Home » » Satpolair Polres Tanjungbalai Gagalkan Penyelundupan Narkotika , Seorang Pelaku Tertangkap 3 Kabur

Satpolair Polres Tanjungbalai Gagalkan Penyelundupan Narkotika , Seorang Pelaku Tertangkap 3 Kabur

Written By Faktaonlline.net on Tuesday, July 16, 2019 | Tuesday, July 16, 2019


Medan, Faktaonline.Net - Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Tanjungbalai, berhasil amankan Tersangka 'SH' (48), warga Jalan Jenaha, Lingkungan VI, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai,ketika berupaya melakukan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 9,6 kg dan 9.820 butir pil ekstasi, dari Malaysia.

Dalam konferensi pers di Makosatpolair Jalan Asahan Tanjungbalai, Senin (13/7),Kapolres AKBP Irfan Rifai didampingi Wakapolres Kompol Edi Bona Sinaga, Kasat Polair AKP Agung Basuni, Kasat Narkoba AKP Adi Haryono dan Kasat Reskrim AKP Selamat Kurniawan Harefa, mengatakan, Tim Patroli Satpolair melaksanakan tugas Patroli rutin, di perairan Tanjungbalai Asahan, berhasil menangkap kapal KM Hati M Jaya yang baru datang dari Malaysia, pada Sabtu (13/7) pukul 12.40 WIB

Penangkapan berdasarkan, informasi yang layak dipercaya dan ketika melihat ada kapal nelayan penangkap cumi tapi tidak dilengkapi dengan bola lampu, sehingga menimbulkan kecurigaan petugas dan seterusnya petugas melakukan pengejaran dan menghampiri kapal nelayan tersebut yang sedang bersandar di warung terapung, milik pak Duan, Desa Sei Apung, Perairan Sei Asahan, Kabupaten Asahan.
Saat dilakukan penyergapan, Petugas KP II-1023 Polair berhasil mengamankan tersangka SH, sementara tiga orang tersangka lainnya yang merupakan Jaringan Internasional masing-masing berinisial D, U dan F berhasil kabur dengan melompat ke air dan lari kedalam hutan mangrove di bibir pantai Sei Apung, Kabupaten Asahan.

Dari penggeledahan yang dilakukan, didalam sebuah piber (tempat ikan), warna pink, petugas menemukan goni warna putih berisi sebanyak 9,6 kilogram sabu-sabu dan 9.820 butir pil ekstasi, ujar AKBP Irfan Rifai.
Menurut Irfan Rifai, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka SH mengakui hanya sebagai ABK yang diajak 'D' yang juga sebagai nakhoda sekaligus pemilik kapal, untuk menjemput barang haram tersebut ke peraian Sambar, Malaysia, SH mengakui akan mendapat upah sepuluh juta rupiah dari oknum D (buron), dan pekerjaan tersebut baru pertama kali dilakukannya, "tersangka SH dijerat pasal 132 jo pasal 144 Undang-Undang Nomor 35/2009, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara, maksimal seumur hidup atau hukuman mati", ujar Irfan Rifai. Selanjutnya barang bukti narkotika berupa 9,6 kg sabu-sabu dan 9.820 butir ekstasi berikut 5 unit HP milik D, U dan F, diboyong ke Mapolres Tanjungbalai, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara tersangka D, U dan F, saat ini dalam pengejaran petugas (SB)

Post a Comment