Home » » Peringatan Hardiknas Di Deli Serdang Diwarnai Penyerahan Trophy,Hadiah Dan Penghargaan Kepada Guru dan Siswa Berprestasi.

Peringatan Hardiknas Di Deli Serdang Diwarnai Penyerahan Trophy,Hadiah Dan Penghargaan Kepada Guru dan Siswa Berprestasi.

Written By Faktaonlline.net on 02 Mei 2017 | 21.14

Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars memberikan ucapan selamat kepada guru terbaik.        

Lubuk Pakam,Fakta.online. - Peringatan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional ) tingkat Kabupaten Deli Serdang berlangsung hikmad dan tertib diwarnai penyerahan trophy, hadiah dan penghargaan kepada Kepala Sekolah,Guru dan Pengawas Sekolah SD,SMP dan TK, pemenag lomba O2SN tahun 2017, pemenang Festival lomba (FLS2N) Seni Siswa Nasional Laboratorium dan perpustakaan terbaik, Selasa (2/5) di Lapangan Alun –Alun Pemkab Deli Serdang, Lubuk Pakam.
Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars bertindak sebagai Irup pada Upacara Hardiknas tahun 2017 yang dihadiri Ketua TP PKK NY Hj Yunita Ashari Tambunan dan Wakil Ny Hj Asdiana Zainuddin, Ketua DPRD Ricky Prandana Nasution, Unsur FKPD,Pimpinan SKPD, Sekdakab Drs H Asrin Naim, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan SKPD, Para Camat, LVRI,Tokoh Pemuda sedangkan peserta upacara diikuti barisan TNI/Polri, ASN,OKP,Mahasiswa, Siswa SMA,SMP dan Pramuka.
H. Zainmuddin Mars selaku Irup membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Efendi diantaranya mengatakan dalam hal kepemimpinan pendidikan Kihajar Dewantara mengajukan konsep “ LAKU TELU “ atau tiga peranan yang dirumuskan dalam frasa bahasa Jawa : Inggarso Sung Tuladha Ing Madya Mangun Karso, Tutwuri Handayani yang artinya Apabila di depan memberi teladan, apabila di tengah memberi ilham (inspirasi) dan apabila di belakang memberi dorongan, ketiga peran tersebut harus dilaksanakan secara seksama baik bergantian maupun serempak dalam tampilan sosok pemimpin pendidikan yang utuh. Disinilah kita diingatkan untuk tidak memenggal dan menerapkan sepengga- sepenggal tiga laku kepemimpinan dalam praksis pendidikan Kihajar Dewantara. Agaknya konsep Laku Telu ini perlu dihayati kembali oleh para pendidik pada saat mana dunia pendidikan mengalami krisis keteladanan dan praktek pendidikan tidak lagi menginfirasi , sementara dorongan dari arah belakang dari kepemimpinan pendidikan tidak disertai pemberian arah dan haluan untuk peserta didiknya. Gagasan pemikiaran dan prinsip pendidikan Kihajar Dewantara tersebut di atas adalah menjadi dasar acuan visi Presiden RI Joko Widodo di bidang pendidikan, dalam visi Presiden masa depan Indonesia adalah sangat ditentukan oleh generasi peserta didik masa kini yang memilki karakter atau budi pekerti yang kuat serta menguasai bidang keterampilan hidup, vokasi dan profesi abad 21. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Kementerian Pendididkan dan Kebudayaan , bersiap merelakukan reformasi Pendidikan Nasional baik pada tataran konseptual maupun managerial . Dalam tataran konseptual sekarang sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fundasi dan ruh pendidikan nasional. Untuk itu, pembentukan karakter harus dimulai dan menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar ( basic education ). Kemudian untuk jenjang pendidikan lebih lanjut harus kondusif bagi pesrta didik untuk mengaktualisasikan potensi dirinya semaksimal mungkin, memungkinkan peserta didik membekali dirinya dengan keterampilan dan keahlian yang berdaya kompetisi tinggi, yang dibutuhkan dunia abad 21. Hanya dengan karakter yang kuat dan kemampuan berdaya saing tinggi peserta didik masa kini akan sanggup membawa Bangsa Indonesia berdiri dengan tegak diantara bangsa-bangsa maju yang lain di masa yang akan datang.(abd)

Posting Komentar