Home » » Gubernur Lampung Alokasikan Dana Bosda Rp35,6 Miliar untuk Empat Daerah

Gubernur Lampung Alokasikan Dana Bosda Rp35,6 Miliar untuk Empat Daerah

Written By Faktaonlline.net on 14 Juni 2017 | 22.35

 
Bandar Lampung I Faktaonline,net - Keberadaan para siswa dari keluarga kurang mampu mendapat perhatian khusus dari Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo (Photo).
Tidak tanggung-tanggung,Gubernur Lampung,mengalokasikan dana Rp35,6 miliar untuk membantu biaya pendidikan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran 2017/2018 ini. Bantuan biaya pendidikan itu berlaku untuk SMA/SMK negeri dan swasta.
Menurut Gubernur Ridho, bantuan tersebut merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membantu siswa dari keluarga kurang mampu melalui seleksi, sehingga kualitas pendidikan terjaga.
’’Siswa dari keluarga kurang mampu harus tetap sekolah. Mulai tahun ini, penerimaan siswa berdasarkan passing grade dan nilai ujian nasional. Jadi, Pemprov Lampung tetap membantu siswa dari keluarga kurang mampu yang tertampung di sekolah negeri dan swasta,” katanya
Menurutnya, dana tersebut akan disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). ’’Faktor ekonomi jangan jadi alasan putus sekolah. Pemprov Lampung ingin wajib belajar 12 tahun berjalan baik,” tegasnya.
Dijelaskan, di Kota Bandar Lampung terdapat 62 SMA dan 61 SMK Negeri dan Swasta dengan total 50.559 siswa. Menurut data Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, kuota BOSDA 2017 untuk SMA sebanyak 8.481 siswa dan SMK 9.357 siswa. Setiap siswa SMA dialokasikan mendapat Rp1,56 juta dan SMK Rp2,4 juta per tahun. Bantuan disalurkan dua kali, yakni tiap semester, melalui rekening sekolah. Selain membantu siswa di Bandar Lampung, menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Sulpakar, BOSDA juga disalurkan ke Kabupaten Lampung Barat, Lampung Utara, dan Waykanan.
Di Lampung Barat, sasaran BOSDA meliputi 5.806 siswa SMA dan 3.238 siswa SMK. Bagi Lampung Utara, alokasi BOSDA sebanyak 4.971 siswa SMA dan 17.480 siswa SMK. Sedangkan untuk Waykanan, kuota BOSDA untuk 3.862 siswa SMA dan 11.501 siswa SMK. Siswa SMA di tiga kabupaten itu mendapat Rp1 juta dan siswa SMK masing-masing Rp1,14 juta per tahun.
 ’’Khusus SMA/SMK swasta di tiga kabupaten itu mendapat alokasi BOSDA 30 persen dari total siswa,” kata Sulpakar.
Terkait perbedaan nilai bantuan, Ridho menjelaskan, hal tersebut karena memperhitungkan tingkat inflasi di Kota Bandarlampung.
’’Jadi biaya pendidikan di Bandarlampung lebih tinggi daripada di kabupaten,” ucapnya.
Ridho mengungkapkan, sementara penyaluran BOSDA baru meliputi empat daerah, yaitu Kota Bandarlampung, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Waykanan, karena keterbatasan anggaran. ’’Kewenangan pengelolaan SMA dan SMK baru dialihkan ke provinsi mulai 2017. Targetnya mulai 2018, seluruh kabupaten dapat BOSDA,” tegas dia.
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung Machfud Santoso menilai program BOSDA Pemprov Lampung ini merupakan terobosan, terutama untuk siswa swasta.
’’Kami sudah lama meminta agar siswa di sekolah swasta jangan dianak tirikan. Jangan sampai ada anggapan sekolah swasta itu kelas dua. Lewat BOSDA ini, Gubernur ingin siswa sekolah swasta juga terbantu,” kata Machfud. (Rasyid)

Posting Komentar