Home » » Ditandai Pemukulan Gendang , Walikota Membuka Gemes Tahun 2018

Ditandai Pemukulan Gendang , Walikota Membuka Gemes Tahun 2018

Written By Faktaonlline.net on Saturday, November 3, 2018 | Saturday, November 03, 2018


Medan I Faktaonline.net - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi resmi membuka acara Gelar Serumpun Melayu (Gemes) tahun 2018. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang yang dilakukan Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Ir Akhyar Nasution MSi. Setelah itu dilanjutkan dengan Tarian Ahoy sebagai tarian khas Kota Medan. Kemudian disusul tarian klosal Melayu yang dibawakan puluhan penari dari berbagai negara serumpun dan daerah serta menjadikan payung sebagai properti tarian,bertempat di halaman Istana Maimon Medan,Jum'at (2/11/2018).

Dalam sambutannya, Wali Kota sangat mengapresiasi digelarnya Gemes. Apalagi khsusus tahun ini, penyelenggara menghias halaman Istana Maimun dengan 428 payung sebagai simbolusia Kota Medan yang saat ini telah memasuki 428 tahun. Kemudian tarian kolosal Melayu yang dibawakan 73 pasang penari sebagai lambing usia kemerdekaan Indonesia yang ke-73 tahun. “Keberhasilan merangkul suku Melayu se-kawasan merupakan sebuah prestasi sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata bagi Kota Medan. Kita harapkan melalui event ini akan menjadi wadah melestarikan seni dan budaya Melayu sekaligus mengedukasi masyarakat Kota Medan, khususnya generasi muda dalam memahami kebudayaan dan rumpun Melayu.,” kata Wali Kota.

Oleh karenanya Wali Kota berharap agar pagelaran ini dapat menjadi salah satu ikon pariwisata di Kota Medan yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Apalagi dalam gelerannya tahun ini, Gemes ditampilkan di Istana Maimun yang merupakan salah satu ikon kebanggaan Kota Medan. Padahal dalam edisi pertama dan keduanya, Gemes selalu dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan.

Selain empat negara serumpun, Gemes 2018 juga diikuti provinsi tetangga seperti Nanggroe Aceh Darusalam (NAD). DKI Jakarta, Jambi, Bengkulu, Palembang serta Riau. Kemudian sejumlah daerah di Sumut diantaranya Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai, Tebing Tinggi, Langkat Binjai, Asahan, Batubara, Sibolga, Tanjung Balai, Labuhan Batu Utara dan Kota Medan.
Sebagai bentuk ungkapan apresiasi dan terima kasih atas keikutsertaan mereka, Wali Kota pun memberikan cindera mata kepada seluruh perwakilan peserta. Sedangkan pertunjukan seni dan tari yang ditampilkan diantaranya tari kolosal Melayu, fashion show busana Songket Medan, workshop serta penampilan bersama Tarian Ahoy secara bergantian. “Selain melstarikan seni dan tari Melayu, kita harapkan gelaran Gemes ini mampu mendukung geliat pariwisat di Kota Medan,” harap Wali Kota.

Di samping Wali Kota dan Wakil Wali Kota, gelaran Gemes juga dihadiri Konjen Malaysia, unsur Forkominda Kota Medan, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Al Rahman , Raja Muda Deli Tengku Hamdy Osman Deli Khantokoh masyarakat, pimpian OPD di lingkungan Pemko Medan, camat dan lurah. Pembukaan Gemes 2018 dipungkasi dengan penampilan penyanyi dangdut asal ibukota Nasar.
Meski hujan deras mengguyur, penyanyi jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2014 terus tampil membawakan sejumlah lagu dangdut hits diikuti goyangan pengunjung.

Sebelumnya Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono dalam laporannya menjelaskan, tujuan digelarnya Gemes sebagai ajang publikasi dengan promosi guna menarik minat wisatawan lokal maupun mancangera dengan mengusung seni dan budaya Melayu yang memiliki kekuatan sisi geografis dan histori Kota Medan pada masa lampau. “Di samping itu Seni dan budaya Melayu kaya akan nilai-nlai moral akan kita tanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk memagari diri dari pengaruh negative budaya asing. Selain itu kita juga ingin seni dan budaya Melayu sebagai warisan leluhur harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelas Agus.(fo/r)

Post a Comment