Home » » Puluhan Jurnalis Lakukan Aksi Damai Mengecam Sikap Arogan Oknum ASN Dinkes Pemkab Lampura

Puluhan Jurnalis Lakukan Aksi Damai Mengecam Sikap Arogan Oknum ASN Dinkes Pemkab Lampura

Written By Faktaonlline.net on Rabu, 21 Maret 2018 | Rabu, Maret 21, 2018


Kotabumi I Faktaonline.net - Puluhan Jurnalis yang bergabung di Organisasi Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Lampung Utara (Lampura), diikuti wartawan Kabupaten Lampura, yang tergabung di Forwalu, KWRI, dan PJI-D menggelar aksi damai,di tiga titik,yakni kantor Dinas Kesehatan, Pemda dan Bundaran Tugu Payanmas Kotabumi. Senin (19/3/2018).
Adapun tujuan aksi damai tersebut,untuk menyampaikan kecewaan mereka terhadap sikap arogan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampura..
Dalam orasi yang berisi tuntutan para awak media/jurnalis Lampura agar pemerintah daerah (Pemda) segera mengambil sikap tegas dengan menonaktifkan/memindahkan Adhy Permana selaku humas di Dinkes. yang telah diangap melecehkan profesi wartawan.
Dalam orasinya Hamzah selaku Korlap mengharapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampura,Maya Metissa, segera menggelar konferensi pers kepada seluruh wartawan yang ada di Lampura,dan memberi penjelasan yang konkrit terkait bahasa mengatakan, ' Wartawan Pengemis ' yang dilontarkan oleh bawahan nya Adhy selaku Humas di Dinkes Kabupaten Lampura..
Sementara, Ketua harian, PWRI Lampura Doni Mansyah,menyampaikan ucapan banyak terimakasih atas sikap solidaritas kawan kawan media yang sudah ikut serta dalam aksi damai dengan memberikan dukungan dalam rangka aksi damai.
"Apabila tidak ada tindakan tegas dari pemerintah daerah terhadap oknum ASN Dinas Kesehatan, maka kami akan turun melakukan orasi kembali dengan massa yang lebih besar." ujar nya.
Terpisah,Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Lampura,Adhy Pramana menceritakan kronologis permasalahan awal tersebut.
 "Pada hari Selasa lalu, sekitar jam 10 pagi, ada seorang wartawan datang keruangan Sub Bagian Umum dan Keuangan,menawarkan untuk berlangganan koran pada Dinas Kesehatan, akan tetapi Koran yang ditawarkan itu berasal dari luar daerah Lampung." kata Adhy Pramana.
Kemudian,Adhy menjelaskan,pihaknya tidak bisa menerima langganan koran yang berasal dari luar daerah.
" Anggaran pada dinas ini terbatas, sedangkan untuk ' koran lokal '  saja sudah banyak yang harus diakomodir khususnya koran yang berasal dari Provinsi Lampung " ujarnya.
Ditambahkan Adhy,dari situ terjadilah argumentasi, tak berselang lama, datang Sudirman,wartawan  koran Intimedia , dia meminta statemen dan penjelasan dari Saya.
" Kenapa koran dari luar daerah tidak diterima untuk bisa berlangganan, ya saya jelaskan alasannya," kata Adhy saat mendampingi Sekretaris Dinas Kesehatan, diruang kerjanya. Senin (19/3/2018).
Terkait dengan adanya bahasa 'pengemis' yang menjadi pemicu aksi damai PWRI, Adhy mengatakan tidak pernah melontarkan bahasa seperti itu.
"Saya tidak pernah mengatakan wartawan sebagai pengemis, kemudian saya bercerita kepada mereka, (Oknum wartawan red) saya juga mempunyai saudara yang berfrofesi Jurnalis, yakni dikoran Radar Banten sebagai Redaksi " imbuhnya.
Dikatakan Adhy,biasanya kan wartawan itu cari berita kemudian di muat redaksi kemudian dibayar honornya, untuk itu bagi media-media yang sudah berlangganan dengan Dinkes,
" Saya minta Kepala Bironya  menginformasikan kepada wartawan nya, supaya sering-sering ke Dinkes, kalau ada kegiatan tolong di ekspos, tapi jangan minta-minta sesuatu,nanti akan tetap ada kebijakan dari kami," ujarnya.
Terkait tuntutan demo yang berlangsung, Adhy menanggapi bila memang terbukti dirinya ada mengatakan wartawan sebagai pengemis dirinya akan mengikuti proses nya.
"Yang jelas saya engggak pernah ngomong seperti itu," pungkasnya.(syah99)

Posting Komentar