Home » » Keluarga Kecewa , Puskesmas Bandar Khalipah Tolak Pasien Pendaharahan

Keluarga Kecewa , Puskesmas Bandar Khalipah Tolak Pasien Pendaharahan

Written By Faktaonlline.net on Saturday, July 6, 2019 | Saturday, July 06, 2019


Percut Sei Tuan, Faktaonline.net - Perawat Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang pasien  menderita pendarahan, salah seorang ibu rumah tangga, warga Desa Bandar Khalipah yang diantar keluarga dan kerabatnya untuk berobat atau periksa ke Puskesmas, namun kenyataannya keluarga pasien merasa sangat kecewa dan sedih. Bagaimana tidak, niat hati hendak berobat dan periksa penyakit apa yang diderita Fitriani (36) penduduk Dusun IX, Desa Bandar Khalipah, Kecamtan Percut Sei Tuan tersebut membuahkan kepedihan mendalam.

Demikian dikatakan Sobirin (49) suami pasien didampingi anak dan kerabatnya, kepada awak media ini, Kamis (4/7). Diceritakan Sobirin, pagi itu sekitar pukul 09,15 wib dia bersama keluarga dan kerabatnya mengantarkan Fitriani yang sedang menderita pendarahan ke Puskesmas Bandar Khalipah di Jalan Puskesmas, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan. Namun salah seorang perawat yang berbadan tambun berpakaian seragam motif batik bukannya mempersilahkan masuk, malahan dia menyuruh agar pasien segera dibawa kerumah sakit dengan alasan di Puskesmas ini alat alat terbatas, " Dokternya bukan dokter spesial kebidanan, sehingga pihak Puskesmas tidak bisa menanganinya" katanya arogan.

Tindakan itu membuat keluarga pasien menjadi jengkel dan kecewa, mereka memaksakan untuk masuk. Salah seorang perawat lainnya membaringkan pasien diruangan tanpa ada penanganan sedikitpun juga dari dokter atau tenaga medis di Puskesmas tersebut. Keluarga pasien yang turut mengantarkan pasien mengatakan perawat tersebut mempertanyakan kenapa harus dibawa kesini, langsung saja kerumah sakit. Jangan dilama lamakan, semakin lama disini semakin berbahaya, “bagaimana kalau ada apa apa di Puskesmas ini, gawat ini” kata mereka menirukan ucapan perawat tersebut.

Perawat itu juga mempertanyakan kehamilan pasien sudah berapa bulan, waktu itu pasien mengatakan belum tau karena belum pernah periksa. Sedangkan pendarahannya sudah dialami selama dua hari, namun perawat itu setengah memaksa supaya cepat cepat dibawa kerumah sakit. Padahal sama sekali belum diperiksa dan belum tau penyakitnya. Tindakan perawat ini jelas membuat keluarga pasien marah, “seharusnya pasien diperiksa dahulu dan diberi pertolongan pertama sebelum dirujuk kerumah sakit, untuk apa puskesmas ini dibikin pemerintah kalau bukan untuk mengobati warga yang sakit”, ujar buk Atik, salah seorang keluarga pasien.

Sementara Ny F.Tanjung, kerabat yang juga turut mengantar pasien merasa heran melihat tindakan perawat di Puskesmas itu. “Minimal diperiksa dan ditensi dahulu pasiennya, setelah tau apa penyakitnya baru dirujuk kerumah sakit lain, itupun kalau pihak Puskesmas benar benar tidak mampu menganganinya”, ungkapnya.
Menurutnya dimana sajapun masyarakat berhak mendapatkan pelayanan medis dan pengobatan di Puskesmas, namun kenyataan di Puskesmas Bandar Khalipah sangat berbeda, tanpa dilakukan pemeriksaan dan perawatan sudah berani memfonis penyakit pasien sangat berbahaya. “Mungkin mereka malaikat, belum diperiksa sudah tau penyakitnya”, katanya.

Belakangan diketahui pasien menderita penyakit gejala kista diluar rahim, pasien hanya menderita pendarahan biasa, itu diketahui setelah pasien diperiksa dan mendapat perawatan di rumah sakit Mitra Medika di Jalan Medan Batang Kuis, Dusun XI Emplasmen, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan. Bahkan hasil pemeriksaan rumah sakit Mitra Medika tersebut pasien tidak dianjurkan rawat inap, cukup berobat jalan saja (kontrol) dalam sebulan sekali selama tiga bulan. Sedangkan fonis perawat puskesmas Bandar Khalipah yang belum memeriksanya sangat membuat keluarga pasien kecewa, sedih dan marah.

Terpisah, KUPT Puskesmas Bandar Khalipah dr.Rahmat Ginting yang ditemui dan hendak dikonfirmasi di Puskesmas itu “songong” (tidak acuh) menolak untuk dikonfirmasi dan mengarahkannya ke Plt KTU Administrasi. Kepada awak media, ibu Plt KTU Adminstrasi malahan membela tindakan dan prilaku perawat dan mengatakan pasien yang datang sudah berak darah harus dirujuk kerumah sakit, kalau Cuma dinfus saja mana mungkin bisa sehat. Bahkan obat obatan seperti memberhentikan darah itu kan tidak ada dipuskesmas ini memang harus kerumah sakit. “Kadang kadang bang, ilmu dari perawat ini kan tidak sampai sejauh itu. Nanti antri lagi disini, ngambil kartu lagi disini, kan itu yang membuat lama, bukan ditolak karena gak mau. Mungkin menurut perawat pasien ini harus dirawat kerumah sakit”, ungkap ibu Plt KTU Adminstrasi membela tindakan perawat itu.

Menurutnya untuk menginplementasi itu dipuskesmas ini bisa beres, kan tidak semua dari 78 pegawai disini yang pintarnya sama. Pegawai disini hanya berapa persenlah yang bisa dihandalkan, “secara pribadi saya mohon maaf lah dengan kejadian ini, kan tidak semua pegawai disini faham dengan pelayanan kepada masyarakat. Srisusanti pegawai rawat inap yang menerima pasien mengatakan pasien itu datang dengan naik mobil, dia pendarahan hebat, dia hamil anak ke dua. Kita layani dan kita suruh masuk serta berbaring dulu. Lalu kita kasi motifasi dan suport lalu kita konseling kedokter, menurut dokter itu tidak bisa kita tangani itu harus langsung kerumah sakit. Menurut Srisusanti, ini kapasitas ofkin karena sudah pendarahan selama dua hari, “saya sudah pelatihan dan yang melatih kita dokter SPOG Menkes, dengan pelatihan matermeo. Kalau bukan kapasitas kita jangan coba coba menanganinya karena itu nyawa”, sebut Srisusanti menyombongkan diri. Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Percut Sei Tuan Thamrin.BA sangat menyesalkan tindakan perawat dan KUPT Puskesmas Bandar Khalipah terseut, “tindakan ini tidak bisa dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia kesehatan di Deli Serdang. Bapak Bupati harus segera menindaklanjutinya”, ujar Thamrin.BA. (FT).

Post a Comment