Total Viewers

Home » » Unjuk Rasa Mahasiswa Kota Medan Bersatu Dibubarkan Polisi

Unjuk Rasa Mahasiswa Kota Medan Bersatu Dibubarkan Polisi

Written By Faktaonlline.net on Wednesday, September 25, 2019 | Wednesday, September 25, 2019


Medan,Faktaonline.net - Suasana di jalan Imam Bonjol persis di depan pintu masuk Gedung DPRD Sumatera Utara, Selasa malam (24/9/2019),sekira pukul 23.30 Wib, tampak lengang. Hilir mudik mobil tampak normal. Bahkan badan jalan Imam Bonjol besih dari batu dan botol aqua yang berserakan. Mobil angkot Rayahu trayek 104 yang berada di tengah badan jalan Imam Bonjol sudah tak kelihatan lagi.Uniknya, hanya pagar kawat di depan trotoar badan Imam Bonjol yang mengelilingi pagar Gedung DPRD Sumatera Utara, tampak ringsek.

Sebelumnya, di sore hari itu, di depan pintu masuk Gedung DPRD Sumatera Utara, telah terjadi peristiwa yang menghebohkan. Menyusul aksi massa mahasiswa kota Medan bersatu yang menggelar aksi unjuk rasa terpaksa dibubarkan Polisi. Semula, aksi unjuk rasa berjalan damai. Massa dari mahasiswa kota Medan bersatu menyampaikan aspirasinya di depan pintu masuk Gedung DPRD Sumatera Utara. Saat aksi, para mahasiswa ada yang berdiri di badan jalan Imam Bonjol dan bahkan ada juga yang berdiri di atas atap mobil angkot Rahayu trayek 104 sembari berorasi dengan alat pengeras suara. Pagar kawat pembatas yang berada di depan pintu masuk Gedung DPRD Sumatera Utara ditempelkan berbagai spanduk yang terbuat dari karton serta bertuliskan : Stop Kebakaran Hutan, Reformasi Dikebiri, save KPK, Padamkan Kebakaran Hutan.

Aksi mahasiswa kota Medan bersatu mendapat perhatian anggota DPRD Sumatera Utara Benny Harianto, Azmi Yuli, Gusmiyadi, Dedi Iskandar. Anggota DPRD Sumatera Utara mendatangi para mahasiswa guna menyerap aspirasi. Bahkan Gusmiyadi dan Ahmad Hadian di damping Kapolrestabes  Medan Kombes Pol Dadang Hartanto naik ke atap mobil angkot Rahayu trayek 104, guna mendengar aspirasi mahasiswa. Aspirasi mahasiswa kota Medan bersatu diterima anggota DPRD Sumatera Utara.

Tuntutan mahasiswa kota Medan bersatu yakni menolak dan mendesak agar revisi RUU KPK segera dicabut. Tak hanya itu, mahasiswa kota Medan bersatu mengharapkan agar aksi pembakaran hutan segera ditindak tegas karena telah menimbulkan kabut asap.”Cabut izin koorporasi yang terlibat dalam pembakaran hutan,”demikian pernyataan mahasiswa, di hadapan wakil rakyat. Kita , kata Gusmiyadi, sepakat pelaku pembakaran hutan ditindak tegas.

Terkait dengan persoalan revisi RUU KPK, Gusmiyadi mengatakan dua Fraksi di DPR RI yakni Fraksi Gerindra dan PKS menolak pengesahan revisi RUU KPK.”Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Utara akan menyampaikan tuntutan mahasiswa di paripurna DPRD Sumatera Utara,”tegas Gusmiyadi.
Usai menerima aspirasi, anggota DPRD Sumatera Utara kembali ke Gedung DPRD Sumatera Utara. Mahasiswa kota Medan bersatu pun melanjutkan aksinya.

Namun di sore hari , pantauan wartawan Faktaonline.net, lebih kurang pukul 15.55 Wib, terjadi insiden yang tidak diinginkan. Massa mahasiswa panas, akhirnya terpaksa Polisi membubarkan aksi massa. Menyusul batu dan botol aqua berterbangan ke arah Gedung DPRD Sumatera Utara dan blokade Polisi yang berada di halaman Gedung DPRD Sumatera Utara. Mobil water cannon dan brikade mobil dikerahkan untuk membubarkan kerumunan massa mahasiswa yang berada di badan jalan Imam Bonjol. Guna mengantispasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, Polisi terpaksa menembakkan gas air mata dan semprotan air. Kerumunan mahasiswa semakin mengerucut di saat tembakan gas air mata serta semprotan air. Dan selanjutnya Polisi dengan alat pelindung diri terus berupaya membubarkan massa mahasiswa yang bergerak ke arah badan jalan di depan kantor Pengadilan Negeri Medan.

Lebih kurang pukul, 16.10 Wib, Situasi terkendali, badan jalan Imam Bonjol tampak lengang dari kerumunan mahasiswa. Uniknya, batu dan botol aqua berserakan di halaman Gedung DPRD Sumatera Utara dan badan jalan Imam Bonjol. Kaca Pos Satpam sekuriti DPRD Sumatera Utara pecah dan berserakan batu. Hal yang sama juga terjadi dengan kaca ruangan persidangan DPRD Sumatera Utara. Untuk mengantisipasi agar massa mahasiswa tidak datang lagi, Polisi memblokade jalan Imam Bonjol yang berdekatan dengan Gedung DPRD Medan dan jalan Kejaksaan . Selanjutnya, satu persatu mahasiswa pengunjuk rasa, di amankan Polisi dan langsung dibawa ke Gedung DPRD Sumatera Utara. Lebih kurang pukul 18.30 Wib, puluhan mahasiswa yang diamankan dibawa dengan mobil truk Polisi. Hingga pukul 19.000 Wib, suasana di gedung DPRD Sumatera Utara tampak ramai dan terus dikawal pihak Polisi. Saat itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto masih berada di seputaran jalan Imam Bonjol.(fajaruddin batubara)

Post a Comment