Home » » Perkembangan Zaman , Kemendikbud Ditantang Buka SMK Jurusan YouTuber dan Gamers

Perkembangan Zaman , Kemendikbud Ditantang Buka SMK Jurusan YouTuber dan Gamers

Written By Faktaonlline.net on Monday, November 12, 2018 | Monday, November 12, 2018




Jakarta I Faktaonline.net - Pada kesempatan diskusi di Warung Daun bertema SMK, Pengangguran dan Pendidikan di Era Milenial, Minggu (11/11), Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK, Kemendikbud Suryadi mengatakan, IT adalah bagian dari pembelajaran yang harus diikuti siswa tadi dengan mata pelajaran (mapel) simulasi digital. Itu adalah salah satu mapel yang memfasilitasi anak-anak untuk penggunaan teknologi terkini atau IT.

Di luar itu, ada IT yang jadi jurusan atau kompetensi keahlian. “Kami punya jurusan teknik komputer dan jaringan, rekayasa perangkat lunak, multimedia, broadcast yang core-nya adalah IT yang memang merespon perubahan yang ada saat ini,” ucapnya.
Terkait jurusan-jurusan kekinian seperti gamers, YouTuber, lanjutnya, ada dalam coding. Kemendikbud bekerja sama dengan Kominfo, komunitas untuk memfasilitasi siswa SMK meningkatkan kompetensi coding-nya.

Sebelumnya ditempat yang sama, Diera digital seperti sekarang yang dibutuhkan para milenial adalah jurusan-jurusan kekinian, bukan jurusan yang laku di zaman 10 tahun lalu. Kalangan milenial menilai jurusan-jurusan yang dibuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah ketinggalan zaman.

Kemendikbud Ditantang Buka SMK Jurusan YouTuber dan Gamers. “Jurusan yang ada di SMK harus diperbarui sesuai dengan perkembangan zaman. Contohnya ada saudara saya yang menjadi guru di SMK perhotelan, 3 tahun belajar di perhotelan.
Sementara sekarang orang hanya dengan aplikasi bisa menyewakan kamarnya layaknya sebuah hotel,” ujar Lutvianto Pebri Handoko, CEO Aku Pintar dalam diskusi Warung Daun bertema SMK, Pengangguran dan Pendidikan di Era Milenial, tersebut. Startup IT usia 25 tahun ini mengungkapkan, dari hasil risetnya, milenial tertarik dengan jurusan gamers, YouTuber, dan data analitical yang semua perusahaan juga butuh.

Bila pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak membuka jurusan kekinian, lulusan SMK hanya menghasilkan pengangguran. Karena anak zaman sekarang sukanya jadi Vlogger, YouTuber, Selebgram padahal di vokasi tidak ada. “Jurusan yang sekarang itu sudah 10 tahun terbelakang jadi sudah expired, butuh jurusan baru sesuai dengan kebutuhan industri. Kemendikbud harus berani buka jurusan YouTubers, Gamers agar bisa menghasilkan Startup milenial,” paparnya.(red)

Post a Comment