Home » » Lulusan SMK Jurusan Survei Pemetaan Berpeluang Bekerja DiKementrian Agraria Dan BPN

Lulusan SMK Jurusan Survei Pemetaan Berpeluang Bekerja DiKementrian Agraria Dan BPN

Written By Faktaonlline.net on 05 September 2017 | 22.35



Medan I Faktaonline.net Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP,terus menyosialisasikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza dengan mengunjungi sekolah-sekolah di setiap kunjungan kerjanya ke daerah. Kali ini dalam kunjungan kerja ke Medan, Sumatra Utara, Mendikbud menjadi pembina upacara dalam upacara bendera di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. 
Di SMK ini, jurusan Teknik Survei Pemetaan atau Geomatika menjadi jurusan favorit, dan lulusannya menjadi tenaga kerja yang paling dicari oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala SMKN 1 Percut Sei Tuan, Kasni MPd, mengatakan jurusan Teknik Survei Pemetaan menjadi jurusan yang paling cepat daya serap lulusannya. Bahkan saat siswa masih duduk di tahun kedua, mereka sudah dipesan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk bekerja di sana. Praktik kerja industri (Prakerin) untuk jurusan Teknik Survei Pemetaan pun banyak yang dilaksanakan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau BPN.

"Kebetulan kan Presiden Jokowi saat ini sedang gencar-gencarnya mengimbau masyarakat membuat sertifikat tanah. Jadi anak kelas 2 (jurusan Teknik Survei Pemetaan) saja sudah laku untuk magang atau prakerin di BPN," ujar Kasni di Gedung SMKN 1 Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (4/9/2017).

Menanggapi hal tersebut, Mendikbud yang sempat berkeliling melihat kondisi sekolah, menganjurkan penambahan rombongan belajar atau jumlah siswa untuk jurusan Teknik Survei Pemetaan atau Geomatika. "Sekarang sudah ada berapa siswa untuk jurusan itu?" tanya Mendikbud. 
"Sekarang ada 104 siswa, Pak," jawab Kasni. Ia melanjutkan, jurusan Teknik Survei Pemetaan merupakan jurusan yang langka, dan peralatannya terbatas karena harganya mahal. 
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad mengatakan, untuk menambah jumlah siswa, harus dipastikan terlebih dahulu ketersediaan SDM-nya, yaitu guru yang berkompeten untuk mengajar jurusan itu.

Mendikbud kemudian meminta Kepala SMKN 1 Percut Sei Tuan untuk membuat laporan yang memuat data siswa dan guru, serta fasilitas di jurusan Teknik Survei Pemetaan atau Geomatika, agar dapat dilaporkannya ke Presiden Jokowi. 
"Tolong dibuatkan laporannya. Nanti akan saya jadikan laporan ke Presiden untuk pendidikan vokasi," ujar Mendikbud.

Teknik Survei Pemetaan merupakan pekerjaan mengukur tanah dan pemetaan (survei dan pemetaan), meliputi pengambilan, pemindahan data-data dari lapangan ke peta, atau sebaliknya. Ilmu ukur tanah merupakan ilmu sebagai dasar dalam melaksanakan pekerjaan survei atau ukur mengukur tanah.

Saat ini Presiden Joko Widodo sedang menyosialisasikan pentingnya kepemilikan sertifikat tanah. Kepemilikan sertifikat tanah merupakan bukti sebagai pemilik sah suatu lahan di NKRI. Namun faktanya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah. Menurut presiden, hambatan utama yang dihadapi dalam pembagian sertifikat kepada masyarakat adalah kurangnya jumlah tenaga juru ukur. Karena itu ia meminta penambahan juru ukur, baik melalui jalur rekrutmen Pegawai Negeri Sipil maupun jalur alih daya. Penambahan juru ukur tersebut juga bisa dilakukan melalui pendidikan vokasi, salah satunya di SMK yang memiliki jurusan Teknik Survei Pemetaan atau Geomatika.(red)

Posting Komentar