Home » » Dinilai Gagal , Sejumlah Parpol di Nias Selatan Minta Komisioner KPUD dan Bawaslu Nisel Dipecat

Dinilai Gagal , Sejumlah Parpol di Nias Selatan Minta Komisioner KPUD dan Bawaslu Nisel Dipecat

Written By Faktaonlline.net on Saturday, May 18, 2019 | Saturday, May 18, 2019


Medan I Faktaonline.Net - Ketua Partai Perindo Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, Rendos Halawa beranggapan , KPU Nias Selatan dan Bawaslu Nisel telah gagal menjalankan pesta demokrasi saat pemilu 2019 lalu,.dan berharap seluruh Komisoner KPUD Nias Selatan dan komisoner Bawaslu segera dipecat
Hal tersebut disampaikan Rendos Halawa (poto) pada wartawan disela acara rapat pleno Pleno Terbuka Lanjutan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara  di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara di Jalan Perintis Kemerdekaan no 35 Medan, Sabtu (18/5).

Dikatakan Rendos Halawa, kegagalan KPUD Nias Selatan itu terbukti dengan tidak mampunya KPUD Nisel menyelenggarakan pemilu sesuai dengan tahapan yang dijadwalkan KPU RI yakni, pada tanggal 17 April 2019 " Kami di Nias Selatan lakukan pencoblosan pada tanggal 22 April 2019, sebab logistik pemilu terlambat tiba " katanya.

Selanjutnya Rendos mengatakan , diduga terjadi banyak kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilu 2019, khususnya di Dapil V Nias Selatan. " Oleh karenanya banyak Parpol peserta pemilu mendesak KPUD Nias Selatan, agar melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) seperti partai PKB, PBB, Perindo,Garuda, Golkar, PKPI, dan Partai  Hanura " tegasnya.
Parpol peserta Pemilu di Nias Selatan juga mendesak kepada KPU Sumut untuk membuka seluruh kotak suara,C1 Plano yang berhologram di seluruh Dapil V Nias Selatan, jangan hanya kotak suara di Kecamatan Toma saja  " Ini juga sudah sesuai dengan dikeluarkannya rekomendasi dari Bawaslu Provinsi Sumut,  Namun KPUD Nias Selatan tidak menjalankan ataupun mengindahkan putusan Bawaslu Provinsi tersebut " sesal Randos kecewa.

Randos menambahkan, yang lebih anehnya lagi, saat pembahasan  Rekapitulasi Suara di KPUD Kabupaten Nias Selatan , kenapa Ketua Bawaslu Nisel Pilipus Famazokhi Sarumaha malah meninggalkan ruang sidang WO " Sehingga dapat dikatakan pelaksanaan Pemilu di Dapil V Nisel cacat hukum " bebernya.
Lanjut Randos, Padahal persoalan ini sebenarnya dapat diselesaikan di tingkat Kabupaten, kalau saja para Komisioner KPUD Nias Selatan berlaku bijaksana mengakomodir semua apa yang telah direkomendasikan oleh Bawaslu Sumut " Seperti Kecamatan Lahusa, Majeni dan Kecamatan Siduaera dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 36 ribu, memperebutkan 7 kursi." ujarnya .

Parahnya ketika sedang dibahas tentang adanya surat rekomendasi Bawaslu Nisel pada Rapat Pleno KPU Kabupaten Nisel,  malah Ketua Bawaslu Nisel, Pilipus Sarumaha meninggalkan ruang sidang tanpa alasan yang jelas. " Oleh sebab itu Rekomendasi Bawaslu tersebut yang merupakan hasil rapat internal yang terkesan memboncengi kepentingan pribadi sehingga dinilai  cacat hukum. Mengingat KPU adalah Lembaga yang memiliki aturan " terang Randos.

Terkait adanya perpanjangan waktu yang hanya diberikan oleh KPU Pusat terhadap KPU Sumut yang mengharuskan menyeleaikan rekapitulasi suara tingkat Provinsi hanya tinggal hari ini. Rendos mengatakan tidak ada alasan, ini harus terlepas dari tahapan karena masih  ada permasalahan serius yang belum diselesaikan jangan sampai masalah ini kita abaikan mengingat ini merupakan fakta maupun kejadian berdasarkan bukti-bukti yang ada karena keadilan  berlaku rata untuk semua pihak dan bukan hanya untuk oknum oknum tertentu saja itu  tidak boleh." Kalau sampai nanti belum selesai juga maka pihaknya akan menempuh  jalur hukum dengan melaporkan penyelenggara Pemilu di Nias ke  DKPP dan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebab disana banyak ditemukan kecurangan dengan adanya  pencoblosan didapur dan kandang babi yang rekaman videonya ada tersimpan, " jelasnya.
Rendos menyesalkan  adanya keterlibatan  permainan oknum pejabat tertentu atau mantan pejabat tertentu yang berkepentingan, menbuat kisruh di Nisel, karena kepentingannya belum tercapai secara maksimal.
Terkait hal ini, ketika dikonfirmasi kepada Ketua Bawaslu Nisel melalui ponselnya, dirinya  mengatakan bahwa sedang mengikuti rapat Pleno di KPU Sumut. (red).


Post a Comment