Home » » Gubsu dan 18 Kepala Daerah di Sumut Tanda Tangani Komitmen Bersama Pemberantasan Korupsi Terintegrasi

Gubsu dan 18 Kepala Daerah di Sumut Tanda Tangani Komitmen Bersama Pemberantasan Korupsi Terintegrasi

Written By Faktaonlline.net on 06 April 2017 | 22.58


Medan,faktaonline.net - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir HT Erry Nuradi MSi,dan 18 kepala daerah serta pimpinan DPRD kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara menandatangani komitmen bersama tentang program pemberantasan korupsi terintegrasi di Sumatera Utara.
Penandatanganan komitmen bersama itu dilakukan dalam acara Rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan dan Penindakan Korupsi Terintegrasi Provinsi Sumatera Utara di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut, Kamis (6/4).
Hadir dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi tersebut Pimpinan KPK Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Wakil Gubernur Sumatera Utara Hj Dr Nurhajizah SH, MH, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Sri Wahyuningsih, Kepala LKPP RI Agus Prabowo, Pimpinan DPRD Provsu, Unsur FKPD Provsu, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kepala BPK Perwakilan Provsu Sumatera Utara, Kepala BPKP Provsu, segenap jajaran pemerintah Provinsi Sumatera Utara, para Kepala Daerah dan pimpinan DPRD kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.
Ketua Panitia Rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan dan Penindakan Korupsi Terintegrasi di Sumatera Utara, HM Fitriyus menyampaikan, melalui rapat koordinasi ini dilakukan penandatanganan komitmen bersama 18 kepala daerah tentang program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi.
Adapun daerah yang melakukan penandatanganan komitmen bersama, kata Fitriyus, adalah Kota Pematang Siantar,Tebing Tinggi,Padangsidempuan,Gunung Sitoli, Kabupaten Batubara,Dairi. Deliserdang,Karo, Langkat,Madina, Nias, Kabupaten Nias Selatan, Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, Simalungun,Tapanuli Utara,Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi menyampaikan, kegiatan rapat koordinasi ini sangat bermanfaat dilakukan untuk membangun komitmen bersama memberantas korupsi.
 "Pemprov Sumut dan kabupaten/kota di Sumatera Utara akan terus mendukung upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Sumatera Utara," kata Tengku Erry.
Gubsu juga mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki komitmen yang kuat agar tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik dan bergerak dengan semestinya.
Sedangkan Pimpinan KPK, Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan menyampaikan, pencegahan penindakan korupsi terintegrasi ini adalah grand strategi yang dibuat KPK periode sekarang ini. Terintegrasi, kata Basaria, supaya tidak terjadi lagi hal yang sama di suatu tempat yang sama.
Di Indonesia ada 6 provinsi yang menjadi fokus KPK Kalau disuatu tempat dilakukan penangkapan atau OTT, kata Basaria, maka langkah kedua yang dilakukan KPK adalah melakukan pencegahan agar tidak terjadi hal yang sama ditempat yang sama.
“ Ada 6 provinsi yang yang menjadi fokus ataupun atensi KPK pada tahun 2016 salah satunya Provinsi Sumatera Utara, karena ditempat tersebut Gubernurnya sudah pernah dua kali melakukan tindak pidana korupsi. Jangan sampai tiga kali,” sebut Basariah.(am)

Posting Komentar