Home » » Diduga Akibat Ulah Camat , Rapat Pleno Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan Menjadi Batal

Diduga Akibat Ulah Camat , Rapat Pleno Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan Menjadi Batal

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, April 23, 2019 | Tuesday, April 23, 2019


Kalabahi NTT , Faktaonline.Net -  Diduga akibat ulah Camat Alor Tengah Utara Kabupaten Alor Provinsi  Nusatenggara Timur,Simon Atalo,S SoS, yang terlalu mencampuri tugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) , sehingga rapat Pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan menjadi batal dilaksanakan.Akibat campur tangan camat tersebut, berujung dengan pengunduran diri Ketua Panitia Pemilihan Kecamanatan (PPK) Alor Tengah Utara.
Hal tersebut disampaikan Ketua PPK Alor Tengah Utara, Nehemia Matingmau, kepada media fakta online,melalui sambungan telepon seluler,Minggu (21/4)

Dikatakan Nehemia, sebagai ketua PPK dirinya menolak pemerintah (Camat,red) mengambil alih fungsinya untuk menjemput kotak suara. "Sebagai ketua PPK saya menolak jika camat yang menjemput kotak suara, sebab itu kewenangan mutlak kami , anggota PPK tidak bisa di Intervensi oleh Camat " katanya
Nehemia melanjutkan, ketika Camat memerintahkan mobil dinas untuk mengangkut kotak suara, itu telah menyalahi aturan. "Bapak Camat ini mengerti aturan atau tidak, Urusan pemilihan umum itu bukan urusan Camat. Itu urusan Panitia Penyelengara Pemilu, bila perlu kami tunda rapat pleno penghitungan suara ” ucapnya tegas.

Dikatakan Nehemia, istri camat merupakan calon anggota legislatif (Caleg) dari salah satu partai, ada hal prinsip ketika bapak Camat mainkan peran ini, sehingga menimbulkan banyak kecurigaan dari masyarakat, dan hal ini sudah menyalahi aturan pemilu. "Kami menduga bapak Camat ini tidak beres,istrinya Caleg, Dia yang menjemput kotak suara, ini ada apa, sebelumnya Saya sudah melarang , tapi bapak Camat tetap bersikeras mau jemput kotak suara dengan mobil dinas,” katanya .
Lanjut Nehimia, dirinnya telah mengundurkan diri sebagai ketua PPK, dan telah memberikan mandat kepada anggotanya untuk melakukan pleno di tingkat kecamatan. "Saya resmi undur diri, surat mandat untuk anggota telah saya buat, nanti mereka pleno tanpa saya sebagai ketua PPK. Ini salah Camat, kenapa mau ambil ahli fungsi kami, padahal sudah saya larang sebelumnya," imbuh Nehemia kesal.

Tambah Nehemia, dirinya telah melarang jika ada pihak lain yang ingin mencampuri urusannya. Sebab, jikapun ada kendala, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait. "Jika dalam kondisi genting saya akan langsung panggil pihak Kepolisian dan Koramil, kenapa tanpa arahan dari Saya,  Camat mengambil fungsi saya. Ini ada yang tidak beres,  sebab istri Camat itu Caleg juga. Dia Camat memang sombong. diduga dia sengaja lakukan hal ini untuk kepentingan istrinya,”pungkas Nehemia.

Sementara saat Camat Alor Tengah Utara, Simon Atalo, S.Sos, dikonfirmasi awak media , sontak marah-marah. Dirinya akui memang benar jemput kotak suara di desa Manetwati, Kecamatan Alor Tengah Utara dengan mobil dinas, dan itu dalam aturan tidak ada yang melarang. "He Lu (kamu,) wartawan jangan main-main dengan saya. Saya ini yang Simon Atalo, saya tidak takut sedikit juga. Saya buat itu benar, sekarang saya ada duduk dengan anggota Polres Alor, saya tidak takut. Lu kasi tau Nehemia, tanpa dia ketua, besok kita akan pleno," ucapnya dengan nada arogan.
Simon mengakui dirinya ikut memerintahkan mobil dinas jemput kotak suara di Manetwati, "Ia saya yang perintah jemput itu kotak suara dengan mobil dinas (Jumat 19 April 2019)," katanya dengan nada kasar pada wartawan.(Fabianus mone pati).

Post a Comment