Home » » Komisi III DPR RI Adakan Kunker Ke Poldasu

Komisi III DPR RI Adakan Kunker Ke Poldasu

Written By Faktaonlline.net on 21 April 2017 | 21.44


Medan,faktaonline.net - Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menerima kunjungan Komisi III DPR RI ke Polda Sumut yang dipimpin oleh H. Desmond Junaidi Mahesa, SH,MH (F-P Gerindra) didampingi dengan anggota tim Dr. Junimart Girsang, SH,MBA (F-PDIP), Drs KH. Nawafie Saleh, SE,MM (F-Golkar), Wihadi Wiyanto, SH,MH (F-Gerindra), Erma Suryani Ranik,SH (F-P Demokrat), H. Muslim Ayub, SH,MM (F-PAN), H. Abdul Kadir Karding, S.Pi,M.Si (F-PKB), H. Aboe Bakar Alhabsy, SE (F-PKS), Drs. H. Hasrul Azwar, MM (F-PPP), Drs, Akbar Faisal, M.Si (F-P Nasdem), Dr. H. Dossy Iskandar Prasetyo, SH (F-P Hanura).
Hadir dalam acara tersebut Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto, Ka BNNP Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, Para Pejabat Utama, Para Kapolres/tabes jajaran Polda Sumut dan Para Kepala BNNK sejajaran.bertempat di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut,Kamis (40/4) pagi.
Kunjungan Komisi III DPR RI ke Mapolda Sumut dalam rangka maraknya peredaran narkoba, penyelundupan manusia di wilayah Sumatera Utara sehingga menjadi perhatian pemerintah terutama dari Komisi III DPR RI.
Ketua Tim Komisi III Desmond Junaidi Mahesa,SH mengatakan,pertumbuhan peredaran narkoba mengalami kenaikan dimana orang asing terutama dari Malaysia, Singapura dan Tiongkok yang datang ke Indonesia melalui Sumatera Utara dengan memanfaatkan kebijakan pemerintah yaitu bebas visa dengan tujuan bersenang – senang seperti judi, prostitusi dan konsumsi narkoba, dan hal ini menjadi perhatian khusus dari Komisi III DPR RI dimana Polri khususnya Polda Sumut agar meningkatkan kinerjanya untuk memberantas narkoba. Ini bertujuan untuk keamanan Nasional yang menjadi fokus Komisi III DPR RI datang ke Polda Sumut dan untuk mendapatkan informasi yang terkait tentang narkoba, prostitusi dan orang asing. Komisi III DPR RI mengatakan bahwa Kapolda Sumatera Utara telah melakukan apa yang harus dilakukan, saya sangat mengapresiasi adanya tawaran-tawaran misalnya kerja sama dengan Lantamal dan sebagainya. Tentunya dalam sebuah teori dan rencana itu bagus maka pak Kapolda dan jajaran telah memikirkannya masuk keruang yang memang seharusnya, apa itu? Ruang sosial. Contoh sebelumnya di Sumatera Utara ini memiliki masyarakat yang sangat terbuka jadi saya tidak heran jika pengedaran narkoba menjadi nomor satu disini. Masyarakat Sumatera Utara terbuka dalam segala hal jadi kalau dihadapi dengan pola mereka tidak akan bisa, jangan menyamai mendekati pun tidak bisa, maka dari itu kita harus menghadapi dengan pola sosial. Yang menjadi kebanggaan kenapa kok pak kapolda bisa membawa masyarakat sampai ke ruang sosial. Misalnya,masuk kedalam pemuda - pemuda gereja, dan kaum muslimin di batang toru diajak sholat subuh bersama, itukan ruang sosialnya longgar dan saya berharap inovasi ini bisa dijadikan model Polda – Polda lain dalam penanggulangan Narkoba.
Sementara,Kapoldasu,dalam arahannya mengatakan bahwa Polda Sumut sudah melaksanakan pembersihan di internal dengan membuat Pakta Integritas yang ditandatangani seluruh personel tentang narkoba. Dan bila ada personel yang terlibat narkoba baik bandar maupun pemakai akan dipecat sebagai upaya untuk pencegahan. Kami juga sudah melaksanakan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat tentang peran aktif dalam memelihara keamanan dan ketertiban dalam negeri.yaitu : pentingnya keamanan dan ketertiban dalam masyarakat terutama pada lingkungan,tempat tinggal dan tempat kerja masing masing,giatkan dan hidupkan kembali pengamanan swakarsa seperti keberadaan pos kamling, ronda malam.dan sebagainya sehingga tercipta rasa aman bagi masyarakat untuk mengurangi kesempatan pelaku kejahatan. Kapolda mengatakan bahwa di Polda Sumut terdapat 37 Asrama Polri, 34 Asrama Polri sudah melaksanakan deklarasi lingkungan bebas dari narkoba, sisanya akan dideklarasikan melalui video converence. Upaya pemberantasan narkoba dilakukan Polda Sumut dengan berbagai cara, mulai dari yang Soft hingga Hard, Polda Sumut telah membangun 3 Pilar Plus dengan mengedepankan peran dari Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Lurah/Kepala desa untuk mengembangkan lingkungan yang bebas narkoba dalam lingkup RW (meliputi satu sampai empat RW) dan lingkungan yang sejahtera di seluruh wilayah Sumatera Utara, upaya yang dilakukan antara lain membuat pedoman kerja antara Kanwil Kumham Sumut dengan Polda Sumut tentang petunjuk teknis kerja sama penyelenggaraan tugas fungsi pemasyarakatan di wilayah Provinsi Sumut, mendeklarasikan Asrama Polda Sumut yang bebas dari narkoba. Pada tanggal 21 April 2017 Polda Sumut akan melaksanakan Rapim dengan Kodam I Bukit Barisan yang akan menandatangani kesepakatan bersama tentang pembangunan lingkungan bebas narkoba dan lingkungan sejahtera di wilayah Sumut, dan juga pencanangan lingkungan bebas narkoba yang akan disertai komitmen untuk memberikan sanksi sosial kepada warga lingkungan yang kedapatan menggunakan, mengedarkan ataupun menjadi bandar narkoba. Polda Sumut dan jajarannya dalam penanganan kasus narkoba sudah melaksanakan penegakkan hukum secara tegas dan keras khususnya terhadap para bandar narkoba dimana selama tahun 2017 Polda Sumut telah menindak tegas kepada para pengedar narkoba yang melakukan perlawanan mengakibatkan 5 tersangka meninggal dunia dengan total BB sebanyak 54,5 kg sabu, 35 ribu pil ekstasi dan 2 pucuk senjata api. Dan pada tanggal 26 Januari 2017 Polda Sumut dengan Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap 4 orang tersangka yang melakukan perlawanan dan satu orang meninggal dunia (mantan anggota Polri), BB 7 kg sabu dan banyak lagi kasus – kasus yang menonjol tentang narkoba ditindak dengan tegas baik itu oleh Polda Sumut, BNN dan Bareskrim Polri.(kadri)

Posting Komentar