Total Viewers

Home » » Masyarakat Kota Tanjungbalai Kecewa Atas Peralihan Rute Pawai HUT RI Ke-74

Masyarakat Kota Tanjungbalai Kecewa Atas Peralihan Rute Pawai HUT RI Ke-74

Written By Faktaonlline.net on Monday, August 19, 2019 | Monday, August 19, 2019


Tanjungbalai I Faktaonline.Net - Pawai Budaya merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Tanjungbalai Sumatera Utara disetiap tahunnya, sekaligus sebagai salah satu daya tarik bagi masyarakat Kota Tanjungbalai untuk berkunjung dan berkumpul dipusat Kota Tanjungbalai dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tahun 2019  Beragam kreasi dan penampilan dari para peserta pawai diharapkan mampu menyedot perhatian ribuan warga yang datang dari berbagai sudut kota bahkan dari Kabupaten Asahan.

Setiap tahunnya usai pelaksanaan upacara detik detik Proklamasi Kemerdekaan RI, peserta pawai dilepas dari Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, melewati rute Jalan Pahlawan-HOS Cokroaminoto-Sisingamangaraja-Jalan Asahan, seterusnya berakhir menuju Mimbar Kehormatan, didepan Rumah Dinas Wali kota, Jalan Jenderal Sudirman. Namun pada tahun ini rute tersebut berobah, hanya melalui Jalan S Parman-Jalan Sudirman menuju mimbar kehormatan. Akibat peralihan rute tersebut konsentrasi massa hanya tertumpuk di sepanjang jalan tersebut, dan banyak masyarakat kecewa tidak bisa menyaksikan parade pawai, karena sempat menunggu lama di seputaran Jalan Pahlawan-HOS Cokroaminoto-Sisingamangaraja-Jalan Asahan, menanti pawai lewat, Minggu(17/8). "kenapa tidak lewat sini (Jalan Asahan) pawainya, biasanya khan lewat sini, Elok an kito balek, lotih aku (capek)" ungkap Ani (43) dengan kesal karena sudah lama menunggu bersama keluarganya di kaki lima salah satu toko Ikan Asin.

Lain lagi keluhan salah seorang pedagang Es yang sering jualan setiap acara Pawai 17 Agustus di Jalan Sisingamangaraja, sangat kecewa karena sepi pembeli. Salah seorang masyarakat, Aisyah (15) yang sempat menyaksikan parade pawai di Jalan Sudirman mengungkapkan, penampilan pawai Karnaval kemerdekaan yang menampilkan budaya lokal dan nusantara, digelar Pemko Tanjungbalai diikuti para peserta siswa, terdiri dari jenjang sekolah RA/TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, namun pada tahun ini sangat minim partisipasi, dibuktikan dengan banyak drum band dari sekolah-sekolah yang tidak tampil. Juga peserta dari OKP, Ormas dan organisasi yang biasanya ikut pawai, tahun ini tak kelihatan, "tak semangat awak, sunyi pawai nyo" kata Aisyah.

Sementara , Ketua Umum  LBH PETA Faisal M Yusuf Nasution SH MH,  yang juga Putra daerah kota Tanjungbalai mengatakan, seharusnya Pemko Tanjungbalai menimbun jalan yang berlobang di Jalan Asahan dan posisi mimbar kehormatan di letakkan di depan ex Kantor Wali kota (Kantor Disporapar) agar barisan pawai bisa menghormat kanan kepada Wali kota di mimbar kehormatan, Kata Faisal.

Dari pantauan Media Faktaonline.Net, terlihat di sepanjang titi Silo, dan Jalan Gereja arus lalu lintas yang biasanya macat pada setiap 17 Agustus, tahun ini tampak lancar (SB).

Post a Comment