Total Viewers

Home » » 527 Mahasiswa UIN SU di Wisuda , Rektor : Tidak Boleh Ada Mahasiswa Drop-out Karena Miskin

527 Mahasiswa UIN SU di Wisuda , Rektor : Tidak Boleh Ada Mahasiswa Drop-out Karena Miskin

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, April 23, 2019 | Tuesday, April 23, 2019


Medan I Faktaonline.Net - Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), Prof Dr Saidurahman M,Ag, mengungkapkan, kerjasama dan sama bekerja para dosen dan pegawai UIN SU telah berhasil membangun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebanyak 2,5% dari seluruh pendapatan yang ada. Tahap awal ini dipergunakan untuk memastikan, tidak boleh ada mahasiswa UIN SU yang drop-out karena disebabkan kemiskinan. "Sampai saat ini UIN SU berhasil menghimpun dan menyalurkan 1,3 Milyar untuk membantu 900 an mahasiswa yang miskin," katanya dalam sambutan pada wisuda sarjana ke-70 UIN SU di Gedung KH M Arsyad Thalib Lubis Gelanggang Mahasiswa UIN SU Jalan Sutomo No.1 Medan Selasa (23/4).

Wisuda ke-70 UIN SU, berjumlah 527 orang yang tersebar dalam 5 Fakultas dan Program Pascasarjana. Diantaranya, 17 orang dari PDK, 91 orang dari FSH, 173 orang dari FITK, 37 orang FUSI, 104 orang dari FEBI, 68 orang dari program S2 dan 37 orang program S2 dari Program Pascasarjana. Selain tidak ada mahasiswa drop karena miskin, sebutnya Insyah Allah ke depan UINSU juga akan bisa membantu anak-anak di tingkat S2 dan S3,Insya Allah, Pihaknya sangat berterima kepada semua pihak yang telah dan terus memberi beasiswa daerah,khususnya Pemkab Labuhanbatu Utara, dan Pemkab Langkat.

Rektor menjelaskan, sampai saat ini, mengasuh 23.233 mahasiswa yang tersebar di 8 Fakultas dan Program Pascasarjana 916, DITK 7094 mahasiswa Fasyih dan 2850 mahasiswa FEBI, 3,805 mahasiswa FDK, 1776 mahasiswa, FUSI, 1.260 mahasiswa FKM, 1010 mahasiswa F Saintek, 2162 mahasiswa FIS Fakultas Ilmu Sosial 1360 mahasiswa.
Disisi lain, lanjut rektor, era milenial yang ditandai dengan revolusi industri 4.0 sungguh menjadi sebuah kesempatan sekaligus tantangan bagi generasi saat ini. " Betapa tidak, era ini menjadikan komunikasi dan pnyebaran informasi demikian cepat,canggih dan modern, Namun, kecanggihan dan mutakhirnya alat informasi dan komunikasi bisa bersifat ambigu" terangnya.

Ditambahkan Rektor, Dimana pada satu sisi manusia sangat dimudahkan dalam berkomunikasi dan mendapatkan informasi sehingga dunia menjadi kecil dan seolah tanpa jarak dan batas (borderless) Namun disisi lain, sambungnya , era informasi canggih ini menyebabkan terjadinya keterasingan sosial (social allenation) di kalangan masyarakat, dimana jarak yang dekat bahkan saling berhadapan tidak saling bersapa dan berinteraksi. "Pada satu sisi, kecanggihan alat komunikasi membuat kita mudah mengakses dan mempelajari ilmu pengetahuan termasuk konten agama, namun di sisi lain akan membuat manusia terjerat dalam kesibukan komunikasi tanpa henti" pungkasnya (pul)

Post a Comment