Total Viewers

Home » » Di Hari Buruh May Day Geram-SU Turut Melakukan Aksi

Di Hari Buruh May Day Geram-SU Turut Melakukan Aksi

Written By Faktaonlline.net on Friday, May 3, 2019 | Friday, May 03, 2019


Medan I Faktaonline.Net - Puluhan mahasiswa juga turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi para kaum buruh, dalam rangka peringatan Hari Buruh Nasional atau May Day, di pelataran Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota, Kota Medan, Rabu (1/5/2019). Para mahasiswa ini tergabung dalam Gerakan Rakyat Melawan Sumatera Utara (Geram-SU). Tampak di lokasi, mereka yang mengikut unjuk rasa tersebut membawa beberapa spanduk bentuk protes yang disampaikan kepada pemerintah.
Dalam orasinya, mereka juga menyampaikan betapa menderitanya para kaum buruh yang selama ini tertindas oleh para penguasa. Beberapa di antara mahasiswa membawa Bendera Indonesia, dan juga aliansi atau forum masing-masing. Koordinasi aksi mahasiswa tersebut mengatakan, bahwa mahasiswa adalah bentuk sebagian sekecil dari para kaum buruh. Dirinya menilai, selama ini para kaum buruh merasakan penderitaan. "Buruh juga bagi mahasiswa. Turun ke jalan karena kita satu penderitanya. Buktikan kita satu penderitaan," kata koordinator tersebut. Kemudian, dirinya juga menyampaikan, bahwa apa yang selama ini telah diterima oleh para pekerja tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. "Selama ini pemerintah hanya diam dan tidak memberikan perlindungan," jelasnya.

Di aksi itu, dalam pernyataan sikapnya, berbagai tuntutan di sampaikan  Geram- SU, di antaranya lawan kapitalisasi serta liberalisasi dalam dunia pendidikan, hentikan pemberangusan serikat buruh, wujudkan demokrasi pendidikan, tolak sistem kerja kontrak dan out sourcing, tolak upah di bawah UMR serta wujudkan upah layak nasional bagi kelas pekerja, hentikan refresifitas, intimidasi serta kriminalisasi terhadap gerakan rakyat (buruh, petani, mahasisawa, KMK dan lainnya), tolak pertambangan illegal yang merugikan masyarakat, cabut regulasi yang meliberalisasi sektor pendididkan, tolak sistem uang kuliah tunggal dan kenaikan biaya kuliah, tolak kriminalisasi pekerja pers serta wujudkan lembaga pers mahasiswa yang independen, cabut PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan cabut Perpres No.20 tahun 2018 dan sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual.
Terpantau di lokasi, kemacetan lalu lintas tak terelakkan. Lantaran para pengguna jalan melintas sambil melihat para mahasiswa tersebut menyampaikan aspirasinya.  Para aparat keamanan juga terlihat mengamankan jalannya aksi tersebut. (fajaruddin batubara)

Post a Comment