Total Viewers

Home » » Wali Kota Nilai Pengerjaan Jalan Alternatif Simpang Selayang - Pasar Induk Laucih Lambat

Wali Kota Nilai Pengerjaan Jalan Alternatif Simpang Selayang - Pasar Induk Laucih Lambat

Written By Faktaonlline.net on Thursday, January 17, 2019 | Thursday, January 17, 2019


Medan , Faktaonline.net - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH dan Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi kembali meninjau jalan alternatif  Simpang Selayang menuju ke Pasar Induk Lau Cih, Kamis (17/1). Saat ini jalan tembus yang baru selesai dibangun baru satu ruas jalan sepanjang 630 meter dan lebar 6,5 meter. Direncanakan, tiga ruas jalan lagi pembangunannya menyusul untuk mendukung kelancaran arus kenderaan yang keluar masuk dari pasar induk modern terbesar di Sumatera Utara tersebut.
Peninjauan ini dilakukan Wali Kota untuk melihat sejauh sama progres pembangunan jalan alternatif yang telah dilakukan. Begitu melihat baru satu ruas jalan yang selesai, Wali Kota sempat marah. Sebab, ia menilai pengerjaan yang dilakukan terlalu lambat sehingga keberadaan jalan alternatif yang bertujuan untuk mempersingkat akses menuju Pasar Induk Laucih belum dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Selain Wakil Wali Kota, peninjauan yang dilakukan Wali kota turut didampingi Kadis Pekerjaan Umum Khairul Syahnan, Kadis Perhubungan Renward Parapat, Kabag Humas Ridho Nasution dan Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Putra Ginting.

Setelah melihat pembangunan jalan alternatif belum rampung,  Walikota langsung mengistruksikan kepada Syahnan segera mempercepat penyelesaian tiga ruas jalan lagi. Apalagi di tengah-tengah empat ruas jalan itu nantinya, juga akan dibangun jalur Light Rail Transit (LRT) sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan yang ada di Kota Medan. “Saya minta pembangunan jalan altenatif ini secepatnya diselesaikan. Setelah itu selesai akan dilanjutkan dengan pembangunan jalur LRT yang akan menghubungkan bagian selatan Kota Medan (Pasar Indul Laucih) hingga bagian utara Kota Medan (Jalan William Iskandar/Pancing). Keberadaan LRT ini sebagai salah satu solusi mengatasi mkemacetan di Kota Medan,” kata Wali Kota.

Dijelaskan Wali Kota, jalur LRT yang akan dibangun nanti sepanjang 17,3 kilometer. Direncanakan, jalur LRT itu akan melintasi Stasiun Besar Kereta Api Medan, Jalan Williem Iskandar, Jalan M Yamin, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Setia Budi, Jalan Jamin Ginting dan terakhir di Pasar Induk Laucih. Selain pembangunan LRT, jelas Wali Kota, Pemko Medan juga akan menghadirkan Bus Rapid Transit (BRT) yang akan menghubungkan Terminal Terpadu Amplas dan Terminal Terpadu Pinang Baris guna mendukung upaya mengurai kemacetan di Kota Medan.

Dikatakannya, LRT dan BRT ini nantinya akan terpadu sehingga masyarakat nantinya lebih memilih menggunakan angkutan massal dibandingkan angkutan pribadi. Itu sebabnya Wali Kota mendesak agar pecepatan penyelesaian pembangunan jalan alternatif harus secepatnya dilakukan. Wali Kota tidak mau ada alasan, sebab keberadaan jalan alternatif memang sangat vital. Selain mendukung kelancaran akses keluar masuk pasar induk dan mengatasi kemacetan, juga mendukung geliat perekonomian., Kadis PU Khairul Syahnan pun langsung mengamini instruksi Wali kota tersebut. Dia beserta jajarannya akan bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan jalan alternatif tersebut. “Kita segera mempercepat penyesaian pembangunannya (jalan alternatif), insya Allah ketiga ruas jalan akan selesai pada April 2019 karena kita menggunakan sistem e-katalog,” janji Syahnan. 

Usai mengecek kondisi jalan alternatif, Wali kota bersama Wakil Wali Kota selanjutnya meninjau titik-titik yang akan dijadikan lokasi berdirinya jalur LRT, begitu juga lokasi yang akan dibangun menjadi Depo LRT nantinya. Begitu proses administrasi dan anggaran sudah rampung, Wali Kota mengatakan pembangunan LRT pun segera dilakukan. (r/fo).


Post a Comment