Home » » Pasca Aksi Warga , Aktifitas di Lokasi Sengketa Dihentikan

Pasca Aksi Warga , Aktifitas di Lokasi Sengketa Dihentikan

Written By Faktaonlline.net on Minggu, 10 Juni 2018 | Minggu, Juni 10, 2018


Lampung Utara I Faktaonline.net - Masyarakat Desa Negara Batin Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara (Lampura) pasca aksi menduduki lahan tanah Incap seluas 77,08 hektar yang diklaim oleh pihak PTPN VII Bunga Mayang berkomitmen dengan kesepakatan tidak adanya aktivitas pada lokasi tanah tersebut.selasa (05/06/2018).
Sebelumnya masyarakat mendapat informasi bahwa akan dilakukan penebangan yang dari pihak PTPN VII yang akan melanggar kesepakatan bersama dengan dugaan ingin menebang tebu di lahan 77,08 tersebut,hingga pada akhirnya pihak Ormas Sabay Sai yang diketuai oleh Syahbudin dan didampingi oleh kuasa hukumnya Rozali, SH bersama puluhan masyarakat menemui pihak dari PTPN VII untuk menanyakan terkait penemuan adanya pelanggaran itu. Akhirnya Pihak PTPN VII yang mengutus Kepala Keamanan atas nama Kasirudin menemui masyarakat Ormas Sabay Sai, di gubuk yang terletak di tengah lahan 77.08 Hektar Selasa (05/06/2018) siang.
Kasirudin menjelaskan pihaknya tidak pernah melanggar kesepakatan dan tidak pernah mengutus para buruh untuk menebang tebu diwiliayah 77,08 tersebut, terkait penemuan masyarakat itu adalah miskomunikasi semata. “Semua itu hanya kesalahan pahaman saja, aktivitas buruh PTP kemarin itu diluar wilayah tanah 77,08 , masyarakat mengira buruh PTP akan menebang tebu di tanah 77,08. Kami tetap menjaga komitmen untuk tidak beraktivitas ditanah itu sebelum adanya penyelesaian permasalahan tanah tersebut, “kata Kasirudin.
Ditempat yang sama Ketua Ormas Sabay Sai , Syahbudin mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa pihak PTPN VII akan melaksanakan penebangan tebu ditanah 77,08 ternyata mereka melakukan penebangan diluar wilayah tanah yang dimaksud. “Ya semua ini hanya kesalahan pahaman saja,, setelah kami turun dan berkoordinasi dengan pak kasirudin hari juga permasalahan itu sudah selesai,” tutur Syahbudin. Namun Syahbudin menegaskan terkait permasalahan tanah sengketa seluas 77,08 hektar tersebut dirinya bersama masyarakat masih menunggu penyelesaian dari pihak Pemerintah Daerah karena permasalahan seperti dimaksud sudah ditangani oleh Pemda setempat yang sedang dalam proses mediasi. “Kita tetap pertahanan tanah 77,08 itu, jika belum ada penyelesaian tetapi mereka pihak PTPN melanggar kesepakatan maka kami akan menggelar aksi yang besar,”pungkasnya Hasil pantauan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO)di lapangan pertemuan tersebut aman dan kondusif (Syah99)

Posting Komentar