Total Viewers

Home » » Harga Jual Rendah , Petani Jeruk di Tanah Karo Mengeluh

Harga Jual Rendah , Petani Jeruk di Tanah Karo Mengeluh

Written By Faktaonlline.net on Wednesday, February 13, 2019 | Wednesday, February 13, 2019


Tanah Karo , Faktaonline.net - Petani yang menanam jeruk di Kabupaten Karo , saat ini  mengeluh, karena harga jual buah jeruk saat ini anjlok alias tidak laku, anjloknya harga jual buah jeruk ini dikarenakan petani melakukan panen jeruk secara serentak. Sehingga buah jeruk banjir dipasaran.
Hal tersebut dikatakan Sures Bukit, warga Desa Ujung Sampun, Kecamatan Daulat, Kabupaten Tanah Karo , diareal kebun jeruk miliknya kepada Faktaonline.net , Rabu (13/3).
Menurut petani jeruk ini, keberhasilan petani jeruk tersebut tidak terlepas dari kerjasama PPL Pemerintah Kecamatan Hanna Linda S.Tarigan. Bukan itu saja, Ketua Koptan Juma Penjahe ini mengakui keberhasilan panen raya buah jeruk ini juga ditopang kerjasama dengan PPL Swadaya dan PPL swasta. Dari hasil kerjasama yang cukup baik untuk masyarakat ini sangat didukung oleh warga petani jeruk. Metode dan tehnik serta tata cara menam jeruk diikuti oleh para petani jeruk, bahkan bauh jeruk yang dihasilkan dari system cocok tanam tersebut sangat banyak. Setiap cabang dari batang pohon jeruk menghasilakn buah ratusan buah. Bukan saja buah jeruknya yang banyak, kwalitas jeruknya juga cukup baik dan rasanya juga pada manis manis. “Banyak orang orang datang kemari untuk memetik buah jeruk kita ini, dxari kota maupun warga setempat”, ujar Sures Bukit. 

Lanjut Sures , Namun setelah keberhasilan petani dalam bercocok tanam jeruk dengan memperoleh hasil sangat memuaskan ini, timbulah gendala masalah harga."Panen buah jeruk yang berlebihan membuat buah jeruk banjir, sehingga harga jual buah jeruk menjadi anjlok." keluhnya.
Untuk mengurangi tenaga kerja, lanjut Sures Bukit, kita menerima warga atau orang orang yang mau memetik buah jeruk secara geratis. Selain mengurangi tenaga kerja juga sebagai promosi kepada masyarakat tentang buah jeruk.

Sementara, Hanna Linda S.Tarigan mengakui, kerjasama dibidang pupuk dan cocok tanam buah jeruk tersebut sangat didukung oleh masyarakat petani jeruk. Sehingga program pengembangan buah jeruk menjadi derastis. Disamping itu, lanjutnya, kita berupaya melalui kelompok kelompok tani tadi untuk menerobos pangsa pasar kedaerah daerah lain. “Kita juga berharap pemerintah Kabupaten Karo turut serta membantu petani jeruk ini”, harap Linda.
Terpisah, sejumlah petani buah jeruk yang sempat ditemui, dibeberapa lokasi ladang jeruk mengatakan hal yang sama. Para petani ini berharap agar Pemkab Tanah Karo memberikan solusi kepada mereka untuk pemasaran buah jeruk, agar kehidupan petani jeruk lebih sejahtera , pungkasnya. (Suprianto).

Post a Comment