Total Viewers

Home » » Pilkada 2020 Mendatang , Jumlah Pemilih di TPS 500 Hingga 700 Orang

Pilkada 2020 Mendatang , Jumlah Pemilih di TPS 500 Hingga 700 Orang

Written By Faktaonlline.net on Wednesday, June 26, 2019 | Wednesday, June 26, 2019


Medan I Faktaonline.Net - KPU RI saat ini sedang menjalani  'uji publik' draft tahapan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 mendatang.Hal ini disampaikan Komisioner KPU Sumatera Utara, Herdensi Adnin di Kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 35 Medan,kemarin
Menurut Herdensi, Adnin 'uji publik' dilakukan untuk mendapatkan respons pihak-pihak terkait mengenai konsep tahapan tersebut. "Ini merupakan pekerjaan KPU RI untuk mendengar respons publik. Seperti alasan mengapa pemungutan suara di tanggal 23 September 2020," ujarnya,
" Sangat memungkinkan draft tersebut mengalami perubahan, namanya juga masih draft, sehingga sangat mungkin berubah. KPU menampung semua masukan yang ada," jelasnya.

Lagipula, kata Herdensi pihak KPU RI wajib melakukan konsultasi kepada Komisi II DPR RI mengenai pembuatan peraturan tersebut. Hingga saat ini, lanjut Densi draft tahapan pilkada tersebut masih mengacu pada Undang -Undang nomor 10 tahun 2016. "Apabila undang-undang tersebut berubah, maka PKPU akan menyesuaikan," katanya.
Sementara itu, menurut Densi tidak ada perbedaan yang signifikan antara pilkada dengan pileg dan pilpres. Baginya, perbedaaan hanya mengenai objek yang akan dipilih dan teknis pelaksanaan. "Kita sama-sama mengetahui yang akan dilakukan adalah memilih Kepala Daerah sedangkan kemarin Calon Legislatif dan Presiden serta Wapres,"ujarnya.

Lanjut Herdensi, rekapitulasi akan senantiasa dilakukan per jenjang seperti pilpres lalu. "Mungkin besaran jumlah pemilih di TPS akan berubah pada pilkada 2020 nanti. Bila saat pileg dan pilpres , per TPS 300 orang  maka pilkada nanti per TPS mencapai 500 hingga 700 orang," tambahnya.
Hal itu disebabkan, pada pileg dan pilpres lalu bobot kerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) lebih tinggi dari pilkada. "Kemarin pileg dan pilpres lalu ada lima kertas surat suara, itulah mengapa jumlah pemilih per TPS dikurangi. Sedangkan pada pilkada ini hanya satu suara suara," tambahnya.
Densi menjelaskan, menurut pengamatan KPU Sumut, kondisi terkini, KPU Kabupaten dan Kota tengah berkoordinasi mengenai anggaran dengan pemda setempat. "Langkah koordinasi ini terkait penganggaran dapat dilakukan pada APBD Perubahan 2019 atau APBD tahun 2020," ucapnya.(red)

Post a Comment