Home » » ITDP Tawarkan Wali Kota Terapkan Sistem BRT Di Kota Medan

ITDP Tawarkan Wali Kota Terapkan Sistem BRT Di Kota Medan

Written By Faktaonlline.net on Wednesday, March 21, 2018 | Wednesday, March 21, 2018


Medan I Faktaonline.net - Intitute For Transportation & Development Policy (ITDP) siap membantu Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam menciptakan public sistem transport yang baik sekaligus upaya mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Medan.
Salah satu tawaran yang diajukan untuk mengkonversi angkutan kota (angkot) dan taksi dengan pengoperasian moda transportasi modern yakni Bus Rapid Transport (BRT) seperti yang telah sukses diterapkan di Kota Johannesburg, Afrika Selatan.
Rencana ini disampaikan Yoga Adiwinarto selaku Country Director ITDP Indonesia ketika diterima Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi di Balai Kota Medan, Rabu (21/3).
Guna mendukung penerapan BRT di Kota Medan, Yoga sengaja membawa Rehana Mossajee, mantan anggota Mayoral Committe For Transportation di Johannesburg.
Dikatakan Yoga, kesuksesan Kota Johannesburg menerapkan BRT sangat tepat untuk Kota Medan. Selain kondisi geofrafisnya sama, kultur dan watak masyarakat di Kota Johannesburg juga sama yakni keras. Bahkan, Yoga menilai watak warga kota yang terbesar di Afrika Selatan tersebut lebih keras dari watak warga Kota Medan. Meski demikian penerapan BRT sukses di kota dengan luas wilayah sekitar 269 km2 dengan penduduk 1,6 juta jiwa dengan 60 persen warga kulit hitam tersebut. “Jadi kedatangan kita untuk membantu membuat konsep bagaimana mengajak para stakeholder angkutan umum yang ada di Kota Medan, terutama angkot dan taksi agar mau beralih menjadi BRT seperti yang telah sukses diterapkan di Kota Johannesburg." katanya.
Diterangkannya,Di sana angkota dan taksi dulunya berjumlah 585 unit, tapi setelah dilakukan pendekatan kini telah berkurang dan hanya menjadi 134 bus untuk melayani warga Kota Johannesburg,” kata Yoga.
Untuk lebih jelasnya, Yoga selanjutnya mempersilahkan Rehana Mossaje memaparkan pengalamannya selama 13 tahun sebagai anggota Mayoral Committe For Transportation di Johannesburg.
Dipaparkan wanita berdarah India itu, penerapan sistem BRT merupakan program Wali Kota Johannesburg dalam menata moda transportasi sehingga memberikan manfaat dan kenyamanan bagi warganya.
Awalnya, jelas Rehana, program ini mendapat tentangan dan protes keras dari para stakeholder angkutan kota di Kota Johannesburg yang didominasi warga kulit hitam.
" Mereka menolak habis-habisan program BRT yang mulai ditawarkan tahun 2006, sebab diyakini akan menghancurkan nasib para pengusaha maupun supir angkutan kota dan taksi di sana" sebutnya.
 “Gelombang protes pun dilakukan namun Wali Kota Johannesburg tidak bergeming dan tetap menjalankan program BRT karena tujuannya untuk kebaikan bersama. Selanjutnya dilakukan pendekatan dengan para stakeholder angkutan, termasuk melaksanakan sejumlah workshop. Bahkan, sejumlah perwakilan dtakeholder angkutan dibawa studi banding untuk melihat langsung sistem BRT yang telah sukses diterapkan di Kolombia dan Venezuela,” jelas Rehana.
Di samping itu tambah Rehana lagi, Wali Kota Johannesburg juga membuka akses langsung dengan para stakeholder angkutan terkait dengan penerapan sistem BRT. Dikatakannya, apapun permasalah yang dihadapi para stakeholder angkutan bisa langsung disampaikan kepada Wali Kota. Akhirnya tepat Agustus 2009, jelasnya, penerapan BRT terlaksana dengan baik di Kota Johannesburg.
 “Saat ini baru ada dua koridor, rencananya akan dilakukan penambahan lagi,” paparnya, Oleh karenanya Rehana optimis, kesuksesan sistem BRT di Kota Johannesburg bisa diterapkan di Kota Medan, termasuk kota-kota lainnya di dunia. Untuk itulah Rehana menyatakan siap berbagi pengalaman sehingga public transport system, terutama dapat diterapkan karena memberikan manfaat yang cukup besar dalam bidang transportasi.
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi didampingi Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat dan Kepala Bappeda Wirya Al Rahman, sangat mengapresiasi tawaran yang disampaikan ITDP Indonesia tersebut.
Kota Medan akan menerapkan sistem Light Rail Transit (LRT) dan BRT dalam upaya menata sistem transportasi sekaligus mengurangi kemacetan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara.
 “Kita mengucapkan terima kasih dan menyambut positif tawaran ini, tentunya bisa membantu kita dalam penerapan sistem BRT nantinya. Semoga kita dapat mengadopsi kiat kesuksesan Kota Johannesburg menerapkan sistem BRT. Apalagi tipikal maupun watak masyarakat di sana sama dengan warga Kota Medan,” kata Eldin.
Selanjutnya,Eldin mengistruksikan kepada Kadishub dan Kepala Bappeda untuk mempelajari serta menindaklanjuti tawaran dari ITDP Indonesia tersebut. Sebab, ia menilai lembaga non profit yang bergerak di bidang transportasi berkelanjutan dan berpusat di Kota New York, Amerika Serikat sudah berpengalaman dalam menciptakan public transport system public yang memberikan banyak manfaat. (amd)

Post a Comment