Total Viewers

Home » » Rekor Pewakif Terbanyak Pecahkan Sejarah MURI, 6.595 Mahasiswa Baru UINSU

Rekor Pewakif Terbanyak Pecahkan Sejarah MURI, 6.595 Mahasiswa Baru UINSU

Written By Faktaonlline.net on Monday, September 2, 2019 | Monday, September 02, 2019


Medan,Faktaonline.Net - Sebanyak 6.595 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan memecahkan rekor MURI sebagai mahasiswa Pewakif terbanyak pada saat pelaksanaan di hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Kampus I UIN SU, Jalan IAIN Nomor 1 Medan, Senin (2/9/2019) hingga Rabu (4/9/2019)

Kegiatan PBAK juga dilaksanakan di Kampus II UIN SU Jalan Willem Iskander Pasar V Medan Estate Deliserdang.Pemberian wakaf ini diberikan mahasiswa secara ikhlas dan sukarela kepada lembaga wakaf UIN SU.

Rektor UINSU Prof Dr Saidurrahman, M Ag di hadapan mahasiswa baru serta Wakapoldasu Brigjen Pol Mardhiaz Kusin Dwihananto SIK M Hum, Pangdam I/BB diwakili Asisten Teritorial Kolonel Infantri Luhut Marpaung, Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban el Rahamniy Rajagukguk MA, BWI Sumut Drs H Syariful Mahyar Bandar MAP, Ketua GAN Sumut Zulkarnaen Nasution, mengatakan pelaksanaan mahasiswa Pewakif ini diselenggarakan dikarenakan dengan berwakaf mengamalkan ayat yang artinya tangan di atas harus lebih baik dari tangan di bawah serta menanamkan mental- mental pemberi kepada mahasiswa. 

Saidurrahman menyebutkan seluruh dosen dan pegawai UINSU langsung dipotong 2,5 persen untuk zakat, infaq dan sedekah yang digunakan bagi mahasiswa yang tidak mampu. Dan ia juga meyakinkan bahwa dengan adanya zakat ini tidak boleh ada mahasiswa yang drop out. “Tidak ada istilah drop out bagi mahasiswa UIN-SU. Sebab kalau drop out karena tidak punya dana yang paling berdosa adalah rektor, ” tegasnya. 

Prof Saidurrahman juga menegaskan telah menggerakkan semua kekuatan agar dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan. Bahkan berdasarkan laporan, pihaknya sudah menghimpun Rp 3 Miliar dan sudah dibagikan untuk mahasiswa UINSU yang tidak mampu. 

Sebelumya dalam kata sambutannya ia mengucapkan selamat bergabung kepada mahasiswa baru di Kampus UINSU yang juara. “Kita menyebut juara karena kita bercita cita sebagai Khoirul jamiah, maju, unggul, jaya, bahagia, sejahtera. Juara bukan hanya dilidah tetapi juga dalam amal dan perbuatan kita. Anda sekarang menjadi mahasiswa jadi tidak sekedar siswa seperti sebelumnya, anda punya titel maha dan anda berada di UINSU, anda berada disini artinya anda orang orang yang cerdas. Dan berkuliah disini, Islam anda adalah semoga menjadi Islam rahmatan Lil alamin,” katanya di hadapan ribuan mahasiswa baru.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta agar para mahasiswa baru selalu mendengar semua informasi dan mengkaji semua teori dan mahasiswa harus mengambil yang terbaik. “Jika kamu melakukan itu Allah akan menjamin posisi anda laksana posisi huruf Lam, naik ke langit. Orang yang berkualitas ini akan berpenampilan tawadhu Laksanakan huruf Mim, turun ke bawah. Hanya orang yang berilmu dan ulama yang takut kepada Allah SWT,” tegasnya. 

Sementara itu Manager MURI Triyono mengapresiasi program yang digelar oleh UINSU, dimana dengan adanya program ini dikatakannya dapat mengajarkan sejak dini mahasiswa baru untuk berwakaf. Dia mengungkapkan rekor ini merupakan yang pertama dalam catatan MURI dan belum ada sebelumnya program seperti ini, sehingga mahasiswa UINSU merupakan pelopor mahasiswa berwakaf. “Kita harapkan dengan kegiatan ini dapat ditiru oleh instansi lain atau universitas lain,” ujarnya.

Ketua Panitia PBAK yang juga Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof Dr Amroeni Drajat MA mengatakan kegiatan ini diikuti 6.595 mahasiswa baru yang berada di 8 fakultas. Mahasiswa baru UIN-SU dengan rincian FDK 583 orang, FEBI 1.102 orang, FIS 490 orang, FITK 1.924 orang, FKM 428 orang, FST 781 orang, FSH 857 orang, FUSI 430 orang. Pada kegiatan ini dilakulan pengenalan budaya akademik kampus dan kemahasiswaan ini ada dua agenda. Pertama dilakukan universitas UINSU, dan pada hari kedua dan ketiga akan dilanjutkan di fakultas masing -masing. Dan materi yang akan dibawakan dan dikenalkan adalah topik penting menyangkut tentang nasionisme dan kemahasiswaan. “Pertama nanti adalah pengenalan tentang UINSU visi dan misinya, kemudian pengenalan Islam washafiah dan tentang bela negara dan pengenalan 4 pilar kebangsaan. Dan bahaya radikalisme, dan tidak kalah penting tentang bahaya narkoba, ” katanya.(pul)

Post a Comment