Home » » SANGAT MEMALUKAN,OKNUM BENDAHARA " TEMBANG KENANGAN",TIDAK MAU BAYAR TUKANG SHOTING VIDEO

SANGAT MEMALUKAN,OKNUM BENDAHARA " TEMBANG KENANGAN",TIDAK MAU BAYAR TUKANG SHOTING VIDEO

Written By Faktaonlline.net on 16 Mei 2017 | 21.40



Dokumen Video CD Paguyuban Tembang Kenangan Bandar Klippa yang tidak mau dibayar oleh oknum Bendahara.
Percut Sei Tuan,Faktaonline - Sungguh sangat memalukan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh Oknum Bendahara berinsial RH,yang juga Ketua Ranting Desa Partai Golkar Bandar Klippa.
Pasalnya Paguyuban Tembang Kenangan yang baru seumur jagung terbentuk yang diprakarsai oleh beberapa tokoh berpengaruh baik di Desa,Kecamatan Percut Sei Tuan maupun Kabupaten Deli Serdang,harus ternoda dengan ulah oknum Bendahara tersebut dengan menembak alias tidak mau bayar dokumen Video yang sudah dipesan.
Informasi yang didapat,Kejadian berawal dari Oknum Rahmat minta dokumentasi kepada salah seorang anggota untuk acara giliran arisan ditempat Kepala Desa Bandar Klippa yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 April 2017 lalu,dengan kesepakatan memesan dua VCD,dengan harga Rp.500.000,- dan siap langsung antar kepada oknum tersebut.
Namun apa yang terjadi setelah siap bukannya mau bayar malah mengelak dengan alasan ini itu sehingga menjadi beban bagi anggota dan untuk kelanjutannya dikomfirmasi sama Kepala Desa malah dijawab "kita pikirkan nantilah itu".
Sebagai penanggung jawab seterusnya masalah ini dikomfirmasi ke Ketua Tembang Kenangan Suparno juga mengatakan bahwa dananya sudah ada apa belum dikasih? Dengan penuh rasa kecewa anggota Paguyuban pun menyesalkan tindakan Ketua tembang kenangan yang konsekuensinya dibayar setelah siap acara arisan dirumahnya namun juga tak bisa juga terbayar. Dengan perasaan dan langkah gontai akhirnya anggota tembangan Kenangan tersebut harus menerima kekecewaan yang sangat mendalam dan berhasil mengkonfirmasi salah seorang warga Senin (15/5) yang kebetulan mantan Kadus XI Bandar Klippa mengatakan"Jangan percaya kali sama Rahmat Harahap,ular itu dan sama saya pun masih ada sangkutan hutang",katanya yang namanya tidak ingin disebutkan. Hati hati nanti bukan ketenangan yang didapat dipaguyuban,nanti malah jadi polemik karena sudah ada agen politik didalam susunan kepengurusan yang sewaktu waktu jadi manfaat ajang cari makan,ujarnya. (Akd).

Posting Komentar