Home » » Sambut HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke 39 Digelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja

Sambut HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke 39 Digelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, March 26, 2019 | Tuesday, March 26, 2019


Lampung Utara I Faktaonline.Net - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Kemala Bhayangkari ke-39, Ketua Bhayangkari Daerah Lampung, Ibu Sarie Purwadi Arianto bersama Wakil Ketua dan pengurus lainnya, mengelar Sosialisasi Bahaya Narkoba, Bullying dan Hoax dan peresmian Kebun Hidroponix SMA Yayasan Kemala Bhayangkari Kotabumi Lampung Utara, Senin (26/3/2019).
Acara sosialisasi bahaya Narkoba, Bullying dan Hoax digelar di gedung Islamic Center Kotabumi dengan menghadirkan Narasumber utama yaitu , AKBP Darman Gumay, AKBP Dr. I Ketut Saragih, S.H.,M.H. dan Antoni, S.E., M.M. diikuti siswa SMP dan SMA se Lampung Utara.

Sebelum melalukan sosialisasi , Ketua Bhayangkari Daerah Lampung dan rombongan meninjau dan meresmikan Kebun Hidroponix yang ada di SMA Yayasan Kemala Bhayangkari Kotabumi Lampung Utara. Ketua Bhayangkari Daerah Lampung Ibu Sarie Purwadi mengatakan , seperti kita ketahui bersama bahwa narkoba adalah zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan dan dapat mengakibatkan efek kecanduan bagi para penggunanya dan narkoba terus berkembang melalui sebuah proses hingga muncul narkoba-narkoba jenis baru yang memiliki efek lebih berbahaya dari jenis narkoba sebelumnya. Untuk menghindari peredaran penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar baik itu di lingkungan sekolah maupun dilingkungan pergaulan sehari-hari perlu dilakukan sosialisasi seperti ini. "Kesadaran dan pengetahuan tentang bahaya narkoba perlu ditanamkan pada setiap anak didik yaitu dengan cara penyampaian materi, forum diskusi maupun dalam bentuk tugas-tugas sekolah yang kesemuanya bertemakan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba," ujarnya

Diterangkan Ibu Sarie lebih lanjut , akhir-akhir ini berita mengenai bullying pada anak kembali marak , lebih mirisnya lagi , salah satu pemberitaan menyebutkan bahwa bullying dilakukan oleh sekelompok siswi berpakaian seragam pada temannya. " Anak tersebut rupanya telah lama mendapatkan perlakuan kasar dari temannya, namun ia tak melapor. akibatnya. teman-temannya tidak berhenti melakukan bullying hingga akhirnya kita semua mengetahui aksi bullying dari rekaman video yang tersebar viral di dunia maya " jelasnya.
Mulai sekarang kita lebih sering menanamkan konsep pada anak, bahwa ia berhak membela diri saat di bully. " Cara yang bisa dilakukan dengan melaporkan tidak terpuji pada guru serta berteriak meminta tolong saat akan menghadapi tindak kekerasan" terangnya.

Dalam hal ini orang tua pun harus bijak untuk melakukan pendekatan pada anak, kerja sama dengan pihak sekolah tertentu sangat diperlukan untuk menghindari defresi. "Ajarin anak untuk memili hal-hal yang layak ditulis diakun medsosnya dan siapkan mental anak bahwa tidak semua orang suka padanya dan ajari anak untuk mengabaikan komen negatif jika dirinya benar," tuturnya
Kemudian tentunya kita semua pernah mendengar  bahkan menggunakan media sosial, medsos sudah tidak asing lagi pada kehidupan kita terutama pada para remaja. Saat ini perkembangan aplikasi medsos seperti Facebook,Twitter, Whatsapp, Line dan sebagainya saat mengalami perkembangan baik dikalangan remaja maupun orang dewasa. Kemajuan teknologi informasi pada medsos saat ini tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak yang negatif. penyampaian akan informasi begitu cepat dimana setiap orang dengan mudah memproduksi dan menerima informasi melalui medsos. "Saat ini kita haru lebih berhati-hati dalam menggunakan dan menerima informasi yang beredar di medsos, karna tidak semua informasi tersebut bisa kita buktikan kebenarannya dan banyak sekali maraknya kasus penyebaran berita yang tidak benar atau sering kita sebut sebagai Hoax," tutup Ketua Bhayangkari Daerah Lampung Ibu Sarie Purwadi Arianto.(Imam)

Post a Comment