Home » » Merasa Terancam,Ratusan Warga Cinta Damai Minta Polisi Tangkap 3 OTK dan Oknum Ngaku Jaksa

Merasa Terancam,Ratusan Warga Cinta Damai Minta Polisi Tangkap 3 OTK dan Oknum Ngaku Jaksa

Written By Faktaonlline.net on 07 Juni 2017 | 22.37

BUAT LAPORAN  - Ratusan Warga Dusun V, Desa Cinta Damai, Kec Percut Sei Tuan  ketika mendatangi Polsek Percut Sei Tuan,saat membuat laporan ke Polisi dan berharap polisi menangkap  3 OTK peneror warga dan oknum yang mengaku Jaksa, yang mengancam akan meratakan Dusun V, Sabtu (3/6/2017)

Percut Sei Tuan.Faktaonline.net -  Tidak terima kampung mereka, Dusun V, Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang,diancam dengan senjata laras panjang (diduga senapan angin) oleh 3 Orang Tidak Dikenal (OTK) dan oknum yang mengaku jaksa yang mengancam akan meratakan dusun V, ratusan warga Desa Cinta Damai mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, meminta untuk menangkap para pelaku, Sabtu (3/6).
Ratusan warga tersebut juga melaporkan warga yang sama bernama Bayu, beserta 3 temannya yang mengancam tembak pelapor bernama Tumpal Lister Purba.
Dalam laporan bernomor STPL/ 1229/VI/2017/SPKT Percut, Lister menjelaskan kronologis pengancaman yang dilakukan para terlapor pada Rabu (31/5) sekira pukul 23.40 wib.
Lister bersama rekan-rekannya. Antara lain Dennis Pakpahan, Tumpal Purba yang saat itu sedang bertugas ronda malam sesuai arahan pemerintah melalui Kepala Dusun (kadus V) Sulen Sihombing, yang malam itu kebetulan ada bersama mereka dilokasi. Saat itu, muncul Juliaman Samosir berboncengan dengan anaknya hendak melintasi kampung Pakkat dusun V desa itu. Sebagaimana tugas rutin, Dennis dkk menghentikan laju kenderaan Bayu. Setelah menginterogasi beberapa saat apalagi Bayu memang dkenal sebagai warga dusun IV, Denis dkk melepaskannya.
Rupanya dibelakang mereka muncul tiga oknum pria berboncengan sepeda motor merasa tidak senang temannya Bayu distop. Entah apa perbincangan yang terjadi, saat itu, Kadus V Sulen Sihombing mencoba mendamaikan ketiga pria dan penjaga malam yang sempat bersitegang urat. Tapi, salah seorang dari 3 oknum yang belakangan diketahui bukan warga desa itu mengamuk dan membanting sebotol minuman keras (masih berisi penuh) yang mereka bawa sehingga terdengar seperti bunyi letupan.
Bukan itu saja, ketiga oknum tak dikenal yang masing-masing membawa senjata laras panjang yang diduga senapan angin mengancam akan menembak warga.
Melihat hal itu,Sulen langsug mengamankan keadaan dengan meminta warga tadi pulang ke rumah masing-masing. Namun, lemparan botol minuman keras yang begitu keras mengundang reaksi warga lainnya lalu mengejar pelaku ke rumah Bayu.
Itulah liciknya oknum ini, beberapa saat kemudian mereka mencoba membalikkan fakta dengan melaporkan para penjaga malam tadi ke Polsek Percut Sei Tuan,dengan tuduhan penyerangan.
Mendapat informasi itu, Kadus V langsung saja menggiring warga untuk menjelaskan duduk perkara ke Polsek Percut Sei Tuan sekaligus membuat laporan baru.
Dengan menaiki 4 Angkutan Kota,seratusan warga,kemudian membentangkan beberapa spanduk bertuliskan permohonan agar Kapolsek Percut Sei Tuan segera meringkus para pelaku yang bergaya mirip teroris yang meresahkan desa mereka.
“Bagaimana tidak kami sebut teroris, sebab mereka itu membawa senjata pada malam hari, kemudian mereka bukan warga Desa Cinta Damai. Tujuan apa mereka datang ke kampung kami malam-malam dan membanting botol minuman keras yang masih penuh, ini kan sama saja meneror yang mengundang emosi warga,” ujar Kadus V, Sihombing di halaman Polsek Percut Sei Tuan.
Malahan Sihombing mendapat informasi dari Kadus IV, Jamal Sinaga, bahwa kampung mereka akan diratakan oleh oknum jaksa yang masih memiliki hubungan keluarga dengan tiga oknum yang berbuat kericuhan di dusun V itu.
“Ini juga lah yang melatar belakangi kami datang ke Polsek ini, warga kami jadi ketakutan dan trauma, kami memohon perlindungan polisi,” ujar Sihombing yang juga didampingi Kadus IV Sinaga serta seratusan kaum ibu dan bapak yang kelihatannya banyak yang sudah berusia lanjut.
Laporan mereka secara resmi telah diterima Kepala SPKT II/B Aiptu R Sianipar. Warga juga diterima dengan baik oleh sejumlah aparat Polsek PS Tuan, yang mengharapkan warga dapat menenangkan diri dan membiarkan proses hukum dilaksanakan polisi. Mendapat jawaban polisi, warga pun pulang ke kampungnya walaupun ketika itu masih hujan yang cukup deras.(Akd)

Posting Komentar