Home » » Tim Gabungan Muspika Tertibkan Lapak PKL di Medan Estate

Tim Gabungan Muspika Tertibkan Lapak PKL di Medan Estate

Written By Faktaonlline.net on Wednesday, April 11, 2018 | Wednesday, April 11, 2018


Percut Sei Tuan I Faktaonline.net - Muspika Kecamatan Percut Sei Tuan yang terdiri dari petugas Trantib bersama pegawai kecamatan, seluruh kepala desa dan lurah  se kecamatan beserta petugas Koramil 13 Percut Sei Tuan dan personil Polsek Percut dibantu Satpol PP, Dishub, Diskes, Dinas Pekerjaan Umum(PU) dan petugas Damkar Deli Serdang didukung 3 alat berat eskapator, beko dan mobil water kenon, rubuhkan ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran wilayah Desa Medan Estate, Rabu (11/4) pagi sampai sore.
Sejak pagi sekitar lima ratusan Tim gabungan penertiban Muspika yang langsung dipimpin Camat Percut Sei Tuan H.Timur Tumanggor.S.Sos.MAP mulai merangsek lapak para PKL dan merubuhkan bangunan lapak yang berada dibadan jalan dan ditrotoar serta diatas parit sepanjang jalan Rumah Sakit Haji, Jalan Selamet Ketaren, Jalan Pasar V Barat dan sepanjang Jalan Pancing dengan memakai alat berat eskapator dan beko. Melihat kehadiran pasukan tim gabungan penertiban yang meluluh lantahkan lapak dan dagangannya, para PKL pun lari kucar kacir berusaha menyelamatkan sebahagian barang dagangannya sambil mencaci maki petugas.
Walaupun mendapat perlawanan dari para PKL namun Trantib Muspika Percut bersama Satpol PP dan Dishub DS tidak surut mencecar seluruh bangunan liar para PKL yang berada di Meridian jalan tersebut.
Saat penertiban, kericuhanpun nyaris terjadi, para pedagang yang hampir lima tahun berdagang dilokasi keberatan digsusur,dengan melakukan pelemparan terhadap petugas dengan menggunakan batu, bahkan salah seorang personil Koramil 13 PST dan beberapa petugas tim gabungan lainnya menjadi sasaran. Belum diketahui apakah lemparan batu itu berasal dari pedagang atau dari lainnya, yang jelas masyarakat yang keberatan dengan penertiban tersebut nyaris adu jotos.
Camat Percut Sei Tuan H.Timur Tumanggor.S.Sos.MAP didampingi Danramil 13 PST Mayor Arht Nirmawan, Kapolsek Percut Kompol Hartono dan Kades Medan Estate Faisal Arifin.SH disela sela penertiban mengatakan rangkaian penertiban yang dilakukan ini dalam rangka menegakkan Perda No: 7 tahun 2015 tentang ketentraman dan ketertiban umum.
 “Kita melakukan penertiban ini karena para pedagang sudah menyalahi aturan dengan berjualan di meridian jalan (bahu jalan, trotoar dan atas parit).
" Sebelumnya kita sudah menyurati sampai tiga kali namun tidak juga diindahkan para pedagang, kami juga akan melakukan pemantauan selama 1 bulan dengan membuat Pos penjagaan disekitaran depan Unimed sesuai SPT masing masing”, kata Timur Tumanggor.
Camat juga tidak lupa mengucapkan terimakasihnya kepada tim terpadu yang turut bekerjasama dalam menertibkan para pedagang liar itu. Kepada para pedagang camat juga menghimbau agar jangan lagi mencoba coba untuk melakukan kegiatan berjualan diwilayah yang melanggar perda Deli Serdang.
Kadis Perhububungan Deli Serdang J.Manurung didampingi Kasat Pol PP Deli Serdang Suryadi Aritonang mengatakan, dengan ditertibkannya para PKL yang selama ini berpotensi terjadinya kemacetan lalulintas diharapkan bisa membuat kenyamanan para pengguna jalan, " pihaknya juga menghimbau petugas parkir, agar mengatur parkirnya ditempat yang sudah ditentukan dan tidak lagi memakai bahu jalan" kata J Manurung..
Kadis Perhub DS juga menghimbau para pengemudi mobil, angkot dan betor serta sepeda motor agar memarkirkan kenderaannya ditempatnya serta mematuhi rambu rambu lalulintas yang sudah ada. Apa bila dilanggar juga maka akan ditindak tegas dengan penilangan dan dilimpahkan kepengadilan. “Kita akan membangun 5 titik halte (tempat menunggu angkot) disekitaran jalan Unimed, Pancing dan Jalan Wiliem Iskandar. Pembangunan halte sudah diprogramkan pada Tahun Aanggaran 2018 ini”, sebut J.Manurung.
Sementara, Kasat Pol PP Deli Serdang Suryadi Aritonang melalui Kepala Bidang Penertiban Umum (Kabid Tibum) Marjuki Tobing mengatakan sebagai petugas Satpol PP berkewajiban meneggakan Perda Deli Serdang termasuk mendukung penertiban para PKL.
" Ini sudah menjadi tugas dan wewenang pihaknya dalam menjalankan amanah pemerintah." sebutnya.
Terkait penertiban petugas tim terpadu (gabungan) penertiban Muspika Percut Sei Tuan, puluhan pedagang tenda biru di Jalan Selamet Ketaren (depan Unimed) yang dagangan dan lapaknya turut diberangus petugas menjerit histeris dan mohon keadilan Pemkab Deli Serdang meminta ganti rugi karena dagangan dan lapaknya hancur.
Seperti yang diungkapkan Risma (52) pedagang bunga, Tengku Amiyus (45) pedagang rokok, Sihombing (60) tukang tambal ban, Tipah (35) pedagang bunga dan Nisa (37) pedagang makanan, mereka mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah. Para pedagang ini juga menyesalkan tindakan arogan salah seorang petugas Trantib kecamatan yang berinisial “H” yang berlaku sewenang wenang kepada para pedagang.
 “Kemana lagilah kami akan mencari makan, sementara dagangan dan lapak kami habis diambil petugas. Padahal kami adalah pedagang resmi yang bukan pedagang kaki lima, kami mohon agar bapak bupati bersedia memberikan ganti rugi dan solusi tempat kami berdagang dilokasi sekitar sini juga”, ujar para pedagang ini serentak. (DS-01).

Post a Comment