Home » » BNNP Sumut Gerebek Gudang Penyimpanan Sabu

BNNP Sumut Gerebek Gudang Penyimpanan Sabu

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, September 18, 2018 | Tuesday, September 18, 2018


Medan I Faktaonline.net - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) menggerebek sebuah gudang yang dijadikan sebagai lokasi penyimpanan sabu di Jalan Setia Makmur, Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal,
Selain menyita 2 bungkus sabu yang masing-masing seberat 1 kg dan 1 unit becak bermotor (Betor), petugas juga berhasil membongkar jaringan narkoba yang pemiliknya berada di kawasan Bekasi, Jawa Barat yang ternyata melibatkan tahanan LP Tanjung Gusta Medan, bahkan 1 orang diantaranya terpaksa ditembak mati karena melawan petugas saat dilakukan pengembangan, Selasa (11/9/2018)
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Marsauli Siregar mengatakan terbongkarnya sindikat jaringan narkoba milik tersangka berinisial MA warga Bekasi, Provinsi Jawa Barat ini, berawal dari informasi adanya jaringan narkotika jenis sabu yang dikendalikan tersangka MA melalui 2 orang perantaranya yang merupakan narapidana Lapas Kelas I Tanjung Gusta yakni ZK alias AG dan MR alias IJ yang berperan sebagai makelar atau sebagi orang yang mencari penjual/pembeli sabu tersebut. “Jika ada pembelinya maka tersangka MA yang berada di Bekasi ini meyuruh JF (Buron) yang berperan sebagai pengendali gudang penyimpanan sabu dan distribusinya untuk mengantarkan barang haramnya tersebut dengan memerintahkan seorang kurirnya. Ketika itu tersangka ZL inipun rencananya akan mengantarkan sabu kepada tersangka IS sebanyak 1 bungkus di kawasan Brayan, sedangkan 1 bungkus lagi yang beratnya 1 Kg sabu ini diantar ke tersangka RZ di kawasan Payageli, Sunggal, Deli Serdang dengan menggunakan Betor,” terang Brigjen Pol Marsauli, Senin (17/9/2018). Berbekal informasi itu, petugas BNNP Sumut inipun langsung mengambil tindakan dengan menangkap tersangka ZL ketika berada di gudang penyimpanan sabu tersebut di Jalan Setia Makmur Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Dari tangannya ditemukan 2 bungkus sabu seberat masing-masing 1 Kg. Dari pengakuannya itulah petugas kemudian menangkap terhadap kurir dari tersangka berinisial BYK yang berinisial RZ yang akan menerima sabu tersebut di kawasan Payageli Sunggal Deli Serdang. “Lalu kita geledah rumah ZL yang berada di Komplek BTN Suka Maju, Sunggal, Deli Serdang dan menemukan 7 botol berisi 2,5 liter yang jika dikeringkan menjadi sabu dan beberapa tas jinjing yang digunakan sebagai tempat untuk membawa sabu yang akan diterima oleh JF kepada ZL dan juga pada saat kita amankan tersangka MM yang merupakan istrinya ZL,” tambahnya. Begitu berhasil menyita barang bukti beserta jaringannya, BNNP Sumut kemudian menangkap tersangka MA di Bekasi yang kemudian melakukan pengamanan terhadap pembeli sabu yakni BYK di Lapas Tanjung Gusta dan IS di rumahnya di kawasan Medan Johor. Berdasarkan keterangan ZL kalau ia sudah setahun di suruh JF sebagai becak dan menyimpan sekaligus pendistribusian sabu tersebut. “Ia mendapatkan upah Rp 1,5 juta perkilonya dan berdasarkan catatan yang ditemukan di dalam buku tulis bahwa sudah 235 bungkus sabu yang telah diedarkannya,” pungkas Brigjen Marsauli.
Kemudian, Rabu (12/9/2018) tim BNN Pusat bersama BNNP Sumut melakukan operasi pengembangan terhadap narapidana BYK, untuk menunjukan lokasi penyimpanan narkotika jaringannya tersebut. Namun dalam perjalanan kelokasi BYK melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Sehingga petugas terpaksa menembaknya yang tepat mengenai punggungnya dan saat dibawa ke rumah sakit tersangka BYK meninggal dunia.(sa/red)

Post a Comment