Home » » Dua Pemilik Senpi Dibekuk Ditreskrimum Poldasu Disaat Transaksi Senjata

Dua Pemilik Senpi Dibekuk Ditreskrimum Poldasu Disaat Transaksi Senjata

Written By Faktaonlline.net on Thursday, August 18, 2016 | Thursday, August 18, 2016


Medan,faktaonline.net - Dua orang pemilik senjata api rakitan dibekuk petugas Ditreskrimum Polda Sumut.disaat akan melakukan transaksi di Restoran Hotel Menara Lexus, Jalan Sisingamangara, Simpang Limun,Kelurahan Sudi Rejo, Kecamatan Medan Kota.yakni,Imam Buhari alias Imam Bin Iskandar (49) warga Tanah Seribu,Kecamatan Binjai Selatan Kodya Binjai dan Aliskohi Giawa (43) warga Desa Hiliadulo, Kecamatan Hilimegai, Kabupaten Nias Selatan.
Informasi yang diperoleh bahwasanya satu diantara pelaku tersebut merupakan mantan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Poldasu,Kombes Pol Nur Fallah melalui Kasubdit III Jatanras.mengatakan,kedua tersangka ditangkap pada 16 Agustus 2016.ketika keduanya hendak melakukan transaksi senpi dan dua butir peluru aktif.lalu kita langsung melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka.
Sebelumnya,kita sudah mendapat informasi bahwa akan ada transaksi senjata api di lokasi penangkapan,ucap Kasubdit III Jatanras,Kamis (18/8) siang.
Selain mengamankan satu pucuk senjata api dan dua butir peluru.petugas juga turut berhasil mengamankan satu pistol mainan,dua unit handphone, satu unit mobil Xenia BK 1109 GW warna biru serta STNK-nya, satu unit tas merek Polo Classic warna Biru, dan satu kartu tanda anggota (KTA) polisi palsu.sedangkan kasus ini masih akan terus kita kembangkan.sebab diduga para pelaku adalah pemain lama yang juga terlibat banyak aksi perampokan,terangnya.

Dalam penambahannya,bahwasanya tersangka Imam Buhari.mengatakan,dirinya baru kali ini menjual senpi rakitan.dikarenakan tak lagi punya pekerjaan setelah dipecat dari kesatuannya sebagai anggota TNI (AD).sementara saya membeli senpi rakitan itu sebesar Rp.3 juta dari teman. Lalu saya akan menjualnya dengan harga Rp 7 juta kepada orang lain,ucap Imam.
Menurut keterangan Aliskhi dirinya mengaku tidak tahu-menahu tentang senpi rakitan tersebut.Pria berperawakan kurus itu mengatakan dia hanya disuruh temannya untuk menjemput senpi tersebut.

Berdasarkan keterangan guna mempertangung jawabkan perbuatannya,dan kedua tersangka dijerat dengan UU Darurat dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(kadri)

Post a Comment