Home » » Padamkan Listrik Usai Tahun Baru,PLN Sumbagut Akhirnya Bersuara

Padamkan Listrik Usai Tahun Baru,PLN Sumbagut Akhirnya Bersuara

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, January 10, 2017 | Tuesday, January 10, 2017

 
Medan,faktaonline.net -  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Parlindungan Purba didampingi oleh Masyarakat Kelistrikan Indonesia mendatangi kantor PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di Jalan Brigjend Katamso Kecamatan Medan Johor, Sumatera Utara, Jumat (6/1/2017) sore.

Kedatangan anggota DPD RI itu akibat aksi pemadaman sepihak yang dilakukan PLN yang terjadi sesaat setelah malam pergantian tahun di Medan. Dimana pemadaman yang dilakukan PLN selama hampir 23 jam kemudian diikuti pemadaman bergilir dihari berikutnya telah membuat masyarakat Kota Medan kesal dan dirugikan.

"Saya sampaikan bahwa kejadian balck out ini hampir tiap tahun, satu Januari, tujuh belas januari 2016, mati lampu, black out juga, itu disebabkan oleh suatu pabrik yang terbakar hingga kabelnya mati semua, ini lagi tanggal satu januari ini," ungkap Parlindungan Purba dalam rapat bersama pihak PLN.

Sementara itu General Manager PLN Pembakit Sumbagut, Sugiyanto menyatakan itu adalah kesalahan dari Pertagas dan listrik di Sumut.dan Aceh merupakan satu kesatuan, apabila ada kerusakan disatu tempat maka merembet ke tempat lain.

"Awal gangguan itu terjadi pada tanggal 1 Januari 2017 pada instalasi Pertagas dimana suplai gas ke pembangkit Belawan terhenti karena dampak suplai gas dari PERTAGAS yang terganggu maka value menutup sehingga sistem sumbangsih padam total,ujar Sugiyanto.

Namun ungkap Sugiyanto, pemulihan itu dapat dilakukan pada 1 Januari 2017 sekira pukul 23.50 Wib.

"Setelah Kit Belawan Gt 2.1 dan Kit Belawan PLTG lot 3, berbeban sudah masuk maka pemulihan awal mulai normal.Pembangkit yang rusak akibat Black out maka peralatan listrik mengalami kerusakan,tandas Sugiyanto.

Menurut Masyarakat Kelistrikan Indonesia, pemerintah lamban dalam sosialisasi kompensasi yang harus diberikan kepada masyarakat apabila pemadaman yang dilakukan PLN telah lebih dari dua puluh jam.

"Ada pemadaman sampai tiga puluh jam ada kompensasi kepada masyarakat, masalahnya masyarakat gak tahu karena gak ada sosialisasi dari pemerintah," ungkap Wakil ketua Masyarakat Kelistrikan Indonesia, Parlaungan Simangunsong.

Sedangkan selama dua puluh tiga jam sebanyak dua juta penduduk Medan.merasakan pemadaman lampu sesaat setelah malam pergantian tahun.

"Tidak hanya di Medan,dibeberapa wilayah lain juga merasakan hal yang sama.beberapa tempat vital seperti rumah sakit harus menyuplai energinya sendiri.demi kelancaran pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu,ucapnya.

Ditambahkan lagi bahwasanya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memberikan tambahan pasokan listrik sebesar 625 megawatt (mw) ke Sumatera Utara pada tahun ini. Tambahan pasokan listrik itu diberikan untuk mengatasi krisis listrik di daerah itu.

General Manager PT PLN Pembangkit Listrik Sumatera Bagian Utara (KitSBU) Sugiyanto,Sabtu (7/1/2017).mengatakan bahwasanya pasokan tambahan 625 mw listrik itu.akan didapat dari dua pembangkit listrik baru serta satu kapal pembangkit listrik asal Turki.

Dua pembangkit listrik baru yang akan memberikan pasokan tambahan adalah pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Paya Pasir, Kota Medan dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTB) di Sarulla, Tapanuli Utara.

“Untuk PLTG Paya Pasir kapasitasnya 3x25 mw dan PLTB Sarulla kapasitasnya 100 mw. Sedangkan kapal pembangkit listrik dari Turki itu kapasitasnya 450 mw,terang Sugiyanto.

Sugiyanto menyebutkan,kapal pembangkit listrik dari Turki itu kini sudah berada di Belawan.kapal pembangkit listrik itu akan memasok listrik ke daratan dalam waktu dekat.

“Kapal itu merupakan solusi sementara sampai pembangkit besar yang masih dalam tahap pembangunan beroperasi di Sumbagut.kita harap dengan adanya pasokan dari tiga pembangkit itu, tidak lagi ada pemadaman di Sumut,imbaunya. (Kadri)

Post a Comment