline.net

Mengantisipasi kedatangan eks Gapatar asal Kota Medan , Camat diminta untuk mendata secara valid seluruh eks Gafatar yang akan  dipulangkan dari Kalimantan Barat (Kalbar), termasuk siapa sanak saudaranya  sesuai dengan daftar yang ada. Pasalnya dari 301 orang eks Gafatar  asal Sumatera Utara yang dipulangkan, 135 orang diantaranya merupakan warga Medan.  Di samping itu para camat juga harus mensosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga keberadaan eks Gafatar bisa diterima  dengan baik.
                
Demikian sebagian hasil dari rapat pembahasan penanganan eks Gafatar di Kota Medan yang dipimpin langsung Pj Wali Kota Medan, Drs H Randiman Tarigan MAP diwakili Sekda Kota Medan, Ir Syaiful Bahri Lubis dan Drs Heri Zulkarnain MSi mewakili Ketua DPRD Medan di Balai Kota Medan, Kamis (4/2).
               
Tidak itu saja, camat juga diinstruksikan untuk terus memonitoring dan mengawasi keberadaan para eks Gafatar  di wilayahnya masing-masing  setelah mereka meninggalkan lokasi penampungan sementara. Hal ini penting dilakukan untuk terus mendeteksi tindak-tanduk seluruh eks Gafatar selanjutnya.
                
Yang lebih penting lagi, seluruh SKPD terkait, termasuk Kementerian Agama, MUI dan FKUB Kota Medan terus melakukan pendampingan sekaligus pembinaan tentang keagamaan yang benar, sehingga seluruh eks Gafatar asal Medan ini menyadari kesalahan dan kekhilafannya sehingga mereka kembali ke jalan yang benar.
                
Rapat ini dihadiri seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan, sejumlah pimpinan SKPD terkait ditambah Kepala Kementrian Agama Kota Medan, Iwan Zulhami, Ketua FKUB Kota Medan, Drs Palit Wajedi serta perwakilan MUI Kota Medan.
               
Kepala Kesbangpol Kota Medan, Cheko Wakhda Ritonga dalam rapat itu memaparkan, tiga kali berdasarkan rapat dengan Muspida Sumut, diketahui dari ribuan eks Gafatar yang dipulangkan dari Kalbar, 301 orang diantaranya berasal dari Sumut. Dari 301 orang itu, 135 orang merupakan warga Kota Medan.
              
Adapun perinciannya bilang Cheko, 59 orang warga Tanjung Mulia, 6 orang (Jalan Kayu Putih), 5 orang (Martubung), 25 orang (Sei Sikambing), 14 Orang (Marelan), 18 orang (Medan Tembung), 3 orang (Medan Denai) dan 5 orang (Medan Selayang). Setibanya di Medan, mereka nanti ditempatkan di sejumlah lokasi penampungan untuk dilakukan pembinaan selama seminggu hingga dua minggu.
              
Meski telah  rapat tiga kali, Cheko mengaku sejauh ini belum diketahui kapan eks Gafatar ini sampai Medan. “Walaupun demikian dari rapat itu diputuskan, agar Pemkab dan Pemko yang ada warganya ikut Gafatar untuk mempersiapkan penyambutan, termasuk melakukan pendataan dan memberikan pendampingan kepada eks Gafatar,” kata Cheko.
              
Berdasarkan laporan dari perwakilan Dandim 0201/BS yang mengikuti rapat menyebutkan, eks Gafatar asal Medan yang dipulangkan itu nantinya akan ditempatkan di sejumlah lokasi yakni Lantamal I sebanyak 25 orang (7 KK), Polda Sampali 27 0rang (7 KK),  Yonzipur I 19 orang (5 KK), Yonkav 6/Serbu 32 orang (9 KK) dan Yon Armed 2 sebanyak 26 orang (7 KK).
               
Selanjutnya perwakilan MUI Kota Medan ketika dimintai pendapat terkait Gafatar, menegaskan pihaknya telah menerima fatwa dari MUI Pusat bahwasanya ajaran pimpinan Gafatar (Ahmad Mussadeq) dinyatakan sesat dan menyimpang dari ajaran Islam, diantaranya menganggap Ahmed Mussadeq sebagai nabi setelah Nabi Muhamamd SAW, menyatakan shalat, puasa dan ibadah haji belum wajib dan memiliki ucapan dua kali masyahadat sendiri.
              
Heri Zulkarnain mewakili Ketua DPRD Medan berharap agar pembinaan yang dilakukan terhadap eks Gafatar ini harus tuntas. Jika tidak tuntas, dia khawatir eks Gafatar bisa disusupi dan dipengaruhi sehingga dikhawatirkan kembali menjadi pengikut agama sesat. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan menjadi anggota teroris maupun ISIS.
                
“Selain terus dilakukan pembinaan terus menerus, saya juga berharap kepada camat untuk mendata eks Gafatar ini selengkap-lengkapnya. Di samping itu terus pantau keberadaan mereka,” ungkap Heri.
               
Sedangkan menurut Sekda Kota, Ir Syaiful Bahri Lubis, Pemko Medan melalui SKPD Terkait, termasuk camat dan lurah akan terus melakukan pembinaan secara intensif  terhadap eks Gafatar asal Medan yang dipulangkan  dari Kalbar tersebut. Diingatkan Sekda, diperlukan keseriusan semua pihak dalam menangani eks Gafatar ini.
               
Selanjutnya Sekda menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menerima dengan baik sleuruh eks Gafatar yang dipulangkan nanti. “Eks Gafatar ini bukan orang lain tapi  mereka itu adalah saudara-saudara kita. Jadi  terima dan rangkul mereka kembali dengan baik. Apalagi mereka saat ini sudah tidak memiliki harta benda lagi?”  ujar Sekda.
               
Di samping itu Sekda juga akan membicaran masalah pendidikan anak-anak eks Gafatar dengan Dinas Pendidikan Kota Medan, termasuk instansi terkait lainnya. Sebab, selama mengikuti orang tuanya di Kalbar, mereka sudah tidak mengikuti pendidikan formal di sekolah lagi. “Untuk itu masalah pendidikan, juga menjadi perhatian kita,” paparnya.(riil/red )

Satpol PP Tertibkan Pedagang Kaki Lima Pasar Sei Sikambing


Medan.faktaoline.net

Puluhan pedagang kaki lima di Pasar Sei Sikambing, terutama  pedagang ikan dan sayur mayur yang biasa menggelar lapak di badan Jalan Kaptem Muslim terkejut bukan kepalang saat melihat 3 SKK (150 petugas)  petugas Satpol PP Kota Medan tiba-tiba datang dan melakukan penertiban, Kamis (4/2). Meski berusaha mempertahankan dagangannya namun petugas satpol PP lebih cepat dan sigap mengamankannya.
               
Penertiban ini dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan, M Sofian. Dengan tegas, mantan Camat Medan Area itu memerintahkan anggotanya untuk mengangkut dagangan para pedagang yang acapka kali menyebabkan terjadinya kemacetan lalu-lintas di  persimpangan Jalan Gatot Subroto/Jalan Kapten Muslim.
               
Pedagang kaki lima yang didominasi inang-inang (mamak-mamak) ini, berusaha sekuat tenaga menghalangi  petugas yang ingin mengangkut dagangan. Ada yang memeluk keranjang berisi sayuran, ada juga yang coba merebut ember berisi ikan dari tangan petugas. Di samping itu ada pula yang tarik-tarikan keranjang maupun payung dengan petugas.
               
Malah lebih dari itu, salah seorang pedagang pria yang tidak terima barang  dagangannya diangkut sempat melempar petugas dengan batu sebagai bentuk pelampiasan kemarahan.  Namun upaya tersebut kandas, sebab petugas tetap saja menjalankan tugasnya  untuk memberikan efek jera agar para pedagang kaki lima tidak berjualan di badan jalan lagi.
               
Penertiban berlangsung singkat, sebab  kehadiran petugas beserta  sejumlah truk dan pick-up untuk melakukan penertiban menyebabkan terjadinya kemacetan lalu-lintas. Apalagi para pedagang kemudian memenuhi badan jalan sebagai bentuk protes keras atas penertiban yang dilakukan tersebut. Itu sebabnya Sofian langsung memerintah anggotanya unutk meninggalkanm lokasi.
                
Menurut Sofian, penertiban ini dilakukan karena  warga, terutama para pengemudi kenderaan bermotor sudah sangat resah atas keberadaan  para pedagang kaki lima. Sebab, mereka mengambil lebih dari separuh jalan untuk menggelar dagangannya. Tak pelak kondisi itu menyebabkan terjadinya kemecetan lalu lintas, terutama pagi dan sore hari.
                
“Kita sudah berulangkali melakukan penertiban di tempat ini namun para pedagang tetap saja membandel. Selama ini  dagangan mereka yang kita angkut dikembalikan pada saat mereka (pedagang) datang ke kantor. Namun untuk memberikan efek jera, barang dagangannya kali ini tidak akan kita kembalikan lagi!” tegasnya.
               
 Untuk menghindari terjadinya kerugian lebih besar, Sofian mengingatkan para pedagang agar tidak berjualan lagi di badan jalan. Apabila peringatan ini tak diindahkan pedagang, Sofian menegaskan akan kembali melakukan penertiban. “Kita akan terus pantau. Apabila mereka tetap berjualan, langsung kita tertibkan!” tegasnya.
Peringatan Terakhir
                
Sebelumnya menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Sei Sikambing, Kasatpol PP lebih dahulu mendatangi para pedagang kaki lima yang berjualan di seputaran Titi Gantung. Selanjutnya, para pedagang, baik itu yang berjualan makanan dan minuman baik menggunakan lapak maupun di atas sepeda motor, serta pedagang buku bekas diminta untuk menghentikan aktifitas jual beli.
               
Kemudian Sofian minta kepada mereka untuk berkumpul di Titi Gantung. Setelah para pedagang berkumpul seluruhnya, Sofian pun mengumumkan agar mereka tidak berjualan lagi di kawasan tersebut.   “Mulai hari ini, saya minta tempat ini dikosongkan. Artinya, tempat ini tidak diperbolehkanlagi untuk berjualan, baik itu berjualan makanan dan minuman maupun berjualan buku bekas. Sebab, tempat ini merupakan cagar budaya. Saya sudah berulangakali mensosialisasikannya. Untuk itu apabila dilanggar, langsung ditertibkan!” tegas Sofian.
               
Beberapa pedagang makanan dan minuman minta tolong kepada Sofian agar bisa diperkenankan berjualan untuk hari itu saja. Sebab, mereka telah mengeluarkan modal untuk menyiapkan dagangan. “Apabila besok (hari ini) berjualan lagi, kami siap ditertibkan. Kalau untuk hari ini, kami mohon kemurahan hati bapak untuk mengizinkannya. Kami minta tolong, pak,” ujar salahs seorang ibu-ibu pedagang memelas.
               
Sofian pun tak sampai hati, dia pun mengizinkannya. Namun untuk keesokan harinya, dia menegaskan tidak akan kompromi lagi. Sebaliknya salah seorang pria mewakili pedagang buku bekas, juga minta agar mereka tetap diperkenankan berjualan di kawasan itu mengunggu kios penampungan di Lapangan Merdeka dioperasikan.
               
Namun permintaan itu langsung ditolak. “Sekali lagi saya tegaskan, kawasan Titi Gantung ini tidak diperkenankan untuk tempat berjualan apapun. Sebab, Pemko Medan telah menyediakan lokasi penampungan sementara di Jalan Pegadaian sampai diopetrasikannya kios buku di Lapangan Merdeka. Jadi saya minta mulai besok, tempat ini harus bersih dan tidak ada lagi yang berjualan,” jelasnya.
                
Meski para pedagang buku mengeluarkan sejumlah argumen disertai berkas-berkas namun Sofian tak bergeming sedikit pun. “Jika masih tetap berjualan, saya tidak ada kompromi lagi dan langsung ditertibkan!” pungkasnya. (riil/red )



Hidayat Nur Wahid : Pancasila, Solusi Permasalahan Sosial terhadap Anak-Anak

Anggota  Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid ( duduk ditengah pakai peci Hitam )

Jakarta,faktaonline.net

Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan untuk melindungi anak-anak dari setiap permasalahan sosial. Demikian disampaikan Hidayat saat menerima audiensi dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Qatrunnada Islamic School di Ruang Pleno Fraksi PKS DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2).

“Lima sila di Pancasila sesungguhnya akan sangat bagus kalau pemerintah Indonesia serius untuk mengimplementasikan hal tersebut, khususnya terhadap permasalahan yang sering menimpa anak-anak Indonesia,” jelas Hidayat.

Hidayat mencontohkan, pemerintah tidak serius untuk menjaga anak-anak dari kejahatan seksual. “Mengutip dari pernyataan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Indonesia adalah negara terbesar ketiga korban kejahatan pedofilia terhadap anak,” papar Wakil Ketua MPR RI ini.

Pemerintah, menurut Hidayat, kembali kecolongan dengan adanya buku ajar untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Sumatera Utara yang menyebut Nabi Muhammad adalah nabi dalam urutan ketiga belas, bukan terakhir. Menurut Hidayat, buku ajar tersebut bisa mengajarkan anak-anak untuk murtad, keluar dari Islam.

“Meskipun sudah ditarik, tapi menurut saya tidak cukup. Itu yang membuat, menyebar, dan menjual semestinya diberikan sanksi karena menganggu kehidupan sosial warga,” tambah Legislator PKS dari dapil Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan ini.

Hidayat berharap jika pemerintah serius untuk menerapkan Pancasila, khususnya di sila pertama, maka akan mampu melindungi anak-anak dari perilaku yang tidak menghadirkan sikap beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hari ini, Selasa (2/2), Fraksi PKS DPR RI menerima audiensi dari 60 (enam puluh) siswa/i dari SDIT Qatrunnada Islamic School, Jakarta Pusat. Audiensi ini adalah bagian dari pelaksanaan Hari Aspirasi yang rutin diselenggarakan setiap hari Selasa oleh Fraksi PKS DPR RI. ( riil/red )

Dinas P2K Pemko Medan Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW


Medan,faktaonline.net
Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1437 H,bertempat  di Aula Dinas P2K Jalan Borobudur Medan , Senin (1/2). Selain untuk meningkatkan  keimanan, acara ini juga diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi  seluruh jajaran Dias P2K dalam rangka memperkuat kebersamaan dan kerjasama.
Tidak hanya untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik lagi (duniawi dan ukhrowi), peringatan maulid ini bisa menjadi momen untuk meneladani kembali perilaku maupun ahlak mulia Rasullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan kerja sehingga apa yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat.
 Maulid ini turut dihadiri Kadis P2K Kota Medan, Marihot Tampubolon didampingi istri selaku Ketua Dharma Wanita Dinas P2K, Kabid Pengawasan, Drs H Syafrin, Kabid Pengendali Operasi, Putra Ramadhan SSTP, Kabid Sarana dan Prasarana Elvis Sibarani SE, Kabid Pengembangan Drs Norman MM), serta para pegawai dan ibu-ibu Dharma Wanita Dinas P2K Kota Medan.
 Al Ustadz Bahron Nasution dalam tausiahnya, sangat mengapresiasi Kadis P2K yang setiap tahunnya mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di samping itu juga, melaksanakan Israk Miraj serta buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Dia berharap apa yang telah dilakukan Kadis P2K ini, semakin meningkatkan ketakwaan dan keimanan  para pegawainya.
Di samping itu Bahron pun ingin, rangkaian peringatan kegiatan agama yang dilakukan ini tidak hanya sebagai seremoni belaka. Justru seluruh isi tausiah yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan kerja. Dengan demikian apa yang dilakukan akan mendapat ridho dan rahmat dari Allah SWT.
Selanjutnya Bahron mengajak seluruh yang hadir  untuk selalu memelihara diri, istri, anak dan keluarga dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan terus meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan melalui ibadah-ibadah yang telah diajarkan Rasullah sebagaimanan diwariskan dalam Al Qur’an dan hadist. “orang yang sangat dicintai Allah dan Rasullah adalah orang yang  hatinya selalu bermuara kepada Allah,” ungkapnya.
Sebelumnya Kadis P2K Kota Medan, Marihot Tampubolon dalam arahannya mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Untuk tahun ini, tema yang diangkat yakni “Kita Tingkatkan Hubungan Silaturahmi Sesama Pegawai Dinas P2K Kota Medan”. Marihot yakin apabila silaturahmi sudah terbangun, tentunya akan melahirkan rasa kebersamaan yang kuat di seluruh jajarannya.
 “Dengan kebersamaan, kita bisa membangun sinergitas yang kuat dalam lingkungan kerja. Sebab, tugas yang kita emban ini sangat membutuhkan sinergitas dan kebersamaan sehingga memuaskan masyarakat,” ungkap Marihot.
 Ditambahkan Marihot lagi, melalui peringatan maulid ini semakin memotivasi seluruh jajarannya rajin beribadah agar mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa. Apabila telah mendapat ridho dari Sang Pencipta, Marihot pun yakin mereka  akan selalu dilindungi mengingat pekerjaan yang dilakoni snagat berat dan rentan dengan bahaya.
 Usai maulid, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Setelah itu diteruskan dengan konsultasi kesehatan, terutama menyangkut  penyakit dalam dan upaya mengatasinya. Hal ini dilakukan agar kondisi seluruh petugas Dinas P2K tetap fit dan sehat, sehingga selalu bekerja maksimal pada saat menjalankan tugasnya. ( riil/red )

Bentrok Dua Ormas, Mobil Dirusak Dan Sepeda Motor Dibakar


Medan,faktaonline.net
Bentrok dua ormas di Medan di seputaran Jalan Thamrin Simpang Jalan Asia, Medan, Sabtu sore diwarnai aksi perusakan. Puluhan massa sempat menghancurkan mobil sedan dan Suzuki Escudo di lokasi kejadian.
Dari gambar video yang didapatkan Okezone, massa salah satu ormas dengan membawa senjata berupa tongkat dan balok menghancurkan kaca mobil sedan yang ditumpangi oleh ormas lainnya. Mobil yang berada di tengah jalan itu dalam kondisi tidak menyala.
Lantas, kaca mobil di bagian belakang, di samping kanan dan kiri serta di depan dirusak massa yang termakan emosi. Mereka memukuli mobil itu secara membabi-buta. Mereka juga meneriaki yel-yel “bakar-bakar”.
Selain itu, satu unit sepeda motor ikut dibakar dan satu unit Suzuki Escudo BK 2 TW yang diduga milik anggota IPK juga ringsek diamuk kader PP serta Kantor PAC Medan Kota ludes terbakar.
Tidak hanya itu, saat bentrokan terjadi aparat kepolisian juga menyisir lokasi dan mengejar puluhan anggota salah satu ormas yang mengenakan baju biru di salah satu lorong jalan. Mereka terlihat dikejar-kejar petugas kepolisian yang mengendarai motor dan mereka diamankan petugas kepolisian.
Aksi saling serang antara dua organisasi kepemudaan dari Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) ini terjadi di Jalan, Thamrin, Simpang Jalan Asia, Kecamatan Medan Area. Dalam bentrokan itu dikabarkan tiga orang tewas.(oke/red )