Home » » 10 hari Operasi Ramadniya 2017, Polda Lampung Berhasil Menggulung 11 Tersangka Dari Berbagai Jenis Kejahatan.

10 hari Operasi Ramadniya 2017, Polda Lampung Berhasil Menggulung 11 Tersangka Dari Berbagai Jenis Kejahatan.

Written By Faktaonlline.net on 07 Juli 2017 | 21.29

EKSPOSE - Kapolda Lampung Irjen Sudjarno (tengah) menggelar ekspose hasil 10 hari operasi Ramadniya 2017 di wilayah Lamsel. Di mana 110 kilogram ganja, 22 sajam, dan 2 senpi berhasil diamankan.
 
Bandar Lampung I Faktaonline.net - Kapolda Lampung Irjen Sudjarno menjamin situasi keamanan selama arus balik. Ia mengatakan, selama arus balik tak ada situasi menonjol, dan berjalan tertib serta lancar.
Jenderal bintang dua ini menambahkan, jika situasi selama arus mudik lancar, maka pihaknya tidak akan membuka jalur tol 1,5 kilometer untuk dioperasikan. Saat ini pihaknya fokus memperketat keamanan di lokasi wisata yang masih banyak dikunjungi pemudik.
Nah, selama 10 hari operasi Ramadania 2017, Polda Lampung berhasil menggulung 11 tersangka dari berbagai jenis kejahatan. 
Sudjarno menjelaskan jika sejak hari raya Idul Fitri hingga arus balik berlangsung ada beberapa peristiwa yang terjadi di Lampung. Ada lima kejadian pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Waykanan, Lampung Timur (Lamtim),Lampung Selatan (Lamsel), dan Bandarlampung.
’’Untuk Lamtim, Lamsel, dan Bandarlampung sudah berhasil diungkap,” paparnya.
Kapolda juga memaparkan sejumlah tangkapan. Di antaranya 110 kilogram ganja yang hendak diselundupkan ke Pelabuhan Bakauheni. Beruntung, ganja tersebut berhasil digagalkan oleh Satgas Seaport Interdiction.
Modusnya, pada Jumat (23/6), tersangka Iwan Kurniawan yang merupakan warga Bekasi, Jawa Barat, dan Kamaludin (24), warga Bekasi. Ganja yang dibeli dari Muara Enim, Sumsel, itu hendak masuk Pelabuhan Bakauheni guna menyeberang untuk dijual di Bekasi. Keduanya mengendarai satu unit minibus Toyota Rush B 1473 NQG. 
Kapolda Lampung Sudjarno mengatakan, momen mudik dan arus balik dimanfaatkan sejumlah bandar narkoba untuk turut menyelundupkan narkoba. Sebab, kelengahan petugas dimanfaatkan oleh sejumlah bandar untuk mengambil peluang.
”Tersangka ini cukup cerdik mengelabui petugas, mereka menyembunyikan ganja-ganja itu didinding pintu, body dan dashboard mobil,” katanya. Beruntung kejelian petugas Seaport Interdiction berhasil menemukan ganja tersebut. Iwan mengaku jika dirinya dijanjikan akan diberikan upah Rp 20 juta oleh Ca (DPO) apabila berhasil meloloskan ganja tersebut.
Tak hanya itu, Kapolda juga memaparkan hasil tangkapan lain yang terjadi di Penengahan, Lamsel. Sebanyak 10 orang pemuda diamankan saat pesta narkoba di kediaman seorang bandar yakni Kurniawan (33), warga Penengahan, Lamsel.  Penggerbekan terjadi pada Jumat (23/6) sore. Dari penggerebekan itu ditemukan barang bukti sebanyak lima bungkus plastik sabu-sabu, 187 gram ganja kering, dua butir ekstasi, timbangan digital.
”Saat kami gerebek langsung dilakukan tes urine dan hasilnya para pelaku positif mengonsumsi sabu-sabu. Kami juga menemukan uang tunai Rp96 juta dua unit senpi rakitan, kemudian juga ada 12 kendaraan sepeda motor dan 22 senjata tajam,” terangnya.
Dia menegaskan, sebanyak 11 unit sepeda motor itu tanpa surat menyurat alias bodong.  Nah, pada arus balik ini, mantan Wakapolda Metro Jaya ini menjelaskan jika Polda Lampung mendapat bantuan pengamanan dari Mabes Polri.
Ada 5 tim K-9 atau tim anjing pelacak yang disiagakan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Tak hanya itu, dari Polda Lampung ada dua unit K-9 yang sudah disiagakan sehingga total ada 7 tim K-9.
’’Pesan saya kepada para pemudik agar jangan coba-coba membawa narkoba. Jangan berpikir kalau mudik tidak akan diperiksa. Justru kami perketat satu per satu,” tegasnya (Rasyid)
 

Posting Komentar