Home » » Gubsu Buka Sosialisasi Penggunaan Dana BOS

Gubsu Buka Sosialisasi Penggunaan Dana BOS

Written By Faktaonlline.net on Sabtu, 24 Desember 2016 | Sabtu, Desember 24, 2016

SOSIALISASI PENGGUNAAN DANA BOS -Gubernur Sumut Ir HT Erry Nuradi MSi (duduk ditengah),fhoto bersama saat membuka sosialisasi dan tanggungjawab penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada Kepala Sekolah SMA dan SMK se Sumut di Hotel Grand Antares Jl Sisingamangaraja Medan Jumat (23/12/2016).

Medan,faktaonline.net -  Gubernur Sumatera Utara Ir HT Erry Nuradi MSi membuka sosialisasi dan tanggungjawab penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada Kepala Sekolah SMA dan SMK se Sumut di Hotel Grand Antares Jl Sisingamangaraja Medan Jumat (23/12/2016).
Dikatakan Gubsu,pendidikan harus menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu).
Untuk itu kualitas pendidikan di Sumut harus terus ditingkatkan diantaranya dengan mencegah praktik KKN dalam penyelenggaraan pendidikan.
 "Kita ingin jadikan Sumut ini sebagai salah satu provinsi yang menjadikan pendidikan menjadi unggulan kita,"ujar Erry didampingi Plt Kadis Pendidikan Arsyad Lubis.
Untuk mencapai hal tersebut lanjut Erry, tentu harus didukung dengan program-program yang baik salah satunya memanfaatkan sistem elektronik. Penerapan program elektronik ini dapat dilakukan saat penerimaan siswa baru.
 "Dengan menggunakan sistem elektronik akan memudahkan untuk mendapatkan hasil-hasil tes atau ujian yang dilakukan oleh calon-calon murid. Begitu juga nantinya kita lakukan dalam penjaringan kepala-kepala sekolah,"terang Erry.
Pemprovsu lanjut Erry juga akan mengadopsi sistem yang saat ini dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni aplikasi JAGA Sekolah. Melalui aplikasi ini akan tergambar seluruh sekolah di Sumut melalui sistem elektronik baik itu SDM maupun infrastrukturnya.
 "Jadi sistem ini dimasukan dengan sistem ekektronik terpadu misalnya e-Paten (e-pendidikan atas prestasi elektronik) namanya. Sehingga nanti siapapun bisa mengakses SMA atau SMK yang ada di sumut. Jadi tidak lagi harus mengeluarkan dana yang besar untuk melakukan pertemuan-pertemuan di Provinsi. Artinya akan terjadi penghematan,"terang Gubsu.
Dalam kesempatan itu Gubsu juga mengucapkan selamat bergabung menjadi ASN Pemprovsu. Sesuai amanat UU 23 tahun 2014 terkait dengan SMA dan SMK sederajat pengelolaannya ditangan Pemprov. "Saya tahu banyak kabupaten kota yang berat hati menyerahkan itu. Tapi ini perintah undang-undang. Allhamdulillah sudah kita lakukan proses penyerahan aset, maupun guru-gurunya,"ujar Erry lagi.
Gubsu juga memastikan kekurangan gaji guru SMA/SMK sebesar Rp400 miliar akan bisa teratasi. Gubsu mengaku dirinya telah menyampaikan kekurangan tersebut langsung kepada Kementerian Keuangan.
 "Soal kekurangan gaji guru kemarin saya sudah ketemu dengan Wamen Keuangan. Beliau mengatakan akan memasukkannya di PAPBN. Akan ada penambahan DAU nantibya," terang Gubsu.
Terkait kekurangan Gaji guru dikatakan Gubsu hampir seluruh Provinsi mengalaminya pasca peralihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK sederajat dari Kabupaten Kota ke Provinsi sesuai UU No 23 Tahun 2014. Termasuk juga Jawa Tengah yang mencapai Rp800 miliar.
Dikatakan Gubsu dengan adanya peralihan kewenangan tersebut terjadi penambahan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara besar-besaran hingga mencapai 18 ribuan ASN. Jumlah tersebut melebihi jumlah ASN Pemprovsu saat sebelum peralihan kewenangan terjadi.
 "Jumlah ASN yang baru bergabung jauh lebih besar dari jumlah pegawai Provinsi yakni 12 ribu orang. Setelah bergabung menjadi 30 ribu orang. Jadi ada tambahan sekitar 18 ribu orang,"ujarnya lagi. Sebelumnya Plt Kadispendidikan Arsyad Lubis tujuan digelarnya sosialisasi agar Kepala Sekolah memahami tata kelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dapat memahami sistem anggaran seperti belanja langsung dan belanja tidak langsung dan pertanggungjawabannya. Kegiatan ini lanjut Arsyad merupakan pertemuan pertama Gubsu dengan seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK se Sumut. Oleh karenanya tentu akan banyak yang akan disampaikan oleh Gubsu maupun para nara sumber dari Dinas Pendidikan Sumut dan BKD.
 "Salah satunya terkait budaya kerja di Pemprovsu. Selama ini budaya kerja mengikuti budaya kerja di Kabupaten Kota kini mengikuti budaya kerja Pemorovsu," ujar Arsyad. Lebih lanjut dikatakan Arsyad karena jumlah Kepala Sekolah di Sumut cukup banyak maka kegiatan sosialisasi dilakukan dua tahap.(red)

Posting Komentar