Home » » Membahas Pengelolaan Sampah , Tim Swedia Lakukan Kunjungan ke ITM Medan

Membahas Pengelolaan Sampah , Tim Swedia Lakukan Kunjungan ke ITM Medan

Written By Faktaonlline.net on Monday, August 12, 2019 | Monday, August 12, 2019


Medan,Faktaonline.net - Terkait dengan lingkungan dan energi, serta pengelolaan sampah, Tim Swedia Paul dan Johan didampingi dua orang dari Indonesia mengunjungi kampus Institut Teknologi Medan (ITM) di Jalan Gedung Arca, kemarin. Kunjungan mereka disambut pimpinan ITM antara lain Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT, Wakil Rektor (WR) Dr H Hermansyah Alam MT MM, WR IV Mustafa, staf Yayasan Pendidikan Sosial dan Dwiwarna Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi, Kepala Humas ITM M Vivahmi Manafsyah SH MSi, para dekan, dosen, ketua jurusan, dan pegawai serta mahasiswa ITM.

Pertemuan berlangsung penuh keakraban di ruang rapat ITM itu, Tim Swedia membahas terkait lingkungan dan energi, salah satunya sampah. Tim Swedia ingin sharing biogas dan berbagai lainnya dengan ITM yang merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar di Medan. Salah seorang Tim Swedia Paul mengaku, banyak kegiatan sudah dilakukannya di Indonesia terkait lingkungan dan energi antara lain di Palu dan Balikpapan. “Kali ini kami datang ke Sumut terkait permasalahan sampah. Kita Ingin mengetahui apa menjadi pokok persoalan tentang sampah di Sumut ini,” tandasnya.

Dia mengatakan sudah bertemu peneliti dan swasta, kira-kira apa harus dilakukan dan sekarang ke ITM untuk menjalin kerja sama. “Apa yang bisa dikontribusikan ke Swedia untuk mengatasi persoalan sampah ini,” ujarnya.

Johan menambahkan, menyelesaikan persoalan sampah harus dilakukan bersama-sama agar hasil diperoleh menjadi baik. “Ada tiga hal akan dikerjakan di Sumut khususnya Medan yakni, database. Sampah dihasilkan komposisinya seperti apa. Pemanfaatan teknologi seperti biogas atau sampah menjadi kompos serta sosialisasi dan edukasi,” terangnya.

Dalam pertemuan itu, Dwiwarna Hamzah Lubis menginginkan kontribusi ITM untuk kelanjutan ke depannya. Pihak Swedia diminta bisa kerja sama atau transfer ilmu dengan ITM. “Misalnya ada semacam MoU dengan Swedia untuk pengembangan kampus. Mungkin kuliah dan kewirausahaan,” sebutnya.

Pihak Swedia menyambut baik gagasan ITM untuk MoU. “MoU sangat menarik. Nanti akan kita pertimbangkan demi kemajuan kampus di Swedia dan ITM, ” ungkapnya.

Sementara Mahrizal Masri menyampaikan, ada dua jenis sampah yakni sampah perkebunan dan rumah tangga. Sampah perkebunan menurutnya tidak ada masalah. Namun menjadi masalah sampah rumah tangga.

Dia berharap ITM melakukan penelitian tentang sampah, karena ini jalan pintu masuk ke Swedia. “Ajukan riset atau penelitian sendiri. Sebab Tim Swedia tujuannya datang ke Sumut untuk mendata,” pungkasnya.(Pul)

Post a Comment