Total Viewers

Home » » Terkait Pembangunan Gedung PAUD , Kades Laga Lete Dipanggil Inspektorat Sumba Barat Daya

Terkait Pembangunan Gedung PAUD , Kades Laga Lete Dipanggil Inspektorat Sumba Barat Daya

Written By Faktaonlline.net on Friday, August 16, 2019 | Friday, August 16, 2019


Wewa Barat,Faktaonline.net - Dana desa sebesar Rp174.77.2000,untuk pembangunan Gedung Pendidikan Anak Usia Dini,(Gedung Paud)Tahun Anggaran 2018,ada Indikasi Dugaan Korupsi oleh Bernardus Bulu Malo,sebagai Kepala Desa Laga Lete Kecamatan Wewa Barat,Sumba Barat Daya Nusa tenggara Timur, Karena rasa Ketidak Puasan Masyarakat Desa Laga Lete, Langsung Melayangkan Surat kepada Bupati Sumba Barat daya,Markus Dairo talu,SH pada tanggal 27 Juli 2019 lalu, namun sampai Pada tanggal 13Agustus 2019 Karen Belum mendapat Jawaban ,Masyarakat Desa Laga Lete melayangkan kembali Surat Ke Kapolres Sumba Barat,Supaya Bernardus Bulu Malo segera di periksa Demi Mempertanggung jawabkan Perbuatannya di Depan hukum dan Kami Minta juga Pihak Kepolisian Seperti Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Sumba barat agar segera melakukan Pemanggilan Terhadap Bernardus Bulu Malo, di Unit Tipikor Polres Sumba Barat tandas Aleks Sander Dairo Milo.

Sedangkan Mama Sisilia KONI Malo, yang Memberikan Lokasi Sebagai Tempat Pembangunan Gedung Pendidikan Anak Usia Dini,(Paud), mengatakan, dirinya Sebagai Warga Desa Laga Lete demi Mendukung Program Pemerintah Desa, " Saya relakan Tanah saya ,tanpa saya Minta sepeser Rupiah,tapi apa yang saya kasih ternyata Bernardus Bulu Malo sebagai Kades Laga Lete, sungguh Mengecewakan,Karena gedung Paud anggaran Dana Desa tahun 2018 kenyataanya di biarkan begitu Saja tanpa ada Kepeduliannya" kata Mama Sisilia

KONI Malo ketika di temui Media pada bulan Agustus 2019.  Menurut Pengkuan Kades Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, Bernardus Bulu Malo membenarkan dirinya telah di panggil oleh Badan Inspektorat Sumba Barat Daya terkait pembangunan gedung PAUD di dalam desa yang masih belum rampung dari tahun 2018, Senin (12/8/2019). “Betul saya sudah menghadap Inspektorat tadi pagi berkaitan dengan adanya laporan beberapa oknum yang mengatasnamakan warga desa Laga Lete. Saya baru bertemu Inspektorat tadi (12/8) karena belum sempat bertemu saat mereka (Inspektorat) datang ke Desa Laga Lete (10/8) kemarin berkaitan saya ada halangan dengan kegiatan di Kecamatan,” jawab Kades,Bernardus Bulu Malo mengatakan dirinya telah menjelaskan beberapa kendala pembangunan gedung PAUD di Dusun 3, Desa Laga Lete Tahun Anggaran 2018 yang belum rampung.

Dalam pertemuan, katanya, Inspektorat menegaskan agar Kades Laga Lete menyelesaikan pembangunan gedung PAUD yang masih tertunda. “Saya sampaikan alasan kenapa gedung PAUD itu tidak lanjut kerja. Pertama, pencairan tahap III TA 2018 di akhir tahun 2018. Kedua, masuk tahun politik sehingga banyak kegiatan di desa. ketiga, usai masa politik, Desa Laga Lete mendapat prona 1.000 bidang tanah sehingga kami fokus di pengurusan sertifikat. Ke empat, ada program pembangunan PAUD dari pendonor di dusun I. Ke lima, pada tanggal 31 Juli 2019 kami telah menurunkan bahan bangunan untuk melanjutkan pekerjaan tetapi di hadang oleh beberapa oknum atas nama Lukas Lede Malo dan Alex Dairo Malo,” jelasnya. Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa proses pekerjaan lanjutan gedung PAUD di dusun 3 itu tetap menggunakan dana desa tahun anggaran 2018. Katanya,

Tudingan beberapa oknum yang mengatakan pekerjaan lanjutan gedung PAUD menggunakan anggaran tahun 2019 tidak betul. “Masih menggunakan anggaran tahun 2018. Dari volume bangunan 7 × 9 di tambah 1 unit WC dengan jumlah anggaran Rp. 174.772.000,- masih tersisa sekitar 30-an juta untuk kelanjutan pembangunan PAUD. Kesisahan dana tersebut masih ada di saya. Sedangkan item pekerjaan yang akan dilanjutkan adalah plafon, keramik, jendela dan pintu serta plester tembok. Semua bahan sudah ada, kita mau kerja tapi di hadang warga. Sudah hadang tapi melapor ke Inspektorat. Inspektorat kasih waktu pengerjaan sampai 3 September 2019,” bebernya.

Hal senada disampaikan Ketua BPD Desa Laga Lete, Mateus Mali Lodo membenarkan tertundanya pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan (PAUD) di karenakan adanya beberapa kegiatan desa dan dihalangi oleh beberapa oknum. “Selama ini proses pengerjaan gedung PAUD terkendala karena berbagai kegiatan di dalam desa. Juga ada warga yang menghalangi tukang di lokasi. Tukang merasa tertekan sehingga di hentikan sementara pengerjaan. Lalu, yang menghalangi proses pekerjaan ini mereka juga yang melapor ke Inspektorat. Inikan hal yang konyol kalau kita simak. Sekarang sudah ada surat dari Inspektorat jadi untuk melanjutkan pekerjaan. Jadi siapapun oknum yang berani halangi akan kami proses secara hukum,” tegas Ketua BPD Lukas Dairo Malo sangat Menyesali Semua pihak Pengawasan Seperti Inspektorat Kabupaten Sumba Barat daya, kami sebagai Masyarakat tidak Percaya Inspektorat SBD ,Karena Kinerjanya Sama sekali Belum ada,jadi Kalau Bisa Kami masyarakat di Desa Laga Lete sekalian Saja kami minta KPK RI Untuk di Periksa Inspektorat supaya Kabupaten SBD ini benar Bebas dari Korupsi Kolusi Dan Nepotisme, kenapa saya Bilang Nepotisme buktinya di Desa Laga Lete ini Bernardus Bulu Malo Jadi Kades,BPDnya orang tidak Berpendidikan sekdes dan Bendahara adalah Keluarga Kepala desa Sehingga Semua informasi tertutup ungkap Lukas Dairo Malo,SH. (Tibo)

Post a Comment