Total Viewers

Home » » KOMPAK Indonesia Apresiasi Kejati NTT Atas Penangkapan 6 Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung NTT Fair

KOMPAK Indonesia Apresiasi Kejati NTT Atas Penangkapan 6 Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung NTT Fair

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, June 18, 2019 | Tuesday, June 18, 2019


KupangNTT, Faktaonline.Net - Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia mengapresiasi langkah Kejaksaan Tinggi NTT atas penangkapan enam tersangka korupsi Pembangunan Gedung NTT Fair belum lama ini..
Hal tersebut disampaikan Gabriel Goa, (poto) , Ketua KOMPAK Indonesia kepada Faktaonline, melalui pesan WhatsAppsnya, Minggu (16/6/2019)
Pertama, kita menyampaikan proficiat atas penegakan hukum terkait tindak pidana korupsi pada proyek NTT Fair, ujarnya.

Gabriel berharap kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT , tak hanya menangkap tersangka korupsi NTT Fair saja, tetapi juga semua pihak yang terkait dalam proyek pembangunan Monumen Pancasila tersebut, Ia juga mendesak, demi menegakkan hukum pada dua kasus ini, maka Kejati NTT mesti juga mengamankan mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan pimpinan DPRD NTT.

Menurutnya, dua pimpinan lembaga ini (eksekutif dan legislatif) harus ikut bertanggung jawab terhadap mangkraknya kedua mega proyek tersebut. “Kedua, mendesak sekaligus mendukung Kejati NTT untuk tidak hanya menangkap pelaku tindak pidana korupsi proyek NTT Fair dan Monumen Pancasila hanya sampai pada Pejabat Pembuat Komitmen, Pengawas Proyek dan Pengusaha tetapi juga harus menyeret Pejabat Tinggi, Pimpinan (Mantan Gubernur) dan DPRD NTT,” jelasnya.

Kejati NTT telah menangkap 6 Tersangka Kasus Pembangunan NTT Fair Terkait Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Mantan Gubernur NTT juga telah diperiksa
"Kompak Minta KPK Ambil Alih Kasus NTT Fair dan Monumen Pancasila" sebut Gabriel.
Dalam pengalaman pendampingan KOMPAK Indonesia terhadap tersangka korupsi termasuk beberapa yang ditangani KPK RI, menurut Gabriel , PPK, Pengawas, Kadis dan Pengusaha selalu yang dijadikan korban. Mereka, kata Gabriel, bahkan kerap menjadi “sapi perahan” aparat. “Ketiga mendesak KPK RI, Lembaga Agama dan Penggiat Anti Korupsi dan Pers untuk mengawal ketat penanganan perkara-perkara Tindak Pidana Korupsi di NTT baik yang ditangani Kejaksaan maupun Kepolisian agar tidak dipetieskan, apalagi diesbatukan,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan,  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menangkap enam tersangka kasus korupsi pembangunan Gedung NTT Fair, Kamis (13/6/2019) lalu.
Adapun keenam tersangka itu yakni, Linda Laudianto selaku Kuasa Direktur PT. Cipta Eka Puri yang mengerjakan proyek NTT Fair, Mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) NTT sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Yuli Afra, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Selain itu, kedua Direktur PT. Cipta Eka Puri, Dona Toh dan Hadmen Puri serta dua konsultan pengawas dari PT Desakon, Barter Yusuf (Pemilik PT) dan Ferry Jons Pandie sebagai pelaksana lapangan,(Tibo).

Post a Comment