Home » » Kemenristekdikti Bicara Soal Energi , ITM Medan Adakan Kuliah Umum

Kemenristekdikti Bicara Soal Energi , ITM Medan Adakan Kuliah Umum

Written By Faktaonlline.net on Wednesday, July 31, 2019 | Wednesday, July 31, 2019


Medan,Faktaonline.Net - Energi mutlak menjadi salah satu faktor menopang daya saing bangsa. Untuk itu, kemandirian energi menjadi sangat penting bagi sebuah bangsa. Karena itu, Indonesia harus mampu menjaga ketersediaan energi agar mampu menjaga daya saing. “Energi menjadi infrastruktur penting dalam mendorong daya saing bangsa. Artinya energi berperan dalam mensejahterakan rakyat,” kata Staf Ahli Kementerian Riset, teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemeristekdikti), bidang relavansi dan produktivitas, Dr. Agus Puji Prasetyono, M.Eng.Berbicara saat menyampaikan kuliah umum .

Hal ini untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain.” Kalau daya saing bangsa hebat, maka kesejahteraan rakyat akan meningkat,” katanya, dikampus ITM Jalan Gedung Arca Medan kemarin.

Dihadapan para dosen dan mahasiswa ITM yang hadir sebagai peserta kuliah umum, Agus Puji mengatakan, energi menjadi dasar yang berpengaruh pada pergerakan sektor lain khususnya industri. Misalnya, kata dia, upaya efisiensi yang dilakukan antara lain menyediakan daya listrik. “Di negara-negara maju seperti di Jepang, Jerman dan Inggris persoalan energi listrik sudah selesai, bukan seperti di sini, pemadaman listrik masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia,” sebutnya.

 Dalam kontek, “Energi Untuk Daya Saing, Kesejahteraan dan Pembangunan serta Kedaulatan Indonesia”, sambungnya, pihak kampus didorong mencetak dan melahirkan tenaga kerja berkeahlian dalam menopang persaingan bangsa di era global. “Selain dalam bidang energi baru dan terbarukan, peningkatan sumber daya manusia menjadi hal paling mendesak, kampus memiliki tanggung jawab moral, ” sebutnya. “Untuk itu, komunitas pendidikan tinggi, baik universitas maupun politeknik, menjadi sangat strategis di Indonesia,” katanya .

Ia menjelaskan, di Indonesia saat ini terdapat sekitar 4.500 universitas, baik negeri maupun swasta. Terdapat 120 universitas negeri dan 160 politeknik yang ditujukan untuk mendukung dan mengembangkan peningkatan energy bangsa guna menopang daya saing nasional.

Sementara itu, Wakil Rektor I Institut Teknologi Medan (ITM) Dr Hermansyah Alam MM saat membuka kuliah umum mengatakan, salah satu pilar penting kemajuan suatu bangsa bergantung pada penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). “Saat ini yang dibutuhkan itu auput lulusan dari kampus. Saat ini yang dibutuh skill,” katanya.

Dia juga mengkritik ketatnya peraturan yang saat ini membelenggu kampus. Bahkan, ia mengaku, heran, betapa sulitnya PTS melakukan kerja sama dengan PTN yang ada di Indonesia.”Lebih mudah PTS menjalin kerja sama dengan PT di luar negeri dari pada PTN di dalam negeri,” sebutnya. Dia berharap, kampus dapat melahir lulusan memiliki skill dalam menciptakan hal baru.”Satu saja penemuan setiap kampus, betapa hebatnya Indonesia dengan jumlah ribuan universitas,” katanya.

Dalam kontek ini, ITM terus berupaya memakasimalkan segala pontesi yang dimiliki guna melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan lebih dari luluan PT lain.”Saat ini lulusan sarjana tidak bisa hanya mengandalkan ijazah, tapi harua sertifikat pendamping,” katanya. Dia berharap, kuliah umum ini dapat menambah wawasan bagi dosen dan mahasiswa ITM dalam menghadapi persaingan global.”Kuliah umum ini bagian dari upaya ITM menambah wawasan mahasiswanya,” ujarnya.(Pul)

Post a Comment