Home » » Warga di Perbatasan Desa Kolam Merasa Dianaktirikan dari Pembangunan

Warga di Perbatasan Desa Kolam Merasa Dianaktirikan dari Pembangunan

Written By Faktaonlline.net on Thursday, October 26, 2017 | Thursday, October 26, 2017

Percut Sei Tuan I Faktaonline.net - Warga desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang,tepatnya di pasar 13 yang berbatasan dengan Desa Bandar Klippa merasa dianaktirikan dari pembangunan.
Pembangunan itu,baik infrastruktur jalan, air minum, listrik, akses pendidikan, maupun kesehatan tampaknya belum diperhatikan serius oleh pemerintah.
Demikian disampaikan, beberapa warga pasar 13 Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan di  hadapan Ketua DPRD Deli Serdang Ricky Frandana Nasution,SE saat melakukan kunjungan  ke wilayah  tersebut baru-baru ini.
Warga mengaku di perbatasan selalu dianaktirikan dalam segala aspek pembangunan. Jalan, jembatan, air minum  masih seperti mimpi bagi warga setempat  lantaran tak kunjung diperhatikan serius oleh pemerintah.
Karena merasa didiskriminasi, kata Jimmy  (45) tidak heran warga di desa perbatasan ingin bergabung dengan Desa Bandar Kippa ketimbang Desa Kolam .
Sebab dari segi pembangunan menurut dia, jauh lebih baik dibandingkan Desa Kolam.
Bahkan untuk ke Tembung, ibu kota Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang itu seharusya cepat hanya membutuhkan 20 menit perjalanan, tetapi karena jalan rusak dan berlumpur apalagi jika musim hujan maka dapat bertambah waktu. Bahkan para warga petani jarang menjual hasil pertanian ke Tembung dan Medan.
Hal ini tentu berbanding terbalik, jika warga hendak Tembung  atau ke Medan  harus membutuhkan hampir 1 jam.   Jika dipaksakan menjual hasil komoditi ke Medan, maka tentu saja membutuhkan transportasi yang  handal  hingga berpotensi inflasi.
Karena itu, Jimmy  meminta kepada pemerintah baik kabupaten dan Desa  untuk dapat memperjuangkan nasib mereka dari pemerataan pembangunan.
“Kami tidak pernah memintai lain-lain hanya perbaikan jalan dar  air bor ,” kata Jimmy. .
Menanggapi keluhan warga, Ketika ditemui Wartawan diruang kerjanya baru-baru ini Kepala Desa Kolam Jupri Purwanto  mengatakan pembangunan jalan itu tidak dapat dilakukan karena mau dibuat jalan ring rood menuju Bandara International Kuala Namu  Airport (BIKN).  
Kondisi jalan di perbatasan sebenarnya hendak dilakukan dan menjadi perhatian pertama dalam pembangunan, namun karena mau di bangun infrastruktur jalan berbentuk ring rood atau jalan tol oleh pemerintah pusat maka pembangunan jalan itu saat ini tidak kita  lakukan, kata Jupri Purwanto tanpa menyebutkan kapan akan dilakukan infrasruktur  jalan di pasar 13 itu untuk jalan ring rood atau jalan tol. 
Ketika disinggung wartawan tentang dana desa dari ADD,agar dialokasikan ke tempat itu  dengan gamlang Jupri Purwanto menjawab boleh saja tetapi hanya bisa dianggarkan dananya untuk pembelian  1 dum truk sertu, sisanya warga serempat yang patungan.
Ketika ditemui Wartawan di tempat terpisah Ketua LSM Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) Sumatera Utara Erickson Barimbing,SH  mengatakan warga di perbatasan wajib mendapatkan hak dan pelayanan utuh seperti yang telah didapatkan oleh masyarakat lainnya.
Erickson menambahkan pemerintah Desa atau Kabupaten Deli Serdang serta  pemerintah Sumatera Utara yang harus bertanggung jawab dan memberi perhatian lewat alokasi anggaran pembangunan untuk warga perbatasan tersebut.
Sehingga,  sentuhan pembangunan itu dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat desa perbatasan.
Dia menjelaskan, program Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, membangun Indonesia mulai dari pinggiran seharusnya di tingkat kabupaten bisa menerjemahkannya.
Menurut dia, ekonomi masyarakat pedesaan apalagi  perbatasan harus ditingkatkan, ini malah pembangunan jauh dari harapan masyarakat. Kalau dibangun jalan ring rood 3 tahun lagi kan tidak masalah. kata Erickson. (Akd)

Post a Comment