Total Viewers

Home » » Program JKN-KIS Merupakan Pahlawan Elisa dan Keluarganya

Program JKN-KIS Merupakan Pahlawan Elisa dan Keluarganya

Written By Faktaonlline.net on Monday, July 29, 2019 | Monday, July 29, 2019


Lampung Utara | Faktaonline.net - Seorang Ibu Rumahtangga, Elisa (23) baru saja selesai mengantar buah hatinya, Gibran (2) untuk menjalani fisioterapi di RSUD Mayjend. HM. Ryacudu. Anak semata wayangnya ini adalah penderita down syndrome sehingga harus  menjalani fisioterapi secara rutin agar kemampuan fungsional fisiknya dapat berkembang dengan baik, Senin (29/02/2019). Gibran adalah peserta JKN-KIS segmen PBI APBN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat.

 Kepada Tim Jamkesnews Elisa menceritakan awal mula penyebab Gibran mengalami keterlambatan tumbuh kembang. “Awalnya sejak berusia 3 bulan nafas Gibran sering bunyi grok-grok. Setelah melakukan pemeriksaan di puskesmas, Gibran dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dan akhirnya diketahui bahwa Gibran memiliki infeksi paru. Tidak cukup itu saja, Gibran juga ternyata menderita hipotiroid, "ujar Elisa sedih. 

Hipotiroid adalah kelainan tiroid dimana aktivitas kelenjar tiroid kurang aktif dan tidak memproduksi hormon yang cukup untuk memenuhi kebutuhan. Fungsi dari kelenjar tiroid sangatlah penting karena berpengaruh pada perkembangan otak dan tubuh. Hipotiroid yang tidak diobati dapat menyebabkan keterbatasan intelektual dan kegagalan pertumbuhan pada anak. “Sampai sekarang Gibran masih terus terapi obat, cek darah setiap tiga bulan sekali dan kontrol setiap bulan untuk memantau kondisi tiroidnya.

Fisioterapi juga rutin dilakukan. Alhamdulillah kondisi Gibran berangsur-angsur membaik, sekarang Gibran sudah bisa berjalan dan sedikit demi sedikit sudah bisa mengikuti instruksi yang kami berikan seperti cium tangan, kiss bye dan hal sederhana lainnya. Gibran juga mulai bisa berbicara. Saya bahagia sekali, "ungkap Elisa sambil mengelus kepala Gibran.

Elisa yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga ini mengaku sangat bersyukur dengan adanya program JKN-KIS. Ia tidak tahu apa jadinya jika tidak memiliki kartu JKN-KIS, karena sudah pasti dirinya tidak mampu membiayai pengobatan penyakit anaknya. Suaminya yang hanya pekerja serabutan di Palembang dengan penghasilan tidak menentu sudah jelas akan kesulitan mencari uang. Apalagi fisioterapi dan obat-obatan yang harus dikonsumsi Gibran masih akan terus berlanjut entah sampai kapan. “Saya sangat bersyukur telah memiliki kartu JKN-KIS. Dengan program JKN-KIS akhirnya Gibran memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya.

Program JKN-KIS inilah yang membuat saya bersemangat menemani Gibran menjalani serangkaian pengobatan. Walaupun melelahkan harus bolak-balik ke rumah sakit seorang diri tanpa ditemani suami tapi saya tetap menjalaninya dengan semangat. Dan semua yang saya lakukan tidak sia-sia karena Gibran sudah mengalami perkembangan pesat. Apalagi selama menjalani terapi dan pengobatan ini saya tidak mengeluarkan uang sama sekali. Dengan kartu JKN-KIS saya jadi bisa fokus pada kesehatan Gibran dan tidak perlu memikirkan masalah biaya rumah sakit. Program JKN-KIS memang benar-benar pahlawan bagi keluarga kami. Terima kasih JKN-KIS, "tutup Elisa. (rel/Syah)

Post a Comment