Home » » PEMKAB NIAS GELAR PANEN PERDANA PADI SAWAH BENIH

PEMKAB NIAS GELAR PANEN PERDANA PADI SAWAH BENIH

Written By Faktaonlline.net on Minggu, 28 Januari 2018 | Minggu, Januari 28, 2018

Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH, MH, didampingi, Kadis Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Nias Faonaso Laoli, A. Md, SE, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Nias Tehesokhi Hulu, S. IP dan lainnya bersama kelompok tani Siona melakukan panen perdana padi sawah kegiatan desa mandiri benih, Desa Sirete, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. (Jumat, 26/1).

NIAS | Faktaonline.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nias, menggelar panen perdana padi sawah kegiatan desa mandiri benih pada kelompok tani Siona, Desa Sirete, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. (Jumat, 26/1).
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Nias Faonaso Laoli, A. Md, SE dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini bermaksud sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Nias dalam pemenuhan ketahanan pangan serta kemandirian daerah dalam hal kecukupan benih padi, sehingga tidak tergantung dari daerah lain.
Menurut kadis dengan terselenggaranya kegiatan ini, kelompok tani diharapkan lebih giat lagi dalam mengelolah pertanian serta memanfaatkan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan para petani itu sendiri.
 “Kegiatan ini juga bertujuan agar kelompok tani penerima manfaat dapat memenuhi kebutuhan benih sendiri, dan bahkan bisa menyuplai benih ke daerah lain,”Ujar Faonaso.
Kadis menjelaskan kelompok tani SIONA ini beranggotakan 22 orang dengan luas lahan 22 hektar, varietas benih inpari 32, Jadwal tanam padi ini di mulai pada 11 Oktober 2017 yang lalu, dan jadwal panen 26 Januari 2018, dimana umur tanaman 108 hari (tiga bulan 8 hari), dengan pola tanam 2:1.
Sementara bantuan yang sudah diterima kelompok tani Siona ini yakni : Uang sebesar Rp 34.122.000 digunakan untuk pengadaan benih, pupuk dan pestisida, sead cleaner, mesin jahit karung, trolley benih, sealer benih/pedal, timbangan, karung goni, sapu lantai jemur dan terpal. Sedasngkan sarana pendukung Gudang penyimpanan luas 40 m2 berbiaya Rp 80 juta, dan lantai jemur luas 80 m2 berbiaya Rp 45 juta.
Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH, MH dalam arahannya mengatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Nias berpencaharian sebagai petani, sehingga pengembangan setor pertanian merupakan salah satu sasaran utama pembangunan bidang ekonomi di Kabupaten Nias.
“Berbagai cabang usaha tani yang dikelolah masyarakat, namun hasil yang dicapai masih belum maksimal, produksi dan produktifitas yang dicapai dari setiap komoditas masih rendah dan belum mampu mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,”Ujar Wabup.
Menurutnya hal ini disebabkan oleh berbagai keterbatasan yang dimiliki petani, baik pengetahuan, keterampilan serta lemahnya kemampuan kelembagaan kelompok tani yang telah terbentuk di pedesaan. Selain itu permasalahan ketersediaaan benih padi unggul berlabel biru yang dianjurkan Pemerintah di wilayah Kabupaten Nias tidak ada.
 “Selama ini kita hanya mengharapkan benih dari produksi penakar/balai-balai benih dari luar daerah sehingga petani belum membudayakan penggunaan benih unggul yang dianjurkan Pemerintah secara optimal, dimana penggunaan benih unggul selain tahan akan serangan hama dan penyakit juga dapat menghasilkan produktifitas yang tinggi”Ujar Wabup.
Kendatipun dalam penanganan berbagai masalah tanaman padi sawah, Wabup mengatakan selama ini Pemerintah Daerah Kabupaten Nias melaui SKPD Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setiap tahunnya sudah melaksanakan beberapa program pembangunan ekonomi masyarakat baik program peningkatan produksi tanaman pangan berupa padi melalui kegiatan intensifikasi padi sawah sekaligus peningkatan pengetahuan dan keterampilan para petani dan kelompok tani. Pemberian bantuan benih padi unggul, bantuan sarana produksi, serta terobosan-terobosan dalam memperjuangkan kebutuhan petani kepada pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat,Kata Wabup.
Pada kesempatan ini Wakil Bupati berpesan kepada Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan agar segera memfasilitasi penakar benih untuk mengurus sertifikat dan label benih kepada instansi yang berwenang, tetap mengusulkan kegiatan panen padi sawah dan lainnya kepada Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat untuk kelompok tani yang lain di kabupaten Nias.
Wabup juga berharap kepada kelompok tani Siona agar kegiatan seperti ini tetap diteruskan. “Hasil panennya jangan untuk dikonsumsi ya, melainkan untuk dijadikan benih baik untuk kelompok sendiri dan untuk kelompok tani lainnya, serta peliharalah sebaik-baikknya gudang dan fasilitas lainnya yang sudah diberikan oleh Pemerintah,”Pesan Wabup. (adi laoli).

Posting Komentar