Home » » Di Disbudpar Provsu Pengadaan Merchandise Rp 3,5 Miliar Diduga Fiktif

Di Disbudpar Provsu Pengadaan Merchandise Rp 3,5 Miliar Diduga Fiktif

Written By Faktaonlline.net on Jumat, 29 Desember 2017 | Jumat, Desember 29, 2017

Medan I Faktaonline.net - Pengadaan Merchandise Eksklusif, Executive Gift Goods senilai Rp 3,5 miliar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara (Disbudpar Provsu) diduga fiktif.
Pasalnya, sampai saat ini hasil pekerjaan (pengadaan) tersebut tidak mampu diperlihatkan. Anehnya, keterangan Elisa Marbun, selaku Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara sekaligus pengguna anggaran tidak sinkron atau berbeda dengan keterangan Avon Nasution, Sekretaris di dinas tersebut.
Sebelumnya,Direktur Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (Barapaksi) Otti Batubara ,kepada wartawan mengungkapkan bahwa pekerjaan e-Brosur senilai Rp 3,5 miliar yang bersumber dari APBD TA 2017 itu hanya mengada-ada alias fiktif.
Alasannya, saat dirinya melakukan konfirmasi kepada Elisa Marbun, Elisa malah mengatakan pekerjaan itu belum selesai dilaksanakan. Bahkan kata Elisa, pekerjaan tersebut masih bisa dikerjakan sampai tahun depan.
Masih menurut Otti, dengan jumawa Elisa mengatakan bahwa pihaknyalah yang menentukan pekerjaan itu dilaksanakan atau tidak.
 "Oleh karena itu, penjelasan Kadisbudpar sangat tidak masuk akal, sehingga kita menduga kuat pekerjaan itu fiktif. Masa mensosialisasikan pariwisata Sumut hanya melalui souvenir berbentuk flashdisk. Kan, tidak efektif itu, mubazirlah," ujar Otti geram.
Bukan itu saja, lanjut Otti. Masih banyak lagi kejanggalan terlihat di dinas tersebut. Salah satu contohnya, pemasangan baliho untuk menarik minat wisatawan mancanegara di seluruh kabupaten/ kota yang ada di Sumatera Utara.
 "Apa mungkin untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) bisa dengan pemasangan baliho saja. Kalo wismannya sudah datang ke Sumut baru mereka melihat baliho itu.
Seharusnya yang perlu dilakukan adalah, bagaimana caranya supaya wisman itu datang ke Sumut. Ada apa, apa ada?" ujarnya. .
Di sisi lain, Laskar Rakyat Jokowi Sumatera Utara, Sipa Munthe mengatakan yang memegang kendali di dinas tersebut adalah Avon Nasution sedangkan Kadis hanya pajangan. Karena, kata Sipa, kakak kandung Avon adalah sahabat karib Evi Diana yang merupakan istri Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi. "Karena alasan itulah Avon leluasa," ujarnya.
Hal ini, sambung Sipa, terlihat dari semua pekerjaan di dinas tersebut yang diarahkan Kadis kepada Sekretaris. "Berarti yang 'mengatur' di Disbudpar Sumut itu adalah Avon Nasution. Begitulah carut marutnya sistem pengelolaan keuangan di Pemprovsu. Semuanya hanya untuk bancakan pencalonan petahana saja. Pemasangan baliho itu terindikasi untuk sosialisasi petahana bukan untuk menarik wisatawan mancanegara," tukasnya.
Terpisah, Avon Nasution saat dijumpai di ruang kerjanya,Rabu (26/12/2017) terkait dugaan pengadaan fiktif tersebut mengatakan bahwa pekerjaan itu sudah selesai dikerjakan.
 "Pengadaan itu, souvenir berbentuk flashdisk dengan kapasitas 16 GB, dimana 2 GB isinya destinasi pariwisata di Sumatra Utara. Ada bentuk flashdisk Sigale-gale, Lompat Batu dan sebagainya," ujarnya singkat. (NS/WA)

Posting Komentar