Total Viewers

Home » » Pelayanan BPJS Kesehatan Tidak Ada Pilih kasih, Penyakit Jantung Korener Yang Diderita Raden Ningsih Dilayani Dengan Baik

Pelayanan BPJS Kesehatan Tidak Ada Pilih kasih, Penyakit Jantung Korener Yang Diderita Raden Ningsih Dilayani Dengan Baik

Written By Faktaonlline.net on Monday, October 28, 2019 | Monday, October 28, 2019


Lampung Utara | Faktaonline.net - 
Raden Ningsih (51) tersenyum ramah saat ditemui Tim usai mencetak kartu KIS di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kotabumi, Senin (21/10).
Pembawaannya yang riang menyebabkan tak ada yang menyangka dirinya adalah pengidap penyakit jantung koroner sejak lama.
“Saya awalnya adalah peserta Askes mengikuti suami saya yang seorang PNS Daerah Kabupaten Lampung Utara. Pelayanan kesehatan yang saya terima dari jaman Askes hingga BPJS Kesehatan tetap sama baiknya. Kebetulan saya mengidap penyakit jantung koroner sejak tahun 2002 jadi bolak-balik berobat ke fasilitas kesehatan sudah tidak asing bagi saya dan selama itu juga saya selalu dilayani dengan optimal oleh dokter, perawat dan petugas lainnya,” ujar Raden.

Raden ingat betul gejala awal yang dirasakannya adalah nyeri dada yang menjalar hingga ke ulu hati, sesak nafas dan sering berkeringat dingin sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari. Dunia terasa runtuh saat dokter mendiagnosa dirinya mengidap penyakit jantung koroner.
“Kaget luar biasa saat tahu saya mengidap penyakit jantung. Selain risikonya yang mengancam jiwa, penyakit ini juga terkenal akan biaya pengobatannya yang luar biasa mahal. Tapi kekhawatiran saya akan biaya berobat telah hilang karena saya sudah menjadi peserta JKN-KIS. Kalau harus berobat menggunakan biaya sendiri saya tentu tidak sanggup,” tambah Raden sambil tertawa.

Untuk meningkatkan aliran darah pada jantung, Raden telah melakukan operasi tindakan pelebaran pembuluh darah jantung menggunakan teknik Balloon Angioplasty pada tahun 2014 di RS Jantung Harapan Kita di Jakarta. Mekanisme ini dilakukan dengan memasukan dan menggembungkan balon kecil di bagian pembuluh darah yang tersumbat untuk membantu memperluas salurannya dan membersihkan jalur untuk aliran darahyang baik.
“Yang saya tahu operasi ini memakan biaya puluhan juta. Apalagi dalam waktu dekat saya akan melakukan prosedur angioplasty kembali. Jika tidak ada program ini dari mana saya mendapatkan uang untuk membayar tagihan rumah sakit? Sampai saat ini pun saya masih mengonsumsi obat-obatan untuk menjaga kestabilan fisik yang tentu saja semuanya gratis. Program JKN ini benar-benar menyelamatkan hidup saya. Saya bersyukur sekali telah menjadi Peserta JKN,” kata Raden.

Mengenai antrian dalam berobat di fasilitas kesehatan Raden mengatakan hal tersebut sangatlah wajar.
“Yang sakit dan yang butuh pengobatan kan banyak sekali. Saya sangat memahami dan tidak keberatan harus mengantri seperti ini, toh saya tetap akan dilayani dengan mumpuni dan seluruh biaya pengobatan saya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan asal sesuai dengan prosedur. Jangan kira kita akan diperlakukan berbeda ya, tidak seperti itu kok kenyatannya. Tindakan, obat-obatan dan pelayanan yang diberikan kepada Peserta JKN sama baiknya dengan yang diberikan kepada pasien umum, saya salut dengan Program ini,” lanjut Raden.

Raden berpesan khususnya kepada anak muda untuk terus menjaga kesehatan seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan dan hindari merokok agar terhindar dari penyakit jantung koroner di kemudian hari.
“Penyakit ini bisa menyerang siapa aja tanpa kenal ampun. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Dan jangan lupa segera daftarkan diri dan keluarga menjadi peserta JKN-KIS. Percayalah program ini sangat bermanfaat, saya sudah membuktikannya sendiri. Semoga Program JKN akan terus ada untuk membantu seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Raden. (Imam)

Post a Comment