Home » » Wali Kota : Inovasi Jadi Syarat Utama Kemajuan Wilayah

Wali Kota : Inovasi Jadi Syarat Utama Kemajuan Wilayah

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, December 18, 2018 | Tuesday, December 18, 2018


Medan I Faktaonline.net  -  Perkembangan teknologi yang begitu cepat dan penuh daya saing membuat inovasi menjadi syarat utama untuk terus menciptakan produk-produk baru ataupun meningkatkan hasil dari produk-produk yang sudah ada sebelumnya. Inovasi ini diperlukan untuk memajukan suatu wilayah agar mampu bersaing dengan wilayah lain.
Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan, Drs. H. Marasutan, M.Pd pada kegiatan Pemaparan Hasil Inovasi dan Pemberian Penghargaan dan Hadiah Kegiatan Koordinasi SIDa (Sistem Inovasi Daerah) Kota Medan di Hotel Grand Antares, Minggu (16/12).

Lanjut Marasutan menjelaskan , sebagaimana dalam UU Nomor 18 tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian, pengembangan , dan penerapan IPTEK, inovasi yang dilakukan melalui kegiatan penelitian, pengembangan, dan perekayasaan bertujuan untuk mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses tersebut.

Dalam kesempatan ini Kepala Balitbang mengungkapkan bahwa Sistem Inovasi Daerah (SIDa) perlu dikuatkan agar dapat menciptakan iklim kebijakan yang kondusif dalam aktivitas penelitian, pengembangan dan perekayasaan, sehingga pada akhirnya akan dapat memberikan manfaat nyata dalan pembangunan Kota Medan. "Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan koordinasi dan penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) ini merupakan salah satu upaya positif yang perlu ditumbuhkembangkan untuk memperkuat sistem inovasi dalam bidang pendidikan, lembaga penunjang inovasi, dunia usaha dan masyarakat serta inovasi-inovasi yang dilakukan oleh institusi pemerintah," ujar Kepala Balitbang. Selanjutnya pada kesempatan ini,

Sementara , Kabid Pemerintahan dan Inovasi Balitbang Kota Medan, Drs. Halim, mengatakan, Penguatan Sistem Inovasi Daerah , merupakan keseluruhan proses dalam satu sistem untuk menumbuh kembangkan inovasi yang dilakukan antar institusi pemerintah, lembaga kelitbangan, lrmbaga pendidikan, lembaga penunjang inovasi, dunia usaha, dan masyarakat daerah, mengembangkan kerangka umum yang kondusif bagi inovasi dan bisnis, menumbihkembangkan kolaborasi, serta penyelarasan dengan perkembangan global. "Penguatan sistem inovasi merupakan sehimpunan kebijakan yang ditujukan untuk memperkuat sistem inovasi, kebijakan yang mempengaruhi kemajuan-kemajuan teknis dan bentuk inovasi lainnya. Dan menjadi gerakan ekonomi, sosial, budaya, dan politik," katanya.

Kegiatan ini bertujuan sebagai wahana untuk memperkuat pilar-pilar bagi penumbuhkrmbangkan kreativitas keinovasian di Kota Medan, peningkatan kualitas dan pemanfaatan IPTEK dalam rangka mendukung daya saing secara global, mendorong budaya inovasi, menciptakan dan menguasai ilmu pengetahuan untuk menghasilkan teknologi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta mengupayakan peningkatan penguatan sistem inovasi di Kota Medan.

Peserta dari acara ini yakni beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah membuat kesepahaman dengan pemerintah Kota Medan dan beberapa perguruan tinggi yang mungkin dapat menghasilkan, beberapa pusat penelitian di Kota Medan, SKPD di Kota Medan, dan kecamatan di Kota Medan.
Penerima penghargaan dan hadiah SIDa tahun ini berjumlah 5 kelompok yakni : 1. Giffari Mohammad Saragih dan Febya Rizki Hasibuan dengan judul "Pemanfaatan Lahan Sempit Untuk Budidayakan Air Tawar Kolam Uang (Kolam Ular Tangga)". 2. Eqy Astanza, Agus Salim, dan Muhammad Prayudha dengan judul "Inovasi Baru Pengganti Pestisida Kimia Sebagai Alternatif Pencegahan Hama Thrips Pada Tanaman Cabai (Capsium Annum)" 3. Kori Isabella Hutabarat dan Afri Yudatama Siregar dengan judul "Ice Ream Tepung Kulit Kerang Jajanan Sehat Generasu Milenial Untuk Mencegah penyakit Osteoporosis pada Anak Remaja Desa Percut." 4. Bustamam Amin dengan judul "Inovasi Untuk Kemandirian Pangan Emping Biji Durian Makanan Ringan Keluarga." 5. Muchzakir dengan judul "Helm Audio". (fo/r)

Post a Comment