Home » » Toleransi Pembakaran Lahan Perlu Sosialisasi

Toleransi Pembakaran Lahan Perlu Sosialisasi

Written By Faktaonlline.net on 17 Agustus 2017 | 21.34



Sekadau I Faktaonline.net - Pemerintah kabupaten Sekadau terus berusaha memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat agar bisa menerima berbagai program dan peraturan pemerintah dalam hal pelestarian hutan dan lahan.Seperti halnya di Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir,Rabu (16/8) bertempat di gedung SMP Negeri 3,dilaksanakan sosialisasi peraturan dan perundang-undangan tentang perkebunan dan lingkungan hidup,kegiatan tersebut melibatkan setidaknya empat instansi seperti BNPBD Sekadau,Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa,TNI,dan Polri.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pembelajaran bagi masyarakat pemilik lahan dan perusahaan. Seperti diketahui saat ini telah memasuki musim tanam bagi masyarakat di kabupaten Sekadau ,tradisi bagi masyarakat dalam pembukaan lahan sebenarnya sudah berlangsung turun temurun,dan ini sudah merupakan kearifan lokal yang perlu dilindungi,dari segi kehidupan untuk memfasilitasi budaya pertanian di kabupaten ini telah dibuat kesepakatan bersama ‘bahwa toleransi pembakaran lahan bagi pertanian diberi toleransi maksimal 2 Ha,dengan jadwal pembakaran dikoordinasikan dengan jajaran terkait seperti BNPBD,TNI dan Polri, hal ini dilakukan untuk tidak adanya pelanggaran UU No 32/2009/tentang Pelestarian dan Pemeliharaan lingkungan hidup.
Terkait pengawasan semua ini sejak Agustus-November 2017 telah dicanangkan Operasi Binataruna,dengan target pencegahan pembakaran hutan dan lahan. Negara sendiri selalu berusaha meminimalisir pembakaran lahan ,saat ini cara perluasan cetak sawah sangat berdampak positif bagi meminimalisir pembakaran lahan dan hutan,hal ini diutarakan Danramil Sekadau Hilir Kapten Inf.Indra Fiansyah,dalam sosialisasi tersebut.Pada kesempatan ini dipaparkan kerjasama antara masyarakat dengan jajaran terkait berperan penting dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.Pada kesempatan berbeda kepala desa Peniti Abang Ramli , kepada KRP mengatakan ,sosialisasi ini,dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat sekitar desa Peniti,biar bagaimanapun peraturan dan undang-undang jangan sampai dilanggar,mengingat sanksinya jelas bersifat mengikat,kepada peserta sosialisasi diharapkan dapat menyampikan apa yang diterima dari para pembicara,kata Abang Ramli.(Akd/jp).

Posting Komentar