Home » » Jual Kurma Berkutu dan Berulat , Indomaret Menantang Minta DiBeritakan

Jual Kurma Berkutu dan Berulat , Indomaret Menantang Minta DiBeritakan

Written By Faktaonlline.net on 04 September 2017 | 14.56

Kurma yang dijual di gerai Indomaret  Stabat, diduga kuat sudah kadaluarsa  sehingga berulat dan berkutu. (NS)

MEDAN | FAKTAONLINE - Gerai Indomaret yang terletak di Jalan Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat Kabuaten Langkat Provinsi Sumatera Utara,diduga kuat sengaja menjual buah kurma bermerek Prima yang  sudah kadaluarsa.
Buktinya saat dibelah, buah kurma yang dikemas rapi dalam kotak itu ditemukan banyak  kutu dan bahkan sudah  berulat.
Ironisnya, pihak Indomaret melalui Humas-nya terkesan arogan, anggap  enteng, dan merasa tidak bersalah meski jelas-jelas telah mengecewakan dan merugikan pelanggannya.
Demikian dikatakan Ahmad (33), pelanggan Indomaret yang membeli kurma tersebut  kepada wartawan Minggu, (3/9/2017).
Ahmad mengungkapkan, ditemukannya  kurma yang sudah berkutu dan berulat tersebut berawal saat isterinya  Suri (31)  berbelanja ke Indomaret  pada hari Jum’at (1/9/2017)) sekira pukul 14.10 wib. Sebelumnya, dia hanya ingin membeli kebutuhan rumah tangga, namun karena melihat ada promo produk buah kurma yang diimpor oleh PT Inti Dunia Prima dan didistribusikan oleh PT Inti Cakrawala Citra,  dia pun tertarik  membeli 1 kotak.
Setibanya di rumah, kurma yang baru dibeli  dari salah satu swalayan terbesar di Indonesia itu pun  langsung dikonsumsi isteri dan anaknya yang masih berusia 7 tahun. Dan setelah kurma tersebut habis, Suri mengajak  Ahmad  yang kebetulan adalah staf redaksi salah satu koran terbitan Medan untuk membeli lagi kurma tersebut. Merasa harganya murah, kali ini Suri membeli 3 kotak sekaligus.
Lebih lanjut dikatakan Ahmad, sebenarnya saat itu dirinya sudah curiga melihat  bentuk kurma yang sangat kering dan seperti berjamur.
Penasaran,  Ahmad pun membelahnya, dan ternyata dugaannya benar.  Dia melihat ada  kutu dan ulat yang masih hidup di dalam kurma. Parahnya, tidak hanya satu kurma yang ada  kutu dan ulat,  ternyata  lebih dari 10 buah kurma dalam kotak yang kondisinya sama. Tak sampai disitu, saat Ahmad mengecek label BPOM yang tertera pada kemasan, ternyata produk tersebut belum terdaftar di BPOM.
Masih kata Ahmad, keesokan harinya, Sabtu (2/9/2017) sekira pukul 09.15 WIB, dia pun mendatangi gerai Indomaret tersebut untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban. Dan sesampainya di tempat itu, dia bertemu dengan Kepala Toko  bernama Firda dan Supervisor bernama Agus. Mereka lalu bersama-sama memeriksa dengan mengambil sampel kurma yang dipajang di rak. Faktanya, mereka juga menemukan kutu dan ulat seperti yang ada pada kurma yang sudah sempat dimakan anak dan isteri  Ahmad.
Tentu saja Ahmad sangat kecewa, jengkel, geram dan merasa ditipu oleh pihak Indomaret. Sebelumnya Isteri Ahmad tertarik membeli kurma tersebut karena  promo yang ditawarkan dan sialnya lagi, harus membayar pajak sebesar 10 persen untuk kurma “busuk”.
Ketika ditanya produk tak layak konsumsi yang mereka jual dan BPOM yang tidak terdaftar, keduanya tidak bisa memberikan penjelasan, mereka hanya meminta maaf dan mencoba menyogok Ahmad dengan memberikan ‘bingkisan’ .
Menurut Agus, produk kurma yang tak layak konsumsi itu juga dijual di seluruh Gerai Indomaret dan bahkan sudah dijual sebelum bulan Ramadhan lalu.
“Kurma ini tersedia di seluruh cabang gerai Indomaret Bang, dan sudah kami jual sejak sebelum Ramadhan kemarin,” ungkap Agus kepada Ahmad
Karena tidak bisa memberikan jawaban dan penjelasan kepada Ahmad  terkait masalah itu, Agus lalu memberikan nomor hape Humas Indomaret bernama Yengki dengan maksud agar Ahmad tenang dan bisa  konfirmasi langsung. Dan saat Ahmad hendak meninggalkan gerai Indomaret tersebut, kurma yang tak layak konsumsi  masih terpajang rapi di rak, seolah tidak ada kejadian dan tidak  merasa bersalah.
Selanjutnya, kata Ahmad,  ketika dikonfirmasi via seluler dengan nomor 08116284***, Yengki yang menjabat sebagai Humas Indomaret malah berang dan menantang Ahmad dengan nada tinggi.
“Abang mau apa rupanya, kami kan dah mau ganti rugi, minta berapa abang rupanya, toh anak abang kan gak kenapa-kenapa kan? Terserah kalau abang mau lanjut. Silahkan abang beritakan, kami tunggu abang,” ujar sang Humas ini  arogan, merasa tidak ada masalah, apalagi bersalah  menjual ‘kurma busuk’ tersebut. Yengki, terkesan menganggap sepele kesehatan manusia. Beruntung, anak Ahmad kondisinya masih terlihat sehat meski sudah  memakan kurma yang diduga sudah kadaluarsa itu.
Bagi masyarakat, disarankan agar lebih teliti saat membeli makanan yang dijual di swalayan atau toko waralaba lainnya, terkhusus Indomaret. Supaya kejadian serupa tidak terulang dan tidak memakan lebih banyak korban. (NS)

Posting Komentar