Home » » Wagubsu Nurhajizah : Kawasan Danau Toba Butuh Teknologi Terapan

Wagubsu Nurhajizah : Kawasan Danau Toba Butuh Teknologi Terapan

Written By Faktaonlline.net on 26 April 2017 | 21.19


Medan,faktaonline.net -  Kawasan strategis Danau Toba membutuhkan pemanfaatan teknologi terapan untuk memenuhi kelengkapan linfrstruktur berbasis penelitian dan pengembangan terpadu. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH,pada saat membuka Sosialisasi teknologi terapan Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Hotel Grand Antares Medan, Rabu (26/4).
Kegiatan atas kerjasama Balitbang Provsu dan Balitbang Kementerian PUPR ini memaparkan inovasi-inovasi aktual teknologi terapan yang dapat dimanfaatkan Sumut termasuk untuk pengembangan kawasan Danau Toba, khususnya bidang Pekerjaan Umum dan perumahan rakyat (PUPR).
Lebih lanjut Gubsu mengakui kawasan Danau Toba yang telah menjadi prioritas nasional kepariwisataan global setelah Bali memerlukan sentuhan-sentuhan konprehensif berbasis riset dan teknologi terapan.
Dikatakan Wagubsu,Selama ini sudah banyak riset yang dilakukan berbagai pihak termasuk kalangan Perguruan Tinggi,namun semuanya masih parsial dan belum dalam tahap penerapan. Oleh sebab itu, perlu litbang terintegrasi agar pembangunan itu benar-benar tepat sasaran dan tepat manfaat.
 "Saya minta seluruh aparatur litbang beserta stakeholder terutama dewan riset semakin solid karena keberadaan dan peran penelitian dan kajian menjadi sangat penting dan strategis saat ini," ujar Wagubsu.
Wagubsu mengemukakan dalam mendesain kebijakan pembangunan yang melahirkan program-program unggulan daerah termasuk untuk kawasan Danau Toba, peran penelitian dan kajian segera dikedepankan sebagai sumber penyedia masukan kepada pemerintah untuk berbagai rekomendasi kebijakan yang akan ditetapkan oleh para pelaku pembangunan di berbagai level pemerintahan. Dia meyakinkan bahwa hasil penelitian ini akan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan mengukur efektifitas pelaksanaan kebijakan-kebijakan pembangunan melalui program-program unggulan khususnya terkait masalah pengentasan kemiskinan serta diharapkan nantinya kebijakan-kebijakan yang dilahirkan seluruhnya berbasis riset.
Menurut Wagubsu pihaknya akan terus konsisten menggunakan hasil riset untuk mengkaji berbagai perma­salahan aktual yang dihadapi Pemprovsu maupun masya­rakat untuk dikaji, dibahas, didiskusikan secara periodik, sehingga Pemprovsu memiliki alter­natif kebijakan berdasarkan kajian akademis dan riset.
Kepala Badan Litbang Provsu Ir HMA Effendy Pohan MSi selaku panitia penyelenggara mengemukakan berbagai kegiatan strategis Sumut saat ini termasuk pengembangan kawasan Danau Toba memerlukan kebijakan berbasis riset atau penelitian akurat dan proporsional.
 "Kegiatan sosialisasi ini memperteguh komitmen semua pihak terhadap riset ini yang didukung oleh pemerintah pusat," ujarEffendy.
Dilaporkan Effendy antara lain untuk mensinergikan berbagai program teknologi terapan PUPR pada kegiatan litbang dan pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara.
“Termasuk meningkatkan kualitas litbang dan pembangunan infrastruktur khususnya dalam upaya mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba dan berbagai teknologi lainnya yang dapat diterapkan di Provinsi Sumatera Utara,” imbuhnya.
Sosialisasi ini dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 26-27 April 2017 bertempat di Hotel Grand Antares Medan. Sedangkan jumlah pesertanya diperkirakan 100 orang yang berasal dari Provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera Utara yang terkait dengan pelaksanaan litbang dan pembangunan infrastruktur bidang PUPR yang terdiri dari Balitbang, Bappeda, dan dinas terkait bidang PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Provsu, Balitbang, Bappeda dan dinas terkait bidang PUPR kabupaten/kota se-Sumatera Utar, Dewan Riset Daerah Sumut, lembaga penelitian dan fungsional peneliti dan instansi terkait lainnya.
Menanggapi ini tokoh birokrat senior yang juga Walikota Terbingtinggi yang baru terplih untuk periode kedua Ir H Umar Z Hasibuan MSi optimis dengan kerjasama dan komitmen semua pihak maka keberadaan riset akan menjadi pilar utama perencanaan pembangunan Sumut. Litbang kata Umar punya kemampuan untuk berperan sebagai lembaga professional bersifat akademis dalam organisasi pemda yang professional dan sebagai think thank yang kritis untuk menyikapi dinamika dan permasalahan yang berkembang di daerah dengan ditunjang dan dukungan bersama Dewan Riset Daerah sehingga dapat difungsikan dalam mengawal perencanaan pembangunan melalui hasil penelitian dan kajian yang fleksibel dan universal dengan ruang kerja lintas sektor/urusan.(am)

Posting Komentar