Home » » LSM PENJARA DEMO KANTOR WALIKOTA, MINTA KADIS PERINDAGKOP DI EVALUASI.

LSM PENJARA DEMO KANTOR WALIKOTA, MINTA KADIS PERINDAGKOP DI EVALUASI.

Written By Faktaonlline.net on 26 November 2017 | 15.37

DEMO - Sekda Kota Gunungsitoli Ir. Agustinus Zega, didampingi Kadis Perindagkop, Kadis Perizinan dan lainnya, memberikan penjelasan kepada massa LSM Penjara yang lakukan aksi demo, dihalaman kantor Walikota Gunungsitoli.Selasa (21/11/2017)

Gunung Sitoli I Faktaonline.net - Belasan orang yang mengatas namakan dirinya aliansi LSM Penjara Kepulauan Nias,melakukan demo ke kantor Walikota Gunungsiroli, di Jalan Pancasila No. 14 desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli - Sumatera Utara. (Selasa, 21/11).
Dalam orasinya, salah satu tuntutan LSM Penjara ini, meminta kepada Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua mengevaluasi Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi karena dinilai lemah dan terkesan tidak mampu dalam melakukan pengawasan terhadap kegitan-kegiatan usaha di Kota Gunungsitoli. Yang mana menurut mereka selama ini banyak usaha dan bangunan tidak memiliki izin ataupun melaporkan perusahaannya kepada dinas terkait, serta bangunan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Selain itu dalam pernyataan sikap LSM Penjara yang dibacakan Markus Hulu selaku koordinator lapangan, menyampaikan antara lain,meminta kepada Walikota Gubungsitoli untuk tegas serta tidak pandang bulu dalam penegakan peraturan, mendesak Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk segera menghentikan kegiatan dan aktifitas ilegal PT Adira Finance yang sudah beroperasi lama, mendesak PT Adira Finance untuk segera angkat kaki dari bumi kepulauan Nias tanpa mengulur waktu karena kegiatannya yang diduga ilegal dan merugikan masyarakat, meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) regional V Sumatera bagian utara untuk melakukan tindakan tegas atas dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Adira Finance di wilayah Nias. Pantauan wartawan Faktaonline.net dihalaman kantor Walikota, massa LSM Penjara dengan mengendarai sepeda motor serta mobil pik up berisi sound system tiba dihalaman kantor Walikota Gunungsitoli sekita pukul 10.30 Wib, dikawal mobil patwal milik Sat Lantas Polres Nias, dan puluhan personil Polres Nias yang sudah stanby di kantor walikota turut mengamankan jalannya aksi.
Usai berorasi beberapa menit, dengan pengawalan ketat dari personil Sat Pol PP Kota Gunungsitoli dan Personil Polres Nias, Sekda Kota Gunungsitoli Ir. Agustinus Zega, didampingi Kadis Perindagkop, Kadis Perizinan, Kadis Lingkungan Hidup, dan Kasat Pol PP Kota Gunungsitoli, menemui massa dihalaman kantor Walikota.
Kepada massa Sekda menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli sudah memahami tuntutan LSM Penjara, dan sudah mengambil langkah-langkah sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku.
 "Kita sudah melakukan pembinaan dan memanggil pihak PT Adira Finance, saat ini sedang berproses dan sudah kita berikan batas waktu. Dalam hal ini kita melakukan secara terukur, namun apabila PT Adira Finance tidak memenuhi ketentuan meski sudah dilakukan pembinaan, tentu Pemerintah Kota Gunungsitoli akan melakukan tindakan sesuai kewenangan yang dimiliki,"Ujar Sekda menjelaskan.
Sekda mengatakan, bahwa apa yang disampaikan LSM Penjara ini akan menjadi bahan, dan akan mencoba menyelesaikan permasalahan ini dalam waktu yang tidak terlalu lama. Menurutnya proses tahapan seperti ini tidak serta merta ditindak, apalagi persoalan ini bersentuhan langsung dengan iklim dunia usaha, dan Pemko Gunungsitoli tidak ingin iklim usaha di Kota Gunungsitoli menjadi terganggu.
Usai mendengarkan penjelasan Sekda, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib, mereka melanjutkan orasinya di kantor PT Adira Finance, Jalan Diponegoro, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli. Kadis Perindagkop Kota Gunungsitoli, Abdul Majid Caniago, SE, M Si, diwawancarai wartawan Faktaonline.net usai aksi mengatakan yang berhak menilai kinerjanya adalah pimpinannya, dia juga mengaku sudah melakukan pembinaan kepada para pengusaha di Kota Gunungsitoli, terkait kelengkapan izin usaha. "Kalau soal penilaian itu adalah pimpinan, jelas dalam hal pembinaan sudah kita lakukan kepada semua pengusaha, kita sudah surati termasuk mendorong mereka untuk mematuhi ketentuan yang ada,"Kata Majid menjelaskan.
Menurutnya, PT Adira Finance sedang dalam tahap proses pengurusan izin di dinas terkait yakni Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Namun mengapa baru diurus sekitar dua minggu yang lalu, dia tak bisa menjelaskan, dan hanya mengatakan ya itulah keadaannya, semua pihak harus memaklumi.
"TDP nya sedang dalam proses di dinas terkait, jadi mereka sudah ada niat baik untuk mengurus. Masalah mengapa baru sekarang diurus, ya itulah keadaannya, termasuk retribusi reklamenya saya belum tau pasti apakah sudah tuntas, silahkan ditanya ke BPKPAD," Ucap Majid.
Usai orasi di kantor Walikota massa LSM Penjara melanjutakan aksinya di depan kantor PT Adira Finance, tidak berapa lama melakukan orasi, dan karena Pimpinan Adira tidak berada dikantor, akhirnya massa membubarkan diri.
Salah seorang warga (Ibu Poppy), yang kebetulan lewat dan berhenti melihat ada orang demo, menanyakan kepada wartawan Faktaonline.net terkait aksi yang sedang berlangsung, dan setelah dijelaskan Ibu Rumah Tangga (IRT) ini berkomentar. Ibu yang berprofesi berjualan ini mengaku pernah menjadi nasabah PT Adiran Finance. Dia berpendapat PT Adira Finance sangat membantu. Selama dia menjadi nasabah IRT ini mengaku nyaman-nyaman saja.
"Saya pernah bermitra dengan Adira, waktu itu saya butuh dana jadi saya mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB, dan saya merasa nyaman, memang anggsuran beberapa kali terlambat bayarnya dan mereka mingingatkan kita, bahkan setelah kulunasi anggsurannya saya diberi kemudahan denda keterlambatan angsuran saya itu, dipotong hingga 70 persen,”Beber Poppy.
Menurutnya tuntutan LSM Penjara agar PT Adira Finance hengkang dari Kota Gubungsitoli, tidak masuk akal, Dia beralasan PT Adira Finance cukup membantu masyarakat dalam memperoleh dana maupun kredit sepeda motor, sekalipun bunganya besar namun masyarakat cukup terbantu saat kesulitan dana. Dia juga menghimbau dalam melakukan orasi atau demo tidak perlu dengan kata-kata kasar.
"Saya sebagai warga tidak setuju dengan tuntutan LSM Penjara ini, masalah dia memperoleh keuntungan besar, ya tentu dia juga memiliki karyawan yang gajinya harus dibayar. Mereka juga tidak pernah memaksa masyarakat untuk kredit. Karena kita yang butuh sehingga kita datang ke Adira meminjam, dan para pendemo ini kan tentu orang-orang intelektual, jadi orasi itu tidak perlu disampaikan dengan kata-kata kasar"Pungkas Poppy.
Diketahui, sebelumnya PT Adira Finance ini sudah beberapa kali di demo oleh kelompok yang sama, pertamakali didemo terkait penarikan sepeda motor nasabah sebagai jaminan karena sudah menunggak tiga bulan, kemudian masalah penggelapan anggsuran nasabah oleh salah seorang karyawan Adira, dan kemudian terkait dugaan PT Adiran Finance belum melaporkan TDPnya di Dinas Perindagkop Kota Gungsitoli.(AL)

Posting Komentar