Home » » Setelah Buron 7 Bulan , Poldasu Ringkus Salah Seorang Perampok Truk Getah

Setelah Buron 7 Bulan , Poldasu Ringkus Salah Seorang Perampok Truk Getah

Written By Faktaonlline.net on Sunday, September 23, 2018 | Sunday, September 23, 2018


Medan I Faktaonline.net - Setelah buron selama tujuh bulan , akhirnya seorang tersangka pelaku perampokan truk getah (palet) yang masuk daftar pencarian orang (DPO) akhirnya berhasil ditangkap petugas Polda Sumatera Utara di Jalan Yos Sudarso KM 11,3, Gang Husni, Medan. Untuk itu, Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, saat ini pihaknya tinggal memburu sembilan pelaku lainnya, karena perampokan itu dilakukan oleh 12 orang dimana dua diantaranya telah terlebih dulu ditangkap. "Tersangka ini kita tangkap saat bersembunyi di rumah mertuanya. Dia berperan sebagai sopir truk rampokan dan mendapat bagian hasil kejahatan sebesar Rp 12 juta," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (22/9/2018).
Maringan menjelaskan, buronan bernama Edi Susanto alias Agam Jenggot (34), warga Jalan Yos Sudarso, Kota Bangun, Medan Deli ini ditangkap berdasarkan laporan polisi Nomor LP 236/II/2018, tanggal 21 Februari 2018.
Diceritakan Maringan , pada 20 Februari 2018 lalu, sekira pukul 08.30 WIB, kawanan perampok ini dengan mengendarai Toyota Avanza silver menghadang truk CV Prima Medan BK 8708 DH bermuatan 25 ton getah palet dari Tebingtinggi hendak ke Belawan tepatnya di Km 29 Tol Belmera yang dikemudikan oleh korban Suhendra (40) warga Dusun VI Desa Tanah Rendah Kecamatan Air Putih, Batubara.
"Para pelaku mengancam sopir truk dan melakban mulut serta matanya. Selanjutnya para pelaku membawa truk dan membuang supir truk di dekat pintu ke luar Tol H Anif," jelasnya.
Dikatakan Maringan , tak lama setelah korban membuat laporan ke Polisi, pihaknya berhasil meringkus dua tersangka yakni Sampul Bari Nasution dan Muslim serta menyusul Edi Susanto. Sedangkan, sembilan tersangka yang masih buron masing-masing bernama Amri Nasution, Gobal, Imran, Edwin alias Tekwin, Amri Pacul, Topan, Jefri, Agam dan Aheng. "Para tersangka ini diganjar pasal 365 KUHPidana tentang perampokan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun," sebutnya (h3ri).

Post a Comment