Home » » KPU RI Sosialisasikan Pendidikan Pemilih Untuk Perempuan

KPU RI Sosialisasikan Pendidikan Pemilih Untuk Perempuan

Written By Faktaonlline.net on Jumat, 15 Desember 2017 | Jumat, Desember 15, 2017



Nias I Faktaonline.net - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) sosialiasasikan pendidikan pemilih untuk perempuan bertajuk Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berbasis Pemilih Perempuan di Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Sabtu (9/12) di Kantor Bupati Nias.
Dalam sosialisasi ini, Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting menyampaikan bahwa perempuan berperan penting untuk mensukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu). Selain memiliki hak suara saat pemilu, perempuan juga berhak untuk masuk dan bergelut di ranah politik. Pentingnya perempuan ada dalam kancah politik tentu agar aspirasi perempuan tersampaikan dengan baik. Anggota legislatif maupun eksekutif perempuan bisa mewakilkan aspirasi politik dari sudut pandang perempuan. Misalnya bisa mempromosikan dan memprioritaskan isu-isu kepentingan perempuan baik dari segi keadilan sosial, pendidikan, dan ekonomi bagi perempuan.
Melihat data dari KPU Kabupaten Nias, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) perempuan di Pulau Nias mencapai 53 persen. Artinya jumlah DPT perempuan hampir berimbang dengan laki-laki, juga mempunyai peran dan kapasitas yang sama dengan laki-laki dalam hal memilih pemimpin dan dipilih sebagai pemimpin. “Dari segi jumlah pemilih, lebih banyak perempuan. Tapi dari segi keterwakilan, perempuan tidak terwakilkan di seluruh lembaga di Indonesia,” kata Evi
Evi berharap ke depannya kaum perempuan di Indonesia khususnya di Indonesia lebih aktif dan berpartisipasi di dalam dunia politik. Selain politik, perempuan juga berperan sebagai agen pendidikan pemilih melalui kegiatan arisan, Program Pemberdayaan Keluaraga (PKK), pengajian, dan wadah lainnya. “Selain itu, kita harus menghargai hak pilih kita seperti kita menghargai diri sendiri. Jangan mau menjual suara kita pada orang lain. Satu suara kita akan menentukan keberlangsungan daerah kita lima tahun ke depan,” ujar Evi.
Ketua KPU Provinsi Sumatera Utara Mulia Banurea dalam sambutannya juga mengimbau masyarakat, tak hanya kaum perempuan untuk menggunakan hak suaranya pada saat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara serta pemilihan kepala daerah serentak pada Rabu, 27 Juni 2018 mendatang.
Mulia mengimbau agar seluruh masyarakat cerdas dalam memilih calon pemimpin daerah dan tidak menjual suara dalam pemilu.
”Kesuksesan pemilu itu juga tergantung dengan partisipasi masyarakat yang memilih,” tutup Mulia.(amd)

Posting Komentar