Home » » Jalin Kerjasama Dengan UMKM,Perusahaan JNE Gelar Workshop

Jalin Kerjasama Dengan UMKM,Perusahaan JNE Gelar Workshop

Written By Faktaonlline.net on Sabtu, 20 Januari 2018 | Sabtu, Januari 20, 2018

Kepala Cabang JNE Sumatera Utara,Fikri Alhaq Fachryana, saat memaparkan keunggulan menggunakan produk JNE kepada pelaku UMKM di Kota Gunungsitoli,bertempat Kantor Disperidag dan Koperasi Kota Gunung Sitoli Desa Faekhu Gunung Sitoli Selatan,Kamis (18/1/2018).

Gunung Sitoli I Faktaonline.net -  Dalam rangka menjalin kerjasama dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),perusahaan jasa pengiriman express Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Gunungsitoli gelar workshop di Kantor Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Kota Gunungsitoli, Desa Faekhu, Gunungsitoli Selatan. (Kamis, 18/1).
Acara yang difasilitasi Disperindagkop Kota Gunungsitoli ini, dihadiri sekitar lima puluan pelaku UMKM di Kota Gunungsitoli.
“Jalur Nugraha Ekakurir atau disingkat JNE, merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman express, logistic, supplychain Indonesia yang telah berkembang selama 27 tahun dan menjadi perusahaan pengiriman tercepat nomor 1 di Indonesia.
Hal ini dikatakan Fikri Alhaq Fachryana kepala cabang JNE Sumatera Utara, saat memaparkan keunggulan menggunakan produk JNE.
Dijelaskan Fikri, JNE ini melayani berbagai jasa pengiriman, diantaranya : Jasa kirim domestic ke seluruh Indonesia dengan jangkauan ke seluruh pelosok tanah air dan berbagai servis disesuaikan dengan target waktu dan budget, Jasa kirim Internasional dengan harga yang kompetitif dan mudah serta mampu melakukan pengiriman ke seluruh dunia, Jasa logistik dan pergudangan JNE menyediakan jasa pergudangan dan distribusi bagi project bisnis.
 “khusus pengiriman dalam Kota Medan dan daerah Sumatera Utara, JNE memberikan servis siang dan malam dengan harga Yes, terdiri dari Sangat Segera (SS), Yakin Esok Sampai (YES), layanan ekspres dengan waktu sesuai jarak (Reguler), dan layanan kiriman via darat untuk kiriman besar (JTR)”Beber Fikri.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM di kepulauan Nias, JNE menawarkan kerjasama yang disebutnya PESONA (Pesanan Oleh-Oleh Khas Nusantara). Produk ini memungkinkan produk makanan dapat masuk dalam list produk PESONA JNE, dimana seluruh masyarakat Indonesia dapat melihat dan melakukan pemesanan via JNE. Menurut Fikri, layanan ini sangat pas untuk UMKM alasannya pemesanan produk PESONA JNE bergaransi ketepatan waktu, packing, serta garansi pergantian/kiriman ulang oleh JNE jika konsumen menerima pesanan dalam keadaan rusak. 
Fikri Alhaq Fachryana sebagai kepala cabang JNE Sumatera Utara saat diwawancarai Faktaonline.net,mengatakan,tujuan digelarnya workshop pada dasarnya untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM melalui produk JNE yaitu PESONA (Pesanan Oleh-Oleh Khas Nusantara).
Menurutnya ada beberapa produk khas Nias yang bisa mendongkrak pertumbuhan prekonomian di Kepulauan Nias, selain produk kerajinan tangan, juga kuliner khas Nias seperti kripik pisang, kripik sona, ikan asap, dodol Nias dan lainnya, selama ini kurang di kenal masyarakat di luar Pulau Nias disebabkan minimnya promosi.
 “Kita dari JNE ingin membangun kerjasama UMKM yang ada di Kota Gunungsitoli agar bisa memasarkan produknya ke luar daerah Pulau Nias, maka cara yang efektif dengan menjual secara online, sehingga JNE memberi sebuah pemahaman , akan memfasilitasi para UMKM dengan kerjasama yang khusus yang difasilitasi oleh Disperindag sehingga produk-produk mereka dengan mudah bisa di kirim ke luar Nias”Beber Fikri.
Sementara,ditempat yang sama,Kepala Dinas Perindagkop Kota Gunungsitoli, Abdul Majid Chaniago saat membuka acara mengatakan tujuan Disperindag Kota Gunungsitoli bermitra dengan JNE ini dalam hal membangun kerjasama antara pelaku UMKM dengan pihak JNE.
 “Kita menyambut baik upaya JNE, karena sudah seharusnya pelaku UMKM di Kota Gunungsitoli perlu membina kerjasama dengan pihak JNE, agar produk-produk yang ada di Kota Gunungsitoli dapat di kenal di luar daerah Pulau Nias”Ujar Abdul Majid.
Ditambahkan Abdul Majid,bahwa per 1 Desember 2016 yang lalu, sebanyak 916 pelaku usaha resmi yang sudah terdaftar di Diperindagkop Kota Gunungsitoli, namun sesuai permintaan dari pihak JNE untuk tahap awal ini hanya 50 orang/pengusaha yang dapat di ikat kerjasama dengan pihak JNE, sehingga Disperindag akan melakukan seleksi terhadap para pelaku UMKM, yang selama ini berproduksi tetapi pemasaran kurang. Kepada para pelaku UMKM, Kadis Perindagkop mengingatkan khusus produk kuliner supaya mengurus sertifikat halal yang dikeluarkan oleh MUI, sebagai salah satu syarat di JNE khusus layanan kiriman pemesananan makanan khas dari berbagai kota di Indonesia.
 “Selain kualitas produk yang baik, kemasannya harus bagus, sehingga mempunyai daya tarik di pasar, Karena jika kemasannya tidak bagus tentu tidak dilirik Apalagi jika produknya memiliki label halal tentu pasarnya akan lebih luas dan konsumen tidak ragu untuk membeli”Kata Abdul Majid. Yaris Bate’e salah seorang pelaku UMKM di Kota Gunungsitoli produk kripik pisang kepok diwawancarai wartawan Faktaonline,net, mengaku senang dengan tawaran kerjasama dari pihak JNE. “Saya selaku UMKM kerjasama ini sangat positif, dan sangat membantu pelaku UMK dalam memperluas jaringan memasarkan produknya. Mereka juga membantu memasarkan produk kita secara onlione, dan saya pribadi berterimakasih kepada JNE atas kerjasama yang ditawarkan ini”Kata Yaris yang mengaku sudah satu tahun yang lalu, fokus dibidang usaha kripik.(adi laoli).

Posting Komentar