Home » » Proses Lelang Pengadaan Barang/Jasa di Pemko Tanjungbalai Telah Berjalan Sesuai Peraturan

Proses Lelang Pengadaan Barang/Jasa di Pemko Tanjungbalai Telah Berjalan Sesuai Peraturan

Written By Faktaonlline.net on Saturday, July 13, 2019 | Saturday, July 13, 2019


Tanjungbalai I Faktaonline.Net - Proses lelang dan jasa di Kota Tanjungbalai sejauh ini berjalan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Perpres No 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dengan sistem lelang barang dan jasa di Kota Tanjungbalai saat ini, tak akan ada yang namanya praktik suap, titipan maupun pengkondisian proyek di Kota Tanjungbalai.

Hal tersebut diutarakan Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Setdakot Kota Tanjungbalai, Muhammad Amin ST MT, (poto) kepada wartawan Faktaonline.net diruang kerjanya, Jum'at(12/7).Muhammad Amin mengklaim, sistem yang ada saat ini, yakni modernisasi melalui pendaftaran online membuat lelang barang jasa di Kota Tanjungbalai lebih transparan. Semua pihak dapat mendaftar dan mengecek langsung tender yang ditayangkan di LPSE Kota Tanjungbalai dan ini sifatnya sangat transparan, " Bisa diakses dimana saja dan kapan saja" kata Amin.

Ditambahkan Amin, jika perusahaan ingin mengikuti lelang, maka harus mendaftar bisa dilihat dari situs resmi 'lpse.tanjungbalaikota.go.id.'Pokja yang sudah dibentuk pun akan melakukan penelusuran terhadap perusahaan yang mendaftar.
Amin menjelaskan ULP Pemko Tanjungbalai saat ini telah menerapkan Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 4.3 secara penuh 100% untuk semua proses lelang. Karena dengan sistem ini proses lelang lebih transparan, peserta lelang dapat mengkoreksi hasil evaluasi pokja ULP bila terdapat kesalahan, peserta lelang dapat melihat semua dokumen kualifikasi rekanan yang menyampaikan penawaran, jadi yang kalah akan dapat melihat dokumen kualifikasi yang menang."  Maka apabila diyakini pokja ULP salah evaluasi maka silakan lakukan sanggahan, apabila belum puas dengan jawaban pokja maka silakan lakukan pengaduan ke APIP/ Inspektorat"ujarnya.

Lanjut Amin, Hingga saat ini, Lelang yang sudah ditayangkan di LPSE Kota Tanjungbalai sebanyak 19 tender," Namun dari jumlah tersebut ada peserta lelang yang dinyatakan gagal karena, tidak memiliki kelengkapan berkas saat mendaftarkan perusahaannya" jelasnya
Dengan modernisasi sistem pengadaan barang dan jasa serta Pokja yang independen dan profesional, tentunya kami yakin semua pelaksanaan lelang berjalan dengan transparan, akuntabel dan profesional. "Tentunya hal ini juga didukung oleh Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial SH MH yang terus memotivasi Pokja dan OPD terkait agar bekerja sesuai aturan yang berlaku hingga memberikan keputusan pemenang lelang" ungkapnya.

Dikatakan Amin, proses pengajuan lelang sendiri cukup ketat, berawal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengajukan dokumen proses lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP), kemudian dokumen tersebut dikaji oleh Kelompok Kerja (Pokja) lelang. Jika dokumen tersebut sudah dianggap lengkap, maka proses lelang akan dimulai. " Dokumen akan dimasukan ke dalam sistem. Perusahaan manapun dipersilahkan untuk melakukan penawaran terhadap proyek yang dilelangkan" terangnya. Selanjutnya, perusahaan yang melakukan penawaran lewat online akan diverifikasi administrasi terlebih dulu oleh Pokja. " Proses verifkasi administrasi perusahaan pun dilakukan sangat ketat, di antaranya, dalam dokumen penawaran, perusahaan itu harus melampirkan kemampuan finansial, harus bisa menjelaskan teknis oleh tenaga ahli, misalnya cara mengerjakan PJU, Tenaga ahli juga yang yang bersertifikasi" tegasnya

Jika salah satu syarat administrasi saja tidak terpenuhi, maka otomatis perusahaan itu akan gugur dengan sendirinya. "Berarti kan ketat di situ. Sebenarnya yang mereka bikin kalah itu karena mereka tidak mengupload dokuman yang dipersyaratkan. Itu baru segi administrasi," jelasnya.
Kemudian, jika lulus verifikasi administrasi, perusahaan itu akan dicek langsung ke lapangan oleh Pokja. Pengecekan akan dilakukan meliputi berbagai unsur, seperti peralatan teknis perusahaan tersebut. Jadwal lengkap proses lelang sudah termuat dalam web resmi. Setelah ditentukan pemenang, pihaknya pun memberikan kesempatan bagi perusahaan yang kalah untuk mengajukan sanggahan. Jika sanggahan yang diajukan benar, maka bukan tidak mungkin perusahaan yang jadi pemenang itu bisa dianulir. "Ada masa sanggah 5 (lima) hari memberikan kesempatan pesaing. Apabila sanggahan benar, maka pemenang bisa batal," pungkas Amin (SB).

Post a Comment